Peringatan Hari Lahir Masyarakat SM-3T Institute (MSI) yang ke-3 resmi dibuka pada hari Kamis (28/06/2018). Kegiatan ini dilaksanakan di SD Inpres Pattallassang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Tema yang diusung pada peringatan harlah kali ini adalah “Senantiasa Bersahabat, Teruslah bermaslahat”.
Meski turun hujan, namun peserta terlihat bersemangat dalam meramaikan dan mengisi acara kegiatan hingga selesai. Peserta yang menghadiri acara dalam pembukaan sebanyak 73 peserta terdiri dari: Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan Kec. Pattallassang, Direktur MSI, Kepala Sekolah dan guru-guru SD Inpres Pattallassang, alumni SM-3T dari angkatan 1-VI, serta peserta didik SD Inpres Pattallassang.

Akhiruddin, S. Pd., M. Pd., Gr., selaku Direktur MSI menjelaskan bahwa perayaan hari lahir MSI kali ini memiliki perbedaan dengan perayaan sebelumnya. “Perayaan di tahun pertama dan kedua kami laksanakan di pusat kota provinsi. Sedangkan tahun ke-3 ini kami memilih SD Inpres Pattallassang dari beberapa sekolah sebagai tempat perayaan. Perbedaan selanjutnya, konsep acara digabungkan dengan kegiatan Mengedukasi Anak Negeri (MeAN). Tiap bulan teman-teman melaksanakan kegiatan MeAN di daerah 3T. Jadi baru kali ini kami mengkompilasi kegiatan mulai dari workshop, malam puncak, dan mengedukasi anak negeri. Segala aktivitas ini selalu kami laporkan baik ke kabupaten hingga ke pusat”, ujarnya.
Drs. Samir M.M., selaku koordinator wilayah, dinas pendidikan Kabupaten Gowa dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada MSI sebab telah memilih SD Inpres Pattalassang sebagai lokasi hari lahirnya yang ketiga. “Kami merespon baik apa yang menjadi program dari kegiatan harlah MSI. Sebab kami sangat mendukung segala program pendidikan yang sifatnya meningkatkan prestasi anak-anak kami. Karena kelihatannya kegiatan dalam rangkaian acara harlah MSI ini bersentuhan langsung dengan kependidikan”, sambut beliau dengan ramah.
Beliau juga menambahkan bahwa sekolah SD Inpres Pattalassang ini telah menerapkan sistem pembelajaran berbasis IT, kurikulum 2013, pengembangan literasi, sekolah berbasis lingkungan, dan sekolah ramah anak.
Harapan beliau bahwa apa yang alumni SM-3T lakukan dapat diteladani oleh peserta didik SD Inpres Pattalassang. Bukan hanya di bidang pendidikan dan karakter saja melainkan juga dapat menginspirasi. Sehingga pertemuan kita kali ini, ialah pertemuan yang akan berlanjut.
Peringatan Hari Lahir Masyarakat SM-3T Institute di hari ini akan dilanjutkan dengan acara pelatihan menari, kelas menulis, pelatihan hasta karya, workshop penulisan karya tulis ilmiah, pelatihan tampilan dari alumni SM-3T, persiapan pameran foto dan video pengabdian di daerah 3T.
Kamis, 28/06/2018
Pelatihan Menari
Banyak cara yang bisa dilakukan dalam melestarikan budaya Indonesia. Salah satu yang dapat dilakukan adalah melestarikan tarian tradisional di tengah arus globalisasi dan modernisasi. Keduanya merupakan bagian dari perubahan sosial yang tak dapat dihindari namun harus diantisipasi.
Pelatihan menari yang diselenggarakan oleh Masyarakat SM-3T Institute dilaksanakan oleh 10 siswi SD Inpres Pattallassang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Uly Rezky Ar, S. Pd., Gr., dan Ervina Sari S. Pd., Gr., merupakan dua pelatih di kelas tari kali ini. Tari tradisional yang dibawakan adalah Tari Kreasi Sulawesi Pa’rasanganta dan Tari Paduppa. Pelaksanaan kegiatan dimulai pukul 10.30 Wita-12.00 Wita dan dilanjutkan kembali pukul 13.30 Wita-15.00 Wita.

