Program Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) merupakan agenda rutin Masyarakat SM-3T Indonesia untuk mengaplikasikan secara nyata semangat ‘Walau Menjadi Alumni, Tetap Tak Berhenti Mengabdi. Pelaksanaan kali ini menyasar Aceh Timur, Propinsi Aceh yang merupakan pelaksanaan ke-4 di tahun 2018 setelah sebelumnya terlaksana di Solok Selatan (Sumatera Barat), Jeneponto (Sulawesi Selatan) dan Kutai Kartanegara (Kalimantan Timur), sedangkan secara nasional, pelaksanaanya sudah ke-22 sejak MeAN diinisiasi sebagai program unggulan Masyarakat SM-3T Indonesia
Dengan mengusung konten acara utama, yakni implementasi kompetensi alumni sebagai guru profesional, penggiatan gerakan literasi sekolah, dan penyaluran donasi SM-3T Peduli, maka kegiatan MeAN di Aceh Timur pun dilaksanakan oleh Masyarakat SM-3T wilayah Aceh bekerjasama dengan Guru Garis Depan yang turut berpartisipasi dengan waktu pelaksanaan 2 hari yaitu tanggal 17 dan 18 Maret 2018
Tepat pukul 12.00 WIB, Tim MeAN Aceh Timur sampai ke lokasi sasaran di SMP Negeri 4 Sijudo, Kecamatan Pante Bidari. Dilanjutkan dengan shalat jumat berjamaah di mesjid Desa Sijudo. Perjalanan ke Desa Sijudo menempuh waktu sekitar 3 jam perjalanan darat disertai lintasan yang harus melalui sungai dengan menggunakan getek (alat transportasi penyeberangan sungai)
Selesai shalat Jumat, dilanjutkan dengan santapan siang, walau dengan sajian sederhana, namun memberikan kesan luar biasa jika dilakukan bersama-sama. Sore harinya, Tim MeAN melakukan pertemuan untuk pemantapan acara esok harinya. Diarahkan oleh Ketua panitia, Zulfahmi, S.Pd, Gr. dan ketua MSI Aceh Muzakkir, S.Pd, Gr. Di dalam pemantapan tersebut diberikan kesempatan ke para penanggung jawab kegiatan untuk menyampaikan progres dan secara bersama oleh anggota tim memberikan saran penyempurnaan. Detail acara dibahas, mulai dari pembukaan, Literasi Sekolah, Sosialisasi Bahaya Narkoba, Pelatihan Kepemimpinan, Hasta Karya Siswa dan Masyarakat, Pengelolaan Mading, Film Edukasi, Permainan Edukasi, Penyaluran Bantuan SM-3T Peduli, dst
Dalam pemantapan tersebut, juga diberikan pengarahan dari Akhiruddin Haer, S.Pd, Gr, selaku Direktur Masyarakat SM-3T Institute (MSI). Pesannya bahwa bekerja itu harus dari hati disertai keikhlasan dalam memberi dan selama masih ada masyarakat dan siswa 3T yang membutuhkan, maka itu menjadi bagian dari tanggung jawab alumni SM-3T untuk menyelenggarakan program peduli pendidikan “Mari berikan yang terbaik, sesuai dengan apa yang bisa kita dedikasikan secara maksimal” tambahnya
Pada malam harinya dilaksanakan silaturahmi antara anggota masyarakat, ketua pemuda, dan komite sekolah bersama seluruh anggota Tim MeAN Aceh Timur. Di dalam silaturahmi tersebut Ketua MSI Aceh menyampaikan maksud dan tujuan Alumni SM-3T datang Ke SMP Negeri 4 Sijudo. Apresiasi yang baik pun disampaikan oleh masyarakat setempat. Menurut Ismail Ali, selaku ketua komite sekolah “Terima kasih kami sampaikan kepada anggota Tim MeAN Aceh Timur yang telah rela jauh-jauh datang ke sini, kami akan menerima kehadiran anggota MeAN dengan tangan terbuka dan mendorong alumni untuk terus mengabdi, bukan hanya dalam waktu singkat ini, kalau perlu jangan hanya 2 hari di sini”
Hari Pertama, Sabtu 17 Maret 2018
Kegiatan MeAN hari pertama diawali dengan upacara pembukan secara resmi oleh Bapak Kepala SMP Negeri 4 Pante Bidari Islahuddin, S.Pd. Selain berlangsung dengan khidmat, upacara ini juga diisi oleh tarian persembahan “Ranup Lampuan” oleh siswi SMP Negeri 4 Pante Bidari.
