Mengedukasi Anak Negeri merupakan kegiatan yang diproyeksikan sebagai salah satu wadah bagi para alumni untuk mengimplementasikan ilmu sekaligus mengasah bakat dan keterampilan mereka agar tidak tumpul dan terlupakan sekaligus membagikannya kepada anak negeri sebagai bekal mereka sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sehingga kegiatan ini kami harapkan menjadi sesuatu yang mengispirasi pendidik masa depan guna mewujudkan generasi emas indonesia. Sejalan dengan tekad kami ‘walau alumni, tetap tak berhenti mengabdi’. Kegiatan Mengedukasi Anak Negeri adalah salah satu program kerja dari Deputi Partisipasi Kemanusiaan dan peduli Pendidikan yang merupakan satuan kerja Yayasan Masyarakat SM-3T Institute.
Setelah sukses melaksanakan program Mengedukasi Anak Negeri di Sumba Timur, NTT, kini Masyarakat SM-3T Institute kembali melaksanakan kegiatan yang sama dengan mengambil lokasi di Kabupaten Barru, yaitu SDI 43 Lajoangin dan SMPN 7 Satap Tanete Riaja Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini terlaksana dengan baik atas semangat dan kerja sama antara anggota MSI dan ikatan alumni PPG SM-3T Kabupaten Barru.
Mengedukasi Anak Negeri di SDI 43 Lajoangin dan SMPN 7 Satap Tanete Riaja Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan dimulai tanggal 6 Maret 2017. Beberapa kegiatan dilakukan di hari pertama di antaranya adalah Mathematic is fun yang merupakan kegiatan membelajarkan siswa trik berhitung dan domino matematika. Siswa belajar dengan gembira, asyik dan menyenangkan. Empat operasi hitung dalam matematika tidak terkesan sulit sehingga siswa antusias.
Kegiatan dilanjutkan dengan Pelatihan IT, yaitu mengenalkan perangkat, latihan mengetik, dan cara print out. Meski di pelosok siswa tidak boleh gagal teknologi. Belajar menggunakan IT secara baik dan benar. Meski dalam keadaan keterbatasan siswa sangat antusias dalam belajar IT.
Setelah pelatihan IT, siswa direfresh dengan permainan berhitung dengan games whispering, permainan dengan cara membisikkan angka secara berantai. Make a circle by number, teacher said siswa membentuk lingkaran besar. Guru menyebutkan angka dalam bahasa Inggris. Siswa berlomba mencari kawan sesuai angka yang disebutkan. Kedua games ini memudahkan mengingat dan memahami angka dalam bahasa Inggris.
English is Fun, self introduction and games find someone who. Siswa membentuk lingkaran besar, menuliskan identitas pada sebuah media yang disediakan kemudian menyimpan di depan masing-masing. Sambil bernyanyi, bola dioper dari siswa satu ke siswa yang lain. Siswa yang mendapat bola tepat lagu berhenti, akan mendapatkan pertanyaan tentang ciri-ciri seseorang. Siswa tersebut berkeliling mencari pada kartu identitas yang disimpan di depan temannya.
Selanjutnya dilaksanakan pembuatan hasta karya yakni membuat gantungan kunci dari buah pinus. Menggunakan bahan dari alam yang dianggap tidak terpakai menjadi barang yang punya nilai ekonomi. Siswa dididik kreatif memanfaatkan benda-benda sekitar tempat tinggalnya, yang memang ditumbuhi banyak pohon pinus.
Kegiatan hari pertama juga dilakukan pelatihan vocal grup dengan mengajarkan lagu daerah dan lagu ‘Terima Kasih guru. Di ruangan lain juga sedang berlangsung pelatihan tari tradisional yang mengajarkan siswa mencintai budaya. Menambah kecerdasan estetika melalui gerak yang menarik. Siswa tampil percaya diri di depan publik. Hingga malam menjemput, kegiatan dilanjutkan dengan kegiatan kerohanian yang membelajarkan siswa gerakan-gerakan salat yang baik dan benar. Kegiatan pun ditutup dengan pemutaran film edukasi ‘Laskar Pelangi’ yang dihadiri oleh beberapa siswa SD dan SMP.
Pada hari kedua, Tim Mengedukasi Anak Negeri (MEAN) mengawali kegiatan dengan senam pagi tepat pukul 06.30-07.30. Hujan rintik dan cuaca dingin tidak menghalangi kegiatan yang dilakukan di lapangan. Tepat pukul 08.00 Abd. Malik Ikhsan, S.Pd., Gr., Qadri S.Pd., Gr., Sirajuddin, S.Pd., Gr., Wahyudi S.Pd., Gr., melanjutkan kegiatan ‘Matematika Gasing’ di SMP Negeri 7 Satap Tanete Riaja.