Bagi Ervina, kegiatan ini juga berfungsi sebagai bentuk pengabdian dan menyalurkan kemampuannya di bidang tari meskipun dia bukan guru Seni, namun seorang guru Kimia. Sedangkan Uly Rezky yang akrab dipanggil Raisa mengatakan bahwa tantangan dalam kegiatan ini adalah melatih peserta didik dalam waktu dua hari saja. “Di gerakan-gerakan tangannya. Karena ciri khas tari Makassar ada di tutup-buka tangan, kelentikkan jari, dan daya ingat,” ungkapnya seusai latihan menari.
Tari Kreasi Sulawesi Pa’rasanganta dan Tari Paduppa ini akan ditampilkan pada acara malam puncak yang dilaksanakan pada 30 Juni 2018 pada pukul 20.00 Wita – selesai.
Kelas Menulis Puisi
Pelaksanaan kegiatan kelas menulis puisi dimulai pukul 10.30 Wita-12.00 Wita. Mengajarkan puisi di sekolah dasar, cukup memberikan materi dari bentuk yang paling sederhana seperti melatih peserta didik mendeksripsikan sebuah objek yang ada di sekitarnya.

Dalam kelas menulis kali ini, Sri Wahyuni, S. Pd., Gr., menjadikan globe yang ada dalam kelas sebagai objek, untuk kemudian peserta didik mendeskripsikannya. Peserta didik pula secara bersama-sama menyusun kalimat runtut yang menghasilkan sebuah karya puisi dari mereka. Terlihat antusias 26 peserta didik SD Inpres Pattallassang dalam kelas menulis tersebut.
Pelatihan Hasta Karya
Membangun karakter produktif, suka bekerja keras, kreatif, dan tekun merupakan beberapa karakter peserta didik yang dapat dibangun dari kegiatan berhasta karya. Hasta karya adalah kerajinan yang dilakukan oleh tangan tanpa bantuan mesin. Kegiatan ini juga merangsang peserta didik dalam menumbuh-kembangkan jiwa wirausaha peserta didik sejak dini.
Kegiatan hasta karya yang diselenggarakan oleh Masyarakat SM-3T Institute kali ini menghasilkan produk bernama ‘lampion berkedip’. Pelaksanaan kegiatan dimulai pukul 13.00 Wita-14.05 Wita. Dua pembimbing kelas hasta karya, Irzan, S. Pd., Gr., dan Averiana, S. Pd., Gr., mendemonstrasikan cara membuat lampion kepada 31 peserta didik SD Inpres Pattallassang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Kegiatan diawali dengan kedua pembimbing yang membagi peserta didik ke dalam 3 kelompok kemudian membagikan alat dan bahan secara bertahap. Alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat lampion berkedip adalah kotak tisu berbentuk silinder, botol ukuran 140 ml, minyak tanah, sumbu, dan lem tembak. Suasana kelas begitu interaktif. Peserta didik melaksanakan seluruh instruksi pembina dengan bersemangat. Sesekali mereka maju ke depan jika ada yang tidak dimengerti.
Setelah peserta didik mampu membuat lampion berkedip dengan sempurna, kedua pembina memberikan arahan berupa cara penggunaan lampion yang baik dan benar seperti posisi tempat tisu yang tidak boleh miring, hati-hati dalam memegang lampion yang telah dinyalakan, dan pengawasan penggunaan lampion.
Workshop Penulisan Karya Tulis Ilmiah
Salah satu kegiatan yang digagas oleh Panitia Hari Lahir (Harlah) Masyarakat SM-3T Institute (MSI) yaitu Workshop Penulisan Karya Ilmiah. Kegiatan ini dilaksanakan sejak pukul 16.00 – 18.00 Wita dengan tema “Menguatkan Pendidikan Dengan Budaya Menulis”. Peserta yang mengikuti kegiatan adalah para alumni SM-3T dari semua angkatan, mulai dari angkatan satu hingga angkatan enam, baik yang sudah mengabdi sebagai Guru Garis Depan (GGD) maupun alumni yang masih mengikuti tahap Pendidikan Profesi Guru (PPG) di Universitas Negeri Makassar. Pemateri yang dihadirkan kali ini adalah Dr. Usman, S. Pd., M. Pd., merupakan dosen Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar. Kegiatan dipandu oleh Sri Wahyuni, S. Pd. Gr., sebagai moderator.
Materi yang dibawakan yaitu berjudul “Cara Praktis Menulis Karya Tulis Ilmiah”. Ia menyampaikan 3 unsur yang harus dimiliki seorang guru untuk bisa memulai menulis karya tulis ilmiah adalah niat, tujuan, dan action/menulis. Sedangkan modal yang harus dimiliki adalah niat, semangat, jaringan komunikasi, flash drive, dan laptop.
Peserta terlihat antusias mengikuti workshop ini, terkadang pemateri memberikan kalimat-kalimat jenaka yang bisa mengalihkan peserta dari kejenuhan, sehingga peserta tetap fokus mengikuti materi yang disampikan. 15 menit sebelum workshop berakhir, moderator memberikan kesempatan kepada 3 orang perwakilan peserta untuk bertanya, penanya pertama yaitu Muhammad Chaidir, S. Pd., peserta PPG Pasca SM-3T VI Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia, penanya kedua Muhammad Nurudin, S. Pd., peserta PPG Pasca SM-3T VI Prodi PPKn, dan penanya terakhir adalah Seri Tenaya Wowor, S. Pd., Gr., merupakan Guru Garis Depan (GGD) angkatan kedua penempatan Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Di akhir kegiatan, panitia memberikan cendera mata kepada pemateri berupa baju kaos berwarna hitam bertuliskan “Masyarakat SM-3T Institute” dan Piagam Penghargaan yang diserahkan oleh Rapiudin, S. Pd., kemudian pemateri dan peserta saling berjabat tangan setelah melakukan sesi foto bersama.
Jumat, 29/06/2018
Kampanye Anti HIV / AIDS, Stop Bullying dan Deklarasi Penguatan Karakter
Mengawali kegiatan perayaan hari lahir Masyarakat SM-3T Institute (MSI) ke-3 tahun 2018 dihari kedua ini panitia penyeleggara melaksanakan kegiatan Anti HIV/AIDS, Stop Bullying dan Deklarasi Penguatan Karakter tehadap puluhan peserta didik SD Inpres Pattallassang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini dimulai sejak pukul 08.00 – 10.15 Wita, dipandu oleh Hendra Hendrawan, S. Pd., Gr., sebagai moderator. Pemateri pada kesempatan ini adalah Ahmad Harum, S. Pd., M. Pd., merupakan Dosen Luar Biasa Program Studi Bimbingan Konseling Universitas Negeri Makassar dan Nurhikmah, S. Pd., Gr., Salah seorang Guru Garis Depan (GGD) angkatan II penempatan Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.

