Pada puncak perayaan Hari Pendidikan Nasional tahun 2015, peserta SM-3T Lanny Jaya kembali mengulang sejarah yang pernah di toreh oleh peserta SM-3T angkatan sebelumnya di tahun 2014. Jika di tahun 2014, peserta SM-3T atas kepercayaan dan arahan dari pemerintah daerah dan dinas pendidikan Kabupaten Lanny Jaya memprakarsai penulisan kesan SM-3T di rotan hutan maka tahun ini di puncak perayaan Hari Pendidikan Nasional dilakukan pemecahan rekor pembuatan dua ribu sempoa (alat berhitung) dari kayu kasuari oleh Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid).
Tema kegiatan peserta SM-3T pada tahun 2015 ini adalah “Gemilang Pendidikan Anak Lanny Jaya, Revolution of Education in Lanny Jaya ”, sebelum puncak Hardiknas di 2 Mei tersebut telah diadakan lomba membaca cepat, lomba menulis cepat dan cerdas cermat untuk mengapresiasi proses belajar anak-anak Lanny Jaya.
Seluruh peserta SM-3T angkatan IV di Kabupaten Lanny Jaya terlibat sebagai panitia yang diketuai oleh . Koordinasi sesama peserta SM-3T dan pemerintah daerah dilakukan sejak Februari 2015 lalu hingga pelaksanaan kegiatan di tanggal 1 Mei-2 Mei 2015 yang dipusatkan di pusat kota Tiom, Lanny Jaya.
Puncak kegiatan adalah upacara perayaan Hardiknas di lapangan kantor bupati Lanny Jaya yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lanny Jaya yang kemudian dilanjutkan dengan pemecahan rekor pembuatan dua ribu sempoa oleh Lembaga Prestasi Indonesia Dunia. Yang menarik pembuatan sempoa ini adalah pembuat sempoa itu sendiri. Panitia melibatkan seluruh peserta upacara khususnya anak-anak sekolah Lanny Jaya baik SD, SMP, maupun SMA untuk merakit sempoa tersebut. Butuh 1-2 jam bagi anak-anak (peserta) merangkai sempoa. Bahkan, ada yang tidak berhasil merakit hingga tuntas, akan tetapi mereka saling membantu menyelesaikan. Siswa SMA yang lebih dahulu menyelesaikan tugas merakit sempoa turun tangan membantu siswa SMP dan SD yang kesulitan. Anak-anak Lanny Jaya telah mengajarkan kita gotong royong mencapai tujuan bersama. Keceriaan di tengah terik matahari kota Tiom (pusat kota Lanny Jaya) menambah sukacita bersama di puncak Hardiknas 2015 ini.
Peserta pemecahan rekor adalah siswa-siswa yang menjadi binaan peserta SM-3T ditambah perwakilan seluruh sekolah di Lanny Jaya.
Lanny Jaya adalah salah satu kabupaten di Papua yang masih sering mendapat teror dari OPM termasuk kota Tiom yang menjadi pusat kota kabupaten sekaligus pusat perayaan Hardiknas 2015 Kabupaten Lanny Jaya. 1 Mei adalah hari kedaulatan bangsa Papua di mana kota Lanny Jaya siaga satu. Namun, atas dukungan penuh dari pemerintah daerah terhadap kegiatan yang dilaksanakan oleh peserta SM-3T IV, kegiatan tetap terlaksana dengan lancar. Bentuk dukungan pemerintah daerah adalah hingga penjemputan siswa. Atas instruksi pimpinan daerah, seluruh mobil dinas pemerintah digunakan untuk menjemput anak-anak sekolah mengikuti kegiatan di lapangan kantor bupati Lanny Jaya. Usaha pemerintah daerah terjun langsung untuk mendatangkan peserta upacara khususnya siswa-siswa bukan tanpa alasan. Mereka mengkhawatirkan kurangnya peserta upacara karena ketakutan setelah teror dari OPM di malam sebelum puncak acara.
Pengamanan selama kegiatan nampak secara kasat mata. Puluhan anggota polisi bersenjata lengkap berjaga di sekitar area kegiatan dibantu anggota TNI.
Fanny Yigibalom siswa kelas VI SD Inpres Tiom mengatakan kesenangannya mengikuti kegiatan guru-guru SM-3T karena bisa bertemu dengan teman-teman lain dari sekolah lain di Kabupaten Lanny Jaya. Meski kesulitan menyelesaikan rakitan sempoa, ia sangat senang karena turut dibantu oleh kakak-kakak SMP. Lain halnya dengan Tomiron Wendu, siswa kelas VI SD Inpres Gimbuk, dengan malu-malu ia mengatakan senang ikut kegiatan karena bisa menang juara II cerdas cermat.
Peserta SM-3T Lanny Jaya kembali membuktikan bahwa guru bukan hanya berprestasi di sekolah dalam membelajarkan anak dan membuat anak senang belajar melainkan juga menjadikan anak berprestasi melalui kegiatan-kegiatan inovatif berskala besar dan luas. Diakui oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lanny Jaya bahwa pemenang lomba pada Hardiknas kali ini, di luar prediksi. Anak-anak pedalaman yang notabene sekolahnya jauh dari kota bisa menyabet juara mengalahkan sekolah unggulan kabupaten. Ini menjadi tolok ukur kualitas guru SM-3T selama dua tahun berturut-turut telah hadir di Lanny Jaya. Mereka telah mengantarkan anak-anak pedalaman memperoleh kepercayaan diri dalam berlomba sekaligus membimbing dengan baik.
Narasi: Firiani Anwar
Fotografi: Akhiruddin







