KETAPANG, Kalimantan Barat – Guru hebat adalah guru yang selalu merindukan ruang pendidikan untuk terus belajar di mana pun mereka berada. Semangat itulah yang kembali dihadirkan oleh Yayasan Masyarakat SM-3T Institute (MSI) melalui rangkaian kegiatan Edukasi Literasi Guru (ELG) dan SM-3T Peduli di Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat. Melalui kegiatan ini, MSI tidak hanya menghadirkan ruang belajar bagi para pendidik, tetapi juga menebarkan kepedulian bagi peserta didik.
Kegiatan Edukasi Literasi Guru dilaksanakan pada Senin, 13 April 2026 di SMKN 1 Sandai bekerja sama dengan PC PGRI Kecamatan Sandai. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk seminar pendidikan tersebut menghadirkan sekitar 50 guru dari berbagai jenjang, mulai dari TK, SD, SMP/MTs hingga SMA/SMK se-Kecamatan Sandai. Kegiatan ini menjadi wadah bagi para pendidik untuk memperluas wawasan, memperkuat kompetensi, serta saling berbagi praktik baik dalam dunia pendidikan. Semangat belajar sepanjang hayat dinilai penting bagi seorang guru, mengingat peran pendidik sangat menentukan arah masa depan generasi muda menuju Indonesia yang lebih baik.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Ketua PC PGRI Kecamatan Sandai, Siswanto, S.Pd., Gr., M.Pd., yang juga menjabat sebagai Kepala SDN 11 Sandai sekaligus alumni SM-3T. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Masyarakat SM-3T Institute yang telah memilih Kecamatan Sandai sebagai lokasi kegiatan serta berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik hingga selesai.
Dalam seminar tersebut, peserta mendapatkan tiga materi utama yang disampaikan oleh para pemateri yang juga merupakan alumni SM-3T. Rhendivan Pasaribu, S.Pd., Gr., M.Pd., guru SMPN 4 Jelai Hulu, membawakan materi tentang enam konsep dasar literasi, yaitu literasi baca tulis, numerasi, sains, digital, finansial, serta budaya dan kewargaan. Materi tersebut menekankan pentingnya pemahaman guru terhadap berbagai jenis literasi sebagai bagian dari upaya mendukung pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman. Dalam pemaparannya, literasi digital menjadi salah satu bahasan penting karena berkaitan erat dengan perkembangan digitalisasi pembelajaran di sekolah. Materi tersebut kemudian diperkuat melalui sesi berikutnya yang dibawakan oleh Tunardi, S.Pd., Gr., guru SMPN 2 Muara Pawan, mengenai pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) sebagai media pembelajaran berbasis digital. Sementara itu, Ahmad Azhari Bahrir, S.Pd., Gr., guru SDN 11 Kendawangan, memaparkan materi tentang penguatan pembelajaran mendalam yang saat ini menjadi salah satu pendekatan pembelajaran yang banyak diperbincangkan dalam dunia pendidikan karena menekankan pemahaman bermakna, berpikir kritis, dan keterlibatan aktif peserta didik.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti seminar dengan antusias. Keaktifan peserta dalam setiap sesi materi membuat membuat diskusi berlangsung dinamis dan komunikatif. Selingan permainan serta pembagian hadiah di setiap sesi turut menambah suasana seminar menjadi lebih hangat dan menyenangkan.
Tidak hanya berfokus pada penguatan kapasitas guru, Yayasan Masyarakat SM-3T Institute juga melanjutkan kepeduliannya terhadap peserta didik melalui program SM-3T Peduli. Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa, 14 April 2026 di SDN 23 Sandai tersebut memberikan bantuan perlengkapan sekolah kepada 57 siswa. Program ini turut diramaikan dengan berbagai kegiatan yang melibatkan siswa secara aktif, seperti senam bersama, lomba mewarnai untuk kelas rendah, serta lomba menggambar bagi kelas tinggi.
Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala SDN 23 Sandai, Hendi Sardi, S.Pd., yang menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Yayasan Masyarakat SM-3T Institute atas kepeduliannya terhadap dunia pendidikan, khususnya bagi para siswa di sekolah tersebut. Ia mengungkapkan rasa syukur karena SDN 23 Sandai dipercaya sebagai salah satu sekolah penerima bantuan. Menurutnya, program tersebut memberikan manfaat nyata bagi peserta didik dan diharapkan dapat terus berlanjut pada masa mendatang.
Sebelum penyaluran bantuan dilakukan, panitia terlebih dahulu menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba mewarnai dan menggambar yang diikuti siswa. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan perlengkapan sekolah berupa tas dan kaos kaki kepada 57 siswa penerima manfaat. Suasana haru dan bahagia tampak mewarnai kegiatan tersebut saat para siswa menerima bantuan yang diberikan.
Melalui rangkaian kegiatan Edukasi Literasi Guru (ELG) dan SM-3T Peduli, MSI berupaya menghadirkan ruang belajar bagi para pendidik sekaligus menumbuhkan semangat dan harapan bagi peserta didik. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi seluruh peserta serta menjadi wujud kontribusi nyata Yayasan Masyarakat SM-3T Institute dalam mendukung kemajuan pendidikan di Indonesia.
Koresponden:
Tim Publikasi MSI