Dalam pelaksaannya, pemateri memutarkan 4 video yang berkaitan dengan bahaya mengkonsumsi Napza, HIV/AIDS, dan contoh – contoh pelaku dan korban Bullying. Kampanye HIV/AIDS ini penting dilakukan untuk membentengi para peserta didik sejak dini dan mendukung program pemerintah yang dicanangkan pada tahun 2015 yaitu untuk mewujudkan target Three Zero pada 2030.
Diakhir kegiatan, panitia menyerahkan cendera mata kepada kedua pemateri. Cendera mata pertama diserahkan kepada pemateri berupa plakat dan baju kaos yang disiapkan khusus oleh panitia. Kegiatan ditutup dengan foto bersama.
Pohon Cita-Cita
Kegatan selanjutnya adalah pembuatan pohon cita-cta. Sebanyak 20 peserta didik SD Inpres Pattallassang terlibat dalam pembuatannya. Pohon cita-cita merupakan pohon yang berisi cita-cita seluruh peserta didik-siswi SD Inpres Pattallassang. Cita-cita peserta didik nantinya akan dituliskan ke dalam sebuah kertas berbentuk aneka buah kemudian digantungkan pada ra
nting pohon yang telah disediakan. Sri Ansyari, S. Pd., Gr., Akbar, S. Pd., Gr., dan Sri Wahyuni, S. Pd., Gr., merupakan pembina yang mengisi kegiatan di kelas pohon cita-cita. Kegiatan ini dimulai pukul 10.39 -11.00 Wita.
Dokter, guru, dan tentara merupakan cita-cita yang banyak dituliskan oleh peserta didik SD Inpres Pattallassang. Namun, ada pula yang menuliskan cita-cita berbeda Syafira Khairunnisa salah satunya, siswi kelas IV SD Inpres Pattallassang menuliskan bahwa cita-citanya “ingin menjadi hafidz quran agar bisa masuk surge”. Sungguh cita-cita yang mulia.

