Dari Kita untuk Pidie Jaya. Menjadi alumni PPG Prajabatan tak berarti kepedulian boleh berhenti.
Gempa bumi yang meluluhlantakkan Pidie Jaya pada 6 Desember 2016 lalu mengetuk naluri kemanusiaan masyarakat SM-3T Indonesia, potensi GGD 2016 yang sedang melaksanakan bimbingan teknis pengembangan keprofesian berkelanjutan. Tanpa memandang label PPG Prajabatan, secara bergotong royong, mereka mengumpulkan donasi yang kemudian disalurkan melalui SM-3T peduli.
Tanggal 17 Desember 2016, perjalanan penyaluran bantuan diwarnai dengan pemandangan tenda-tenda darurat yang masih berdiri di antara puing bangunan. Tenda-tenda tersebut dijadikan tempat tinggal sementara warga yang kehilangan rumah maupun warga yang masih trauma tidur di dalam rumah.
Penyaluran bantuan dilakukan atas koordinasi dengan alumni SM-3T provinsi Aceh yang secara responsif mengambil bagian dalam meringankan beban korban gempa Pidie Jaya. Mereka membuka posko bantuan dan melakukan beberapa kegiatan pendidikan darurat gempa. Setelah dilakukan analisis kebutuhan korban gempa, masyarakat SM-3T Koordinat Aceh merekomendasikan bantuan SM-3T peduli untuk lebih difokuskan kepada anak-anak korban gempa. Bantuan yang diberikan berupa 100 paket selimut dan 100 paket alat tulis menulis di Dusun Blang Tampui.

Penyaluran 100 paket selimut dan 100 paket alat tulis menulis di Dusun Blang Tampui
Di antara ribuan korban gempa Pidie Jaya, beberapa di antaranya adalah alumni PPG Prajabatan yang juga merupakan potensi GGD 2016 sehingga santunan SM-3T Peduli juga diberikan kepada tiga alumni PPG Prajabatan korban gempa yang masing-masing mendapat santunan dua juta rupiah.

Penyantunan SM-3T Peduli kepada tiga alumni PPG Prajabatan korban gempa
Terima kasih kepada segenap donatur yang telah mengambil bagian meringankan beban para korban gempa bumi Pidie Jaya, Aceh. Mari terus menjaga semangat dan komitmen kepeduliaan kita kepada sesama