Dalam upacara pembukaan, Direktur MSI Pusat Akhiruddin Haer mengatakan bahwasanya acara MeAN adalah kegiatan rutin tiap bulannya dari MSI dan kali ini pelaksanaannya di Aceh Timur yang merupakan agenda MeAN di tahun 2018 setelah sebelumnya sukses terlaksana di Solok Selatan, Jeneponto dan Kutai Kartanegara. Kegiatan ini merupakan program strategis alumni SM-3T dalam menunjukkan bahwasanya Alumni SM-3T tidak pernah berhenti mengabdi
Setelah acara pembukaan, kegiatan dilaksanakan dengan materi Penguatan Literasi Sekolah. Seperti kita ketahui bersama, kecakapan literasi merupakan kebutuhan mendasar di abad ke-21 ini, bagaimana pentingnya memahami dan mempelajari sesuatu, mengamati dan mampu mengomunikasikannya sebagai tindak lanjut dari hasil pembelajaran itu sendiri. Acara pertama MeAN tentang Literasi sekolah ini diampu langsung oleh Akhiruddin Haer, S.Pd, Gr. dan Mirzal, S.Pd, Gr. yang mendapat sambutan antusias dari peserta didik dan warga sekolah yang hadir. Peserta diberikan pengarahan dasar, mulai dari pengertian, jenis literasi dasar, sampai kepada penerapannya di lingkup kelas dan sekolah secara umum
Setelah pemberian materi, dilaksanakan pula simulasi literasi yang dilakukan oleh siswa secara berkelompok untuk menganalisis bahan bacaan yang berjudul ‘Jatuh Cinta dalam Rimba’. Kegiatan ini diharapkan bisa jadi pemicu untuk meningkatkan kemampuan literasi dasar peserta didik terutama dalam langkah-langkah memilah informasi di cerita tersebut.
Selain kerja literasi berkelompok menganalisis teks, kegiatan literasi ini juga diisi dengan pembuatan pojok baca di setiap kelas dengan menggunakan material bambu secara bersama-sama antara peserta didik dan para guru pendamping. Diharapkan dengan adanya pojok baca di setiap kelas, maka para peserta didik semakin terbiasa dengan aktivitas literasi dengan memberi akses yang lebih mudah untuk membaca
“Pengarahan literasi ini diharapkan mampu memberikan dampak berlanjut dalam pembiasaan literasi terhadap guru dan peserta didik dalam pembelajaran untuk setiap harinya dan ini membutuhkan dukungan dari semua pihak sekolah. Dengan adanya kecakapan literasi ini, juga diharapakan mampu menumbuhkan generasi yang cinta keluarga, lingkungan, dan bela negara, Ujar Mirzal, S.Pd, Gr.” selaku penanggung jawab di acara literasi tersebut.
Kegiatan kedua selanjutnya adalah sosialisasi tentang bahaya narkoba oleh Muzakkir, S.Pd, Gr. Di materi ini terjadi interaksi yang seru antara pemateri dengan peserta didik karena rasa ingin tahu peserta didik yang besar terhadap dampak negatif dari narkoba berdasarkan pengamatan langsung pada contoh gambar bahaya narkoba yang ditampilkan pada slide paparan pemateri. Kesalahan penggunaan narkoba tentunya akan memberikan dampak negatif bagi peserta didik, maka dari itu pemateri mengingatkan dan memberikan sosialisasi bahaya dan dampak yang buruk yang diakibatkan dari penyalahgunaan narkoba.
“Dengan mengetahui bahaya narkoba, maka siswa bisa menjaga diri dari dampak yang ditimbulkan dari penyalahgunaan narkoba, demi harapan kita bersama untuk terwujudnya generasi emas indonesia” papar muzakkir, S.Pd, Gr
Kegiatan ketiga adalah pelatihan kepemimpinan yang diberikan oleh Amiruddin, S.Pd, Gr. yang merupakan Guru Garis Depan penempatan Aceh Timur. Konten utama dari materi ini yaitu penjelasan pentingnya keberanian menjadi pemimpin sejak dini untuk melatih tanggung jawab terhadap diri sendiri maupun keluarga dan teman sebaya. Pada materi ini juga diselingi dengan ice breaking “hijau-hitam” untuk mencairkan suasana pada penyampaian materi tersebut. Selain tentang kepemimpinan, acara ketiga ini juga disertai dengan materi pengenalan tentang OSIS yang diharapkan bisa menginisiasi terbentuknya kepengurusan OSIS yang ideal di sekolah ini untuk pertama kalinya.
“Bertujuan melatih karakter untuk berani dalam menyelesaikan suatu masalah dan membimbing rekan-rekannya hingga mampu memimpin diri sendiri, kelas, hingga organisasi. Tanpa pengetahuan tentang kepemimpinan, banyak mereka yang masih bekerja sendiri hingga tidak terjadi proses kerjasama dalam pergaulan dan pembelajaran,” ujar Amiruddin, S.Pd, Gr selaku penanggung jawab acara.