Mading Cita-Cita
Setelah melakukan kegiatan membuat pohon cita-cita, kegiatan selanjutnya adalah membuat mading dengan tema mading yaitu cita-cita. Kegiatan yang dilaksanakan pukul 11.05 – 11.45 Wita ini diikuti oleh enam peserta didik kelas VI SD Inpres Pattallassang.
Peserta didik menggunting bahan yang telah disiapkan oleh pembina, menempelkan bahan yang telah digunting berdasarkan kolom mading (artikel, puisi pantun, tips, cerpen, motivasi, dan komik yang berhubungan dengan cita-cita) pada papan yang telah disediakan. Selanjutnya peserta didik menghias mading dengan beragam hiasan pita warna-warni. Mading cita-cita yang telah selesai merupakan salah satu produk yang akan dipamerkan pada malam puncak Hari Lahir Masyarakat SM-3T Institute yang ke-3.
Pelatihan Menari Tahap ke-2
Sebanyak 10 siswi SD Inpres Pattallassang melanjutkan pelatihan menari tahap ke-2. Dua tari tradisional (Tari Kreasi Sulawesi Pa’rasanganta dan Tari Paduppa) nantinya akan dipentaskan ketika acara malam puncak Hari Lahir Masyarakat SM-3T Institute ke-3 pada Sabtu malam.
“Pelatihan menari tahap ke-2 ini lebih baik dari sebelumnya. Anak-anak sudah semakin berkembang dan mulai menghapal gerakan dengan baik,” pungkas Uly Rezky yang akrab dipanggil Raisa.
Pelatihan Hasta Karya
Masyarakat SM-3T Institute kembali melakukan pelatihan hasta karya setelah sehari sebelumnya melaksanakan pelatihan membuat lampion berkedip. Pada pelatihan kali ini, sebanyak 20 peserta didik SD Inpres Pattallassang membuat jam dinding sederhana dari bahan dasar stik es krim.
Kegiatan ini dilaksanakan mulai pukul 11.00 – 12.15 Wita, oleh Irzan, S. Pd., Gr. Pak Irzan memulai kelas dengan melakukan demontsrasi mengenai cara membuat jam dinding sederhana dari bahan dasar kaset CD. Setelah itu beberapa peserta didik, ditunjuk secara acak untuk maju ke depan kelas membuat jam dinding sederhana dengan memasangkan jarum penunjuk jam, jarum penunjuk menit, dan terakhir jarum penunjuk detik secara berturut-turut di atas kaset CD.
Talk Show Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia
Kegiatan selanjutnya yaitu Talk Show Maju bersama mencerdaskan Indonesia kedatangan para narasumber yaitu Drs. Agus Susilohadi, M. Si. penggagas SM-3T dan Dr. Abdullah Pandang, M. Pd. Direktur P3G sebelumnya yang sekarang menjabat sebagai Dekan FKIP UNSULBAR, dan Aprisal, Al-Nahli, S. Pd., Gr., disambut dengan penuh hormat, yakni dengan Angngaru oleh Ahmad Jais, peserta PPG pasca SM-3T angkatan VI UNM yang dilanjutkan dengan tari penjemputan Bugis Makassar, yakni Tari Padduppa yang juga oleh peserta PPG pasca SM-3T angkatan VI UNM (Sinta, Hajrah, Dede, Rahmini, dan Putri). Acara yang dimulai pada pukul 14.30 -17.00 Wita. Ini dilaksanakan di pelataran SD Inpres Pattallassang, Gowa Pada hari Jumat (29/06/18).

Tak Show MBMI dengan tema “Bersinergi Melestarikan Muruah Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia” yang dipimpin langsung oleh Direktur MSI, Akhiruddin, S. Pd., M. Pd., Gr., terbalut dalam suasana santai yang senantiasa diselingi dengan candaan dari para narasumber. Namun, dalam candaan tersebut para narasumber selalu menyampaikan pesan-pesan positif bagi para pencetak generasi emas Indonesia.
Dalam talk show kali ini, bapak Agus Susilohadi menegaskan kepada semua peserta talk show bahwa pendidikan karakter itu bukan diajarkan tapi diteladankan. Jadi, dimanapun kita berada, harus membuat perubahan.

Narasumber selanjutnya, bapak Abdullah Pandang mengingatkan para peserta bahwa Tuhan memberikan rezeki sesuai dengan yang kita lakukan. Sementara itu, narasumber ketiga, bapak Aprisal lebih merujuk ke tema kegiatan “muruah”. Beliau menyampaikan bahwa ada empat pilar muruah, yakni akhlak baik, kedermawanan, kerendahan hati, dan doa.
Sekitar 30 menit kemudian, moderator memberikan kesempatan kepada setiap perwakilan alumni SM-3T untuk sekadar menyampaikan kesan ataupun pertanyaan terkait pembahasan. Penanya pertama adalah Sri Wahyuni, S. Pd., Gr., alumni SM-3T angkatan V Prodi Fisika, penanya kedua adalah Muh. Nurudin, S. Pd., peserta PPG SM-3T VI UNM dari Prodi PPKn, dan terakhir kesan pesan yang disampaikan oleh Kepala Sekolah SD Inpres Pattallassang.
Di akhir kegiatan, panitia menyerahkan cendera mata kepada setiap narasumber berupa plakat, baju dari produk asli SM-3T Merchandise, dan piagam penghargaan sebagai narasumber talk show. Kemudian narasumber dan peserta berjabat tangan dilanjutkan dengan foto bersama.
Pameran Foto Pengabdian Alumni SM-3T
Kegiatan menarik lainnya yang dapat menambah pengetahuan dan wawasan adalah pameran foto saat pengabdian para pejuang SM-3T. Foto-foto yang dipamerkan adalah foto yang dikirimkan oleh alumni SM-3T di seluruh Indonesia kepada panitia Hari Lahir Masyarakat SM-3T Institute ke-3 tahun 2018.
Kegiatan ini dilaksanan di salah satu ruang kelas SD Inpres Pattallassang. Panitia membuka stand pameran bagi siapapun yang ingin melihat potret pengabdian alumni SM-3T pada hari Jumat, 29 Juni 2018 sejak pukul 10.00 Wita dan ditutup pada hari Sabtu, 30 Juni 2018.