Kegiatan ini adalah lanjutan kegiatan hari pertama, namun metode yang digunakan kali ini cukup unik karena menggunakan media bola dan balon. Permainan bola matematika dilakukan dengan cara berkelompok. Dua kelompok berhadapan, kemudian pemegang bola mendapat pertanyaan soal matematika. Bila soal tidak bisa dijawab atau salah, maka lawan mengambil bola. Begitulah sampai menuju penjaga gawang.
Media pembelajaran berikutnya adalah balon yang berisi air dan soal matematika. Siswa dibagi menjadi empat kelompok. Seorang siswa dari setiap kelompok mengambil balon dan melemparkan ke jarum yang dipegang oleh teman kelompoknya. Balon pecah akan mengeluarkan satu soal. Soal itulah yang dikerjakan. Bila selesai akan melakukan lemparan berikutnya dan kembali mengerjakan soal.
Di ruangan lain siswa SD Inpres 43 Lajoangin murid-murid mendapat fasilitas belajar oleh Megawati, S.Pd., Gr., dengan permainan cerita berangka. Siswa menyimak cerita, bila ada angka yang disebut maka siswa harus menemukan kawan sejumlah angka yang disebutkan. Permainan kedua yaitu ‘bisik berantai’. Fasilitator memberikan sebuah kalimat kepada seorang anggota kelompok yang kemudian dibisikkan kepada anggota kelompok yang lain. Siswa yang terakhir melaporkan hasil yang didengar. Permainan ini memberikan pelajaran bahwa kita harus menyimak dengan tepat dan hati-hati menyampaikan pesan agar tidak terjadi kesalahan
Pukul 09.30 kelas dilanjutkan dengan pembelajaran seni menulis cerpen literer. Maskur, S.Pd., Gr., Abdillah Abd. Rauf, S.Pd., Gr., dan Syamsu Qadri, S.Pd., Gr., menjadi fasilitator di SMP Negeri 7 Satap Tanete Riaja. Siswa menulis berbasis kearifan lokal dengan metode bersurat berantai. Siswa belajar di alam sehingga memudahkan mencari inspirasi. Cara menulis berantai dalam kelompok kecil ini efektif digunakan.
Sementara di ruangan lain juga berlangsung pembelajaran menulis puisi untuk siswa SD Inpres 43 Lajoangin yang difasilitasi oleh Miranda S., S.Pd., Gr., Sirajuddin, S.Pd., Gr. Dalam penulisan puisi, murid-murid dibawa ke kebun sekolah. Di sana mereka melihat alam secara langsung. Setiap anak menulis daftar kata-kata tentang alam yang dilihatnya. Dari daftar kata-kata itu akan dibentuk kalimat menjadi sebuah puisi. Pembelajaran seperti ini menjadikan murid aktif
Pada ruangan yang lain berlangsung pula pendampingan O2SN (Olimpiade Olahraga Sains Nasional). Edi Parawansa, S.Pd., Gr., menjadi fasilitator untuk pelajaran IPS terpadu. Ainun Istiqomah, S.Pd., Gr., dan Wahyuni Amir, S.Pd., Gr., menjadi fasilitator untuk pelajaran IPA terpadu. Abd. Malik Ikhsan, S.Pd., Gr., menjadi fasilitator pelajaran matematika.
Kegiatan dilanjutkan dengan English is fun di SMPN & Satap Tanete Riaja difasilitasi oleh Syamsuriadi, S.Pd., Ully Meizada, S.Pd., dan Irmawati, S.Pd., Gr. Pembelajaran menggunakan media daun yang bertuliskan kata-kata bahasa Inggris, jumble words. Setiap anggota kelompok mengambil satu daun kemudian disusun menjadi sebuah kalimat. Pembelajaran berjalan secara efektif. Sementara Muliadi, S.Pd., Gr., menjadi falitator di SD Inpres 43 Lajoangin. Pembelajaran yang menggunakan media gambar “parts of body” dilakukan dengan bernyanyi. Murid sangat antusias karena pembelajaran seperti ini sangat menyenangkan
Pembelajaran berbasis IT (Information Technology) dilanjutkan pada pukul 13.00. Sayhrir, S.Pd., Gr., Syamsuriadi, S.Pd., Ahmad, S.Pd., Syamsia Nangga, S.Pd., Gr., Abd. Malik Ikhsan, S.Pd., Gr., menjadi fasilitator. Siswa dibelajarkan mengetik dengan Microsost Office Word dengan materi pengenalan program, pengenalan perintah dasar, memulai pengoperasian MS. Word, mengetik dokumen sederhana sampai mencetak dokumen.