Acara keempat adalah pelatihan hasta karya yang dipimpin oleh Irma Nusa Amanda, S.Pd, Gr. dengan pembimbingan pembuatan bross, bunga dari kertas bekas, ukiran pada buah, inai dan lampion secara bersama-sama. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kreativitas peserta didik dalam berkarya dengan memanfaatkan bahan yang ada di sekitarnya seperti kantong plastik, stik kayu, botol bekas dan lainnya untuk menghasilkan produk yang bernilai ekonomis. Pada prosesnya, siswa dibentuk dalam empat kelompok, dan setiap pendamping memberikan pembimbingan di setiap kelompok.
Adapun kegiatan hasta karya yang menyasar peserta dari kalangan masyarakat adalah kreasi ukiran pada buah. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mendukung keterampilan masyarakat dalam menghias sejumlah keperluan pada perhelatan upacara adat warga setempat
Selanjutnya untuk pembuatan lampion dipandu oleh T. Mustafa , S.Pd, Gr. dengan sebelumnya memberikan simulasi dan membimbing pengerjaannya kepada peserta didik untuk menghasilkan sebuah kreasi lampu menarik yang bisa digunakan sehari-hari sekaligus bernilai jual. Bahan-bahan yang di perlukan adalah lem, lilin, selang plastik, dan lampu.
Pada pelaksanaan pembuatan bros dan kotak pensil dipandu oleh Zulfahmi S,Pd, Gr dan Ferita Aninda S.Pd, Gr, dengan bahan-bahan antara lain, botol bekas, pita, benang rajut, jarum, peniti dan lem tembak. Peserta diarahkan secara detail sehingga mampu membuat bros dan kotak pensil yang layak digunakan dalam penggunaan kesehariannya
Sedangkan pada pelatihan bunga plastik yang dibimbing oleh Putri Lestari S.Pd, Gr., dengan bahan berupa kertas plastik, lem bakar, kawat putik, putik, lem bakar, dan tang. Prosesnya, mulai dari memotong plastik himgga membuatnya menjadi bunga.
Pada pelaksanaan pelatihan ukiran inai diarahkan oleh penanggung jawabnya, Irma Nusa Amanda, S.Pd., Gr dengan cara memotong ujung bagian inai yang akan dilukis sesuai dengan batas proporsi yang diinginkan. Selanjutnya memilih gambar inai yang akan dilukis dan mempraktikkannya dengan penuh kesabaran dan ketelitian
“Kreativitas adalah hal yang harus dikembangkan oleh peserta didik dan masyarakat. Tanpa adanya pengolahan potensi, maka kreativitas sendiri akan mengendap, maka pembiasaan berkreasi dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan perlu dimunculkan sedari dini.” Ujar Irma Nusa Amanda, S.Pd, Gr. selaku penanggung jawab di bidang kreativitas
Acara kelima adalah pembuatan mading oleh Rin Rin Agustina, S.Pd, Gr. Bahan-bahan yang dibutuhkan adalah materi bacaan, stereoform, karton, majalah/koran, lem, origami, pena warna dan pengatur waktu.
Pengenalan mading, fungsi mading, dan tujuan mading dipaparkan lebih awal oleh pemateri. Dasar-dasar pembuatan mading juga dijelaskan kepada peserta didik. Peserta didik diberikan pengetahuan dasar bacaan tentang proses pembuatan mading, kemudian disampaikan juga terkait fungsi mading sebagai wadah yang bisa dimanfaatkan siswa dalam berkreasi dan sebagai media penyampaian informsi kepada seluruh warga sekolah.
Di bagian selanjutnya, siswa dibagi ke dalam 3 kelompok dan setiap kelompok membuat konten mading dengan tema berbeda yang telah ditugaskan hingga membentuk sebuah mading utuh
“Pelatihan pembuatan mading ini dilaksanakan untuk mengembangkan kreativitas siswa dalam menyalurkan bakatnya, dengan kata lain sebagai wadah bagi siswa untuk berkreasi positif. Ujar, Rin Rin Agustina, S. Pd, Gr sebagai penanggung jawab acara tersebut
Acara keenam adalah pemutaran dan bedah film edukasi oleh Anita Rahmaniati S, Pd., Gr. pada malam hari selesai makan malam, tepatnya dimulai pada pukul 20.30 WIB dengan sebelumnya memberikan gambaran dan mengarahkan peserta didik untuk bisa memetik pesan dan kesan positif dari film yang akan disaksikan. Film edukasi yang diputar berjudul ‘Jembatan Pensil’ dan setelah selesai menonton film tersebut, siswa mampu mengungkapkan kesannya. “Setiap siswa memiliki kelebihan dan kecerdasan masing-masing, oleh sebab itu kita harus saling menghargai” ungkap Masore, salah satu siswa yang menyaksikan film tersebut
“Siswa hendaknya meneladani sikap yang diperoleh dari film tersebut, karena di dalamnya kita bisa memperoleh pelajaran berupa semangat yang tinggi dan tidak mudah menyerah dalam menempuh pendidikan” ujar Anita Rahmaniari, selaku penanggung jawab kegiatan tersebut.