Penggagas Program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM-3T) Drs. Agus Susilohadi, M.Si., di dampingi oleh pencipta lagu mars SM-3T Bapak Herman, Dekan FKIP Unsulbar Prof. Abullah Pandang, dan turut mendampingi pula Kepala Sekolah SD Inpres Pattallassang Kabupaten Gowa selaku tuan rumah penyelenggaraan kegiatan perayaan Harlah Masyarakat SM-3T Institute ke-3 tahun 2018. Dalam kunjungannya, tokoh kunci program SM-3T itu sangat menikmati foto-foto yang disajikan oleh panitia. Bahkan perlu waktu yang lama untuk melihat satu foto sebelum pindah ke foto yang lain. Tak kalah heboh yaitu pencipta lagu mars SM-3T, ia dengan bangga mengabadikan kembali foto yang disajikan menggunakan kamera handphone pribadinya.
Pelatihan Tampilan dari Alumni SM-3T
Sebelum memasuki acara puncak, alumni SM-3T telah melakukan latihan bersama sejak bulan Mei lalu. Perwakilan alumni SM-3T mulai dari angkatan II hingga VI pada saat malam puncak Hari Lahir Msyarakat SM-3T Institute, akan menampilkan kreasi tarian dan nyanyian.
Pukul 18.45 – 20.30 Wita latihan menari kembali dilaksanakan di ruang kelas SD Inpres Pattallassang. Tarian yang akan dibawakan adalah Tari Tradisional Nusantara. Tarian ini terdiri dari 16 penari dengan 5 tarian daerah di Indonesia, yaitu Tari Zapin Lancang Kuning (Sumatera), Tari Ondel-Ondel Betawi (Jawa), Tari Dayak (Kalimantan), Tari Kreasi Bulu Alauna Tempe (Sulawesi), dan Tari Sajojo (Papua).
“Keutamaan melakukan latihan ini salah satunya berbagi pengalaman seputar tari, bisa bertemu dengan alumni di angkatan lain, dan sebagai ajang silaturahmi.” Ungkap Ervina Sari S. Pd., Gr., sebagai pelatih dari tari tradisional.
Sabtu, 30/06/18
Sarasehan Literasi Sekolah
Panitia Hari Lahir Masyarakat SM-3T Institute kembali melanjutkan kegiatan pada hari ketiga yaitu sarasehan literasi sekolah dengan menggelar kegiatan gerakan literasi sekolah dengan mengusung tema “Dari Kawasan Pinggiran Indonesia, Kita Giatkan Literasi” di ruang kelas V, SD Inpres Pallassang Gowa (30/06/18) pada pukul 10.00-12.00 Wita. Gerakan Sarasehan Literasi Sekolah yang diikuti oleh para peserta didik dari SD Inpres Pattallassang, Gowa dan Alumni SM-3T ini dipandu oleh Arifin T. Badu, S. Pd., peserta PPG pasca SM-3T angkatan VI UNM Prodi Pend. Bahasa Indonesia. Sementara itu, Akbar, S. Pd., Gr., alumni SM-3T angkatan IV UNM Prodi PGSD dan Hendra Hermawan, S. Pd., Gr. alumni SM-3T angkatan V UNM menjadi pembicara.