Menjelang sore kegiatan dilanjutkan dengan hasta karya yang dimulai pukul 14.30 dan yang menjadi fasilitator adalah Aswan Mustafa, S.Pd., Gr., Sirajuddin, S.Pd., Gr., dan Irsan, S.Pd., Gr. siswa dibelajarkan membuat lampion dari bahan dasar kertas dan bambu. Pembelajaran ini memanfaatkan benda-benda di sekitar yakni, bambu yang banyak tumbuh di sekitar sekolah dan rumah para siswa. Hingga akhirnya, kegiatan hari kedua ditutup dengan melanjutkan pelatihan tari yang telah dibelajarkan dari hari pertama dan pada malam hari dilanjutkan dengan kegiatan kerohanian yang membelajrakan cara bertayammum yang benar.
Kegiatan Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) hari ketiga di Barru kembali dimulai, 8 Maret 2017 pada pagi pukul 6.30 dengan aktivitas senam pagi. Dilanjutkan pukul 08.00 dengan pelaksanaan kegiatan pembuatan mading di SMPN 7 Tanete Riaja. Di SD Inpres 43 Lajoangin juga berlangsung pelatihan membaca puisi. Sementara bimbingan khusus untuk peserta O2SN dan vokal grup juga tetap berjalan.
Selain pembuatan mading juga sedang berlangsung pembuatan kebun TOGA (Tanaman Obat Keluarga). Kegiatan-kegiatan ini dikerjakan penuh tanggung jawab dan kerjasama yang baik. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan outbond berlangsung pukul 09.00 sampai 12.00. Pada kegiatan ini ada sembilan permainan. Armagedon, permainan yang memiliki lintasan berkelok. Setiap siswa yang melewati akan ditutup matanya sambil membawa kelereng menggunakan sendok di mulut. Seorang temannya menemani dengan intruksi. kegiatan lainnya yaitu spider webs, kaki gajah, recording pos, Titanic, Hula Hoop, shooting target, puzzle, dan water ballon. Kegiatan-kegiatan dalam outbond mendidik siswa agar bisa menyelesaikan masalah dengan baik, bisa bekerja sama, berpikir kritis, bertindak cepat, dan saling menolong.
Pukul 13.00 latihan seni tari yang dilakukan sejak hari pertama kembali dilakukan. Ada tiga tari yang dilatihkan. Ketiga tari ini, selain akan dipentaskan pada malam terakhir atau malam penutupan juga akan diikutkan dalam lomba yang diadakan di ibu kota kabupaten. Ketiga tari itu adalah Tari Sajojo, Tari Kreasi, Tari Empat Etnis.
Hingga menjelang Pukul 19.00 ruang aula mulai diramaikan warga. Sementara menunggu acara penutupan dimulai, video kegiatan MeAN dari beberapa wilayah ditampilkan (MeAN Lamputang Pangkep, MeAN Polman, MeAN Sumba). Acara pementasan pun dimulai, pada pementasan ini ditampilkan puisi dan Tari Sajojo dari siswa SD, vocal grup dan puisi dari siswa SMP dan terakhir pementasan Tari Empat Etnis juga dari kolaborasi siswa SMP.
Kegiatan Mengedukasi Anak Negeri di Barru ditutup dengan penyampaian testimoni dari penerima program ini, di antaranya dari Wakil Kepala Dusun setempat, Wakil Kepala Sekolah SD Inpres 43 Lajoanging dan SMP 7 Tanete Riaja, serta guru yang mengajar di sekolah tersebut. Beliau menyampaikan terima kasih kepada panitia karena kegiatan Mengedukasi Anak Negeri ini, selain telah memberikan berbagai pelatihan atau pembimbingan kepada siswa, mengantar mereka berani bercita-cita, kegiatan ini juga berhasil menginspirasi kreativitas dan kinerja guru-guru yang ada di sini.
Akhirnya seluruh rangkaian kegiatan Mengedukasi Anak Negeri (MEAN) ketujuh telah dilaksanakan dengan penuh suka-cita baik dari para peserta maupun para fasilitator. Meskipun selama kegiatan dilangsungkan, tim Mengedukasi Anak Negeri selalu ditemani cuaca yang kurang bersahabat, itu bukan penghalang namun menjadi tantangan tersendiri bagi tim untuk berpikir lebih kreatif serta memaksimalkan kerja sama satu sama lain
Reportase oleh:
Deputi Publikasi dan Propaganda Program
Yayasan Masayarakat SM-3T Institute