Hari kedua, 18 Maret 2018
Pada hari kedua, para peserta didik bangun pagi pada pukul 05.00 WIB dan langsung diarahkan menuju mesjid untuk melaksanakan shalat subuh berjamaah. Kemudian dilanjutkan dengan senam gembira yang dipandu oleh Zulfahmi, S.Pd, Gr dan Muzakkir, S.Pd, Gr sampai pukul 08.00 WIB di depan halaman utama SMP Negeri 4 Pante Bidari. Setelah itu dilanjutkan dengan sarapan bersama para peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok untuk mengikuti permainan edukatif yang memiliki nilai pembelajaran seperti kerjasama, ketelitian, dan kreativitas memecahkan masalah. Adapun permainan yang dilaksanakan adalah sungai beracun, hutan rimba, halang rintang dan estafet tepung.
Rangkaian permainan edukatif ini dipandu oleh Putri Lestari, S.Pd, Gr dengan didampingi oleh Maimun, S.Pd, Gr, Andi Istanto, S.Pd, Gr dan Ferita Aninda, S.Pd, Gr. sebagai pendamping setiap kelompok dalam lomba sampai pukul 10.00 WIB. Rangkaian permainan tersebut diakhiri dengan pembagian hadiah kepada setiap kelompok yang berhasil memenangkan lomba. Penyerahan hadiah diserahkan oleh Ana Eka Rahmawati, S. Pd, Gr., Ferita Aninda, S. Pd, Gr dan Andi Istanto, S. Pd. sebagai apresiasi terhadap seluruh peserta didik yang telah mengikuti permainan edukatif
Setelah permainan edukatif selesai dilanjutkan dengan break sekitar 15 menit lalu acara dilanjutkan kembali dengan penyaluran bantuan tas sebanyak 40 buah, sebagai hasil kerjasama Masyarakat SM-3T Aceh dengan Yayasan Tungga Dewi Foundation yang disalurkan kepada para peserta didik di SMP Negeri 4 Pante Bidari pada pukul 10.30 WIB. Penyaluran bantuan diserahkan langsung oleh Muzakkir, S.Pd, Gr. selaku Ketua Masyarakat SM-3T Aceh pada 18 Maret 2018 . Penyerahan bantuan tas ini diharapkan membantu peserta didik untuk terus semangat dalam belajar. “Harapan kami tas ini dapat dipergunakan untuk ke sekolah dengan semangat yang baru,” ungkap Muzakkir, S.Pd, Gr
Selain penyerahan bantuan tas kepada peserta didik juga diadakan penyaluran bantuan buku bacaan. Penyaluran bantuan buku ini sebagai bagian dari semangat menggalakkan budaya literasi yang sebelumnya sudah dilakukan sebanyak 2 kali oleh MSI Aceh masing-masing ke SMP Satap Alue Keujrun Kecamatan Kluet Tengah Kabupaten Aceh Selatan dan Taman Baca Desa Merah Arai di Kecamatan kayan Hulu Kabupaten Sintang.
Pada kesempatan kali ini penyaluran bantuan sebanyak 500 buku bacaan kepada SMP Negeri 4 Pante bidari adalah hasil kerjasama masyarakat SM-3T Aceh dan warga sekolah yang berada di wilayah perkotaan. Penyaluran bantuan buku ini diserahkan langsung oleh Akhiruddin Haer, S. Pd, Gr selaku Ketua MSI Pusat Koordinasi dan diterima seacara simbolis oleh Bapak Islahuddin, S. Pd.I selaku Kepala sekolah SMP Negeri 4 Pante Bidari. Diharapkan dengan adanya tambahan buku bacaan akan membuat media literasi seperti pojok baca dan mading semakin aktif dan diminati oleh peserta didik dengan penerapan budaya literasi secara maksimal. ”Semoga dengan adanya sumbangan buku bacaan baru ini, kami semakin terbiasa dengan budaya literasi” papar Bapak Islahuddin, S. Pd.I
Dengan kerja keras panitia dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk keberterimaan masyarakat setempat, kegiatan Mengedukasi Anak Negeri di Aceh Timur akhirnya selesai pada pukul 12.00 Wita. Di sela sambutannya, selain ucapan terima kasih, juga permohonan maaf dari ketua Ketua MSI Aceh jika terdapat kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan ini dan mengupayakan agar kegiatan seperti ini bisa terus digiatkan. Kegiatan pun resmi ditutup dan dipamungkasi dengan doa bersama
Salam Literasi
Salam Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia
Reportase: msi Basecare Aceh
Editor: HaeR