Pembicara pertama, Akbar, S. Pd., Gr., memperkenalkan apa itu literasi hingga jenis-jenis literasi, yaitu literasi dini, literasi dasar, literasi perpustakaan, literasi media, literasi teknologi, dan literasi visual. Literasi dasar sebagai mana yang disampaikan oleh pembicara adalah “Kemampuan untuk mendengarkan, berbicara, membaca, menulis, dan menghitung.” Selanjutnya, pembicara kedua, Hendra Hermawan, S. Pd., Gr., yang juga merupakan penulis buku “Siluet Jejak Mahakam” menyampaikan kepada siswa untuk rajin berliterasi dengan cara memberikan games dan menceritakan pengalamannya mengikuti berbagai lomba menulis. Dalam kegiatan ini, para peserta sarasehan literasi sekolah, khususnya peserta didik, tampak begitu bersemangat dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh pembicara. Bagi siswa yang berani menjawab pertanyaan yang diberikan, maka diberikan hadiah berupa buku.
Lubuk Hati (Lumbung Buku bagi Harapan Daerah 3T Indonesia)
Koordinator Deputi Pertisipasi Kemanusiaan dan Peduli Pendidikan di Daerah 3T, Presidium Literasi Masyarakat SM-3T Institute, Wahyudi, S. Pd., Gr., menyerahkan berbagai jenis bahan bacaan kepada peserta didik SD Pattallassang Kabupaten Gowa dalam program Lubuk Hati (Lumbung Buku bagi Harapan Daerah 3T Indonesia) masih dalam rangkaian Harlah MSI ke-3 Tahun 2018.
Koordinator Lubuk Hati (Lumbung Buku bagi Harapan Daerah 3T Indonesia) juga berkesempatan menyerahkan buku-buku yang berhasil dikumpulkan dari berbagai donatur. Buku-buku yang diserahkan, diantaranya buku dongeng bagi anak, pengetahuan umum dan pengalaman-pengalaman alumni SM-3T saat melaksanakan pengabdian di daerah 3T.

Pojok Baca
Upaya meningkatkan literasi bagi generasi Indonesia untuk Indonesia emas 2045 tidak berhenti sampai di situ. Hal itu terwujud dari berdirinya “Pojok Baca” oleh presidium literasi Masyarakat SM-3T Instute. Pojok baca itu terletak di sudut sekolah tepat di bawah pohon mangga depan Kelas 1A SD Inpres Pattallassang Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Pojok baca sengaja dibuat di luar kelas agar suasana alam tetap terasa.
Pelatihan Musikalisasi Puisi
Tidak hanya penampilan tari dari peserta didik saja yang akan disajikan pada malam puncak Harlah Masyarakat SM-3T Institute ke-3, melainkan ada pula penampilan pembacaan puisi. setelah menyeleksi peserta didik kelas VI, maka terpilihlah seorang siswa untuk dilatih membaca puisi. Puisi yang akan dia bacakan adalah puisi yang bercerita tentang keinginan menggapai cita-citanya, menjadi guru sebab ia sangat mencintai gurunya dan ingin meneladani sosok yang sangat berjasanya menurutnya itu.
Ranking 1
Kemeriahan Hari Lahir Masyarakat SM-3T Institute diwarnai dengan acara Ranking 1 yang diikuti oleh perwakilan alumni SM-3T dari angkatan III, IV, V, dan VI dengan total peserta 56 orang. Kegiatan yang dipandu oleh Andi Armita, S. Pd., Gr. dilaksanakan di ruang kelas V SD Inpres Pattallassang, Kabupaten Gowa pada pukul 15.30-17.00 Wita.
Acara Ranking 1 terbagi dalam tiga babak. Babak pertama, kedua, dan ketiga berturut-turut dinamakan Babak SM-3T, Babak PPG, dan Babak GGD. Pada babak SM-3T, Andi Armita, S. Pd., Gr., selaku pengarah acara, menyampaikan aturan Ranking 1, “Peserta hanya boleh mengangkat jawaban A atau B, jika hitungan 1 hingga 3 oleh pemandu acara selesai. Peserta yang mengangkat terlalu cepat atau terlalu lambat akan didiskualifikasi oleh juri.”

Hingga Babak SM-3T selesai, tercatat enam orang gugur sehingga peserta yang bertahan tinggal lima puluh. Babak selanjutnya, Babak PPG memiliki aturan yang sama dengan Babak SM-3T dengan standar soal yang lebih tinggi. Pada pertanyaan ketiga, para peserta berguguran hingga menyisakan dua peserta yang bertahan. Kedua peserta tersebut merupakan peserta PPG pasca SM-3T angkatan VI, yakni Mayangsari, S. Pd., dari Prodi Matematika dan Irmawati, S. Pd., dari Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia. Secara otomatis, kedua peserta tersebut maju ke babak selanjutnya, yaitu Babak GGD.
Persaingan semakin menegangkan dalam Babak GGD karena kedua peserta langsung menghadapi soal rebutan. Kedua peserta saling berebut dengan berlomba memencet bel apabila hendak menjawab pertanyaan. Peserta yang memencet bel terlebih dahulu diberikan kesempatan oleh pemandu acara untuk menjawab pertanyaan yang telah dilontarkan sebelumnya. Setiap pertanyaan yang berhasil dijawab mendapat point 10 (sepuluh), namun jika salah menjawab mendapat point 0 (nol).
Malam Puncak Perayaan Harlah MSI Ke-3, hadirkan penggagas SM-3T
Pentas Kemilau sebagai Puncak Perayaan Hari Lahir Masyarakat SM-3T Institute ke-3 Tahun 2018 diselenggarakan di halaman SMP Negeri 2 Pattallassang Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan. Kegiatan dikemas secara menarik dan penuh kehangatan karena pada malam ini alumni yang hadir lebih banyak dari hari-hari sebelumnya yaitu alumni SM-3T mulai dari angkatan I sampai dengan angkatan VI, baik yang telah menjadi Guru Garis Depan Maupun yang masih menjalani proses Pendidikan Profesi Guru (PPG) di Universitas Negeri Makassar.
Tampak hadir dalam acara ini Drs. Agus Susilohadi, M.Si., sebagai penggagas program SM-3T, Herman Anggita, SE., MM., pencipta lagu mars SM-3T dan Balada Pengabdian, Direktur MSI Akhiruddin, S. Pd., M. Pd., Gr., Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Makassar, Dr. H. Andi Syukri Syamsuri, M. Hum., Kepala Sekolah SD Inpres Pattallassang, Kepala SMP Negeri 2 Pattallassang, Camat Pattallasang Andi Aziz Peter, SE., M.Si., alumni SM-3T angkatan I hingga angkatan VI, siswa/i SMP Negeri 2 Pattallassang, dan masyarakat sekitar.

Acara yang dimulai pada pukul 20.10 wita ini diawali dengan tarian Pa’duppa yang ditampilkan oleh peserta didik SD Inpres Pattallassang merupakan hasil dari pelatihan yang dilakukan oleh para alumni SM-3T dilaksanakan selama 3 hari yaitu sejak tanggal 28 sampai dengan 30 Juni 2018. Selain itu, disela – sela acara terdapat juga penampilan dari salah satu seorang peserta didik SD Inpres Pattallassang yang menampilkan puisi dengan penuh penghayatan.
Adapula penampilan tari nusantara, tari nusantara adalah gabungan dari 5 tari di seluruh Indonesia yaitu Tari Zaipan Lancang Kuning dari pulau Sumatra yang ditarikan oleh angkatan VI, tari Ondel-ondel Betawi dari DKI Jakarta yang ditarikan oleh angkatan II dan IV, tari Dayak dari pulau Kalimantan yang ditarikan oleh angkatan V, tari Bulu Alu’na Tempe dari pulau Sulawesi yang ditarikan oleh angkatan VI, tari Sajojo dari Papua yang ditarikan oleh angkatan III dan V. Penampilan terakhir adalah persembahan lagu “Balada Pengabdian” yang dinyanyikan oleh Ervina Sari dan pembacaan puisi oleh Hendra Hermawan, serta persembahan musik dari alumni SM-3T angkatan V.

Ketua panitia dalam laporannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu, sehingga seluruh rangkaian acara dalam rangka Hari Lahir MSI ke-3 tahun 2018 yang dilaksanakan sejak tanggal 1 Juni sampai dengan 30 Juni 2018 dapat berjalan dengan baik. Kegiatan-kegiatan tersebut diantaranya Bakti Sosial, berbagai macam lomba, pemotongan tumpeng, talk show MBMI, kelas menulis, pelatihan tari, pelatihan puisi, workshop Karya Tulis Ilmiah, sarasehan literasi sekolah, dan pelatihan hasta karya.
“Kami ucapkan banyak terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu kami selaku panitia, khususnya kepada Kepala Sekolah SD Inpres Pattalassang, Kepala SMP Negeri 2 Pattallassang, dan Camat Pattallasang”, ucap ketua panitia.
Akhiruddin, S. Pd., Gr., selaku Direktur MSI dalam sambutan menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah kali pertama dilaksanakan di luar kota, dari beberapa pilihan tempat akhirnya panitia menetapkan kegiatan Harlah ke-3 ini dilaksanakan di SD Inpres Pattalassang. Hal ini didasarkan pada semangat SM3T itu sendiri untuk hadir di daerah – daerah pinggiran dalam rangka mengedukasi anak negeri. Selain itu ia juga bersyukur karena alumni SM-3T pada tahun 2015 telah terserap sebagai Guru Garis Depan (GGD) di 8 Kabupaten 4 Provinsi, dan pada tahun 2016 terserap lagi dalam GGD 2 di 93 Kabupaten 28 Provinsi.
“Jaga terus kekompakan sebagai alumni SM-3T, rawat semangat persahabatan dan teruslah bermaslahat. Saya bersyukur alumni SM-3T sudah terserap dalam progam GGD 1 dan 2”, ucap lelaki berbadan tinggi tersebut.
Kemudian Camat Pattallassang berkesempatan memberikan sambutan menyampaikan rasa bangganya kepada para alumni SM-3T karena telah melakukan upaya-upaya mencerdaskan anak bangsa di seluruh Indonesia. Beliau juga merasa bangga karena kecamatan Pattallassang dijadikan tempat perayaan Harlah MSI ke-3 ini. Banyak hal positif yang beliau lihat dengan hadirnya para alumni SM-3T ditempat ini.
“Saya bangga dengan kegiatan yang dilakukan oleh alumni SM-3T. Saya melihat ketulusan dari para alumni SM-3T untuk mencerdaskan anak negeri.” ungkapnya.

Drs. Agus Susilohadi, M.Si., mengatakan bahwa banyak orang dengan lantang meneriakkan masalah, tapi sedikit yang mengatasi masalah, alumni SM-3T jangan seperti itu. Dalam diri alumni SM-3T ada hak orang yang fakir ilmu untuk mendapatkan ilmu – ilmu itu, sebagaimana ada hak orang miskin dalam hartanya orang yang kaya. Para alumni SM-3T harus sadar itu bahwa ada ilmu di dalam diri anda yang menjadi hak orang lain.
“Alumni SM-3T harus berbeda dengan yang lain, alumni SM-3T harus berhijrah dari zona masalah ke zona pemberi solusi seberapapun yang kalian bisa berikan, teruslah mengabdi.” Tegas penggagas SM-3T itu.
Kemudian beliau juga berpesan kepada seluruh alumni SM-3T untuk menjadikan organisasi MSI ini sebagai wadah koordinasi, menambah pengalaman dan menumbuhkan rasa kekeluargaan sesama alumni SM-3T. Ia menekankan seluruh alumni untuk merasa berkepentingan dengan organisasi MSI ini, kemudian lakukan kegiatan meskipun kecil, dan yang terakhir adalah kompak. Apabila 3 hal ini dilakukan, ia yakin MSI akan terus ada untuk menjawab permasalah – permasalahan di negeri ini. Diakhir sambutan, Drs. Agus Susilohadi, M.Si., secara resmi menutup seluruh rangkaian kegiatan Harlah MSI ke 3 tahun 2018.
Pada kesempatan ini pula, panitia mengumumkan pengumuman lomba yang diselenggarakan oleh panitia antara lain lomba Sayembara desain produk SM-3T Merchandise, lomba penulisan artikel inovasi media pembelajaran, lomba foto terbaik pengabdian di daerah 3T, dan lomba video dokumentasi terbaik pengabdian di daerah 3T sebagai rangkaian dari kegiatan Harlah ketiga ini. Juara 1 lomba sayembara desain produk SM-3T Merchandise adalah Berlin Cipta Pratama, S. Pd., Gr. Juara 1 lomba artikel media pembelajaran adalah Romlah, S. Pd., Gr., juara 2 adalah Abdul Hamid, S. Pd. Gr., juara 3 adalah Septia Kusumaningrum, S. Pd., Gr. Juara 1 lomba foto terbaik pengabdian di daerah 3T adalah Marsidi, S. Pd. Gr., juara 2 adalah Sudirman, S. Pd., dan juara 3 ialah I Gede Herdian Kertayusa, S. Pd., Gr. Juara 1 lomba video dokumentasi terbaik pengabdian di daerah 3T adalah Susilo Setiawan, S. Pd, juara 2 adalah I Gede Herdian Kertayusa, S. Pd., Gr., dan juara 3 adalah Muhammad Irzan, S. Pd., Gr.

Acara pentas kemilau berakhir setelah penyerahan cendera mata kepada, penggagas SM-3T Bapak Agus Susilohadi, M,Si yang diserahkan oleh Direktur MSI, Kakanda Akhiruddin S. Pd., M. Pd., Gr., Cendera mata kedua diserahkan kepada pencipta lagu mars SM-3T, Herman Anggita, SE., MM., oleh Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Makassar, Dr. H. Andi Syukri Syamsuri, M. Hum. Cendera mata ketiga diserahkan kepada Camat Pattalassang dan kepada Kepala SD Inpres Pattallassang oleh Ketua Panitia Harlah MSI ke-3.
Reportase : Tim reportase MSI
Editor: Tim Editor MSi







