Setelah rentetan kesuksesan kegiatan Mengedukasi Anak Negeri di berbagai daerah di Indonesia, kini Potensi GGD di Bumi Panritta Kitta (Tanah Para Cendekia) Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, menyambangi SMP Negeri 4 Sinjai Barat, Desa Turungan Baji, Kecamatan Sinjai Barat. Tim menyambangi lokasi ini dengan melintasi pegunungan yang sangat jauh dari perkotaan, harus melalui jalur bebatuan, penurunan, dan tanjakan yang cukup ekstrim. Setelah tiba di sekolah tersebut, tim melihat gedung sekolah yang berdiri megah di atas puncak bukit yang dibangun atas bantuan dari Kemitraan Pendidikan Australia Indonesia, namun kekurangan tenaga pengajar menjadi permasalahan yang paling mendasar.
Kegiatan Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) di SMP Negeri 4 Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai Provinsi Sulawesi Selatan dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 6 – 8 April 2017. Acara pembukaan dihadiri langsung oleh Kepala Desa Turungan Baji dan Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Sinjai Barat. Dalam sambutan, Kepala Desa menyatakan “Saya memiliki kegiatan dengan masyarakat, tetapi saya lebih memilih menghadiri kegiatan pembukaan Mengedukasi Anak Negeri yang dilaksanakan oleh Masyarakat SM-3T Indonesia karena kegiatan ini menyangkut hak-hak dasar masyarakat yang jauh lebih penting”. Pada sambutan yang lain, Kepala Sekolah menyampaikan “tamu adalah pembawa rezki yang membawa air penyejuk bagi siswa yang haus akan kegiatan yang mengedukasi dan menginspirasi”. Di akhir sambutannya Kepala Sekolah sekaligus membuka kegiatan MeAN secara resmi.
Kegiatan pada hari pertama diawali dengan Matematika Gasing (gampang, asik dan menyenangkan) yang dibawakan oleh Sutriana, S.pd., Gr dan Hikmawati Amin, S.Pd., Gr. Konsep yang digunakan adalah bermain sambil belajar yang diberikan nama “Carilah Aku”. Metode yang diharapkan mampu membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran matematika. Permainan ini merupakan jenis permainan menggunakan flash card yang berisi tentang operasi hitung bilangan bulat dan jawabannya. Siswa diminta untuk secara rebutan mencocokkan kertas soal dengan jawaban yang teracak di atas meja. Siswa cukup antusias mengikuti proses pembelajaran ini.
Kegiatan selanjutnya adalah reinforcement yang dibawakan oleh Nurhikmah, S.Pd., Gr dan Wahyu, S.Pd., Gr. Hal ini dikarenakan beberapa siswa harus berangkat subuh agar tidak terlambat sampai di sekolah dengan berjalan kaki kurang lebih 2 jam untuk bisa sampai ke sekolah, belum lagi medan yang dilewati adalah naik turun gunung sehingga perlu kegiatan khusus untuk menginspirasi agar siswa tetap memiliki semangat bersekolah. Siswa diperdengarkan beberapa cerita tokoh sukses semisal “Chairul Tanjung si Anak Singkong” dan Arismunandar (Mantan Rektor UNM) yang juga asli putra daerah Sinjai. Respons positif siswa dari kegiatan ini berupa perhatian yang lebih. Kesempatan mengharukan muncul ketika salah seorang siswa diminta naik ke depan kelas menceritakan perjuangannya dalam bersekolah. Belum selesai sepenggal yang diceritakan, siswa tersebut sudah menangis ketika menceritakan kerinduan kepada ayahnya karena selama hidupnya belum pernah bertemu dengan ayahnya ditambah lagi ibunya yang bekerja di Makassar dan hanya pulang sekali dalam setahun. Potensi GGD II telah menyelipkan semangat yang menginspirasi agar siswa memiliki cita-cita yang tinggi agar dapat membangun daerahnya dan terkhusus mampu membahagiakan kedua orang tua.
Setelah istirahat, kegiatan dilanjutkan dengan Kepramukaan. Agenda ini diambil alih oleh Sulaeman, S.Pd., Gr, Andi Muamar Qadri, S.Pd., Gr, Muh. Danial, S.Pd., Gr. Pada kegiatan kepramukaan, siswa diberikan materi LKBB (Latihan Keterampilan Baris Berbaris) dan Pionering (Tandu dan Sambung Tongkat). Pelatihan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kedisiplinan dalam baris berbaris. Adapun metode yang digunakaan adalah demonstrasi dan praktik. Sementara dalam Pelatihan Seni siswa dibagi ke dalam dua kelompok tari yakni Tari Nusantara oleh Dwi Wahyu Lestari, S.Pd., Gr dan Tari Padduppa yang didampingi langsung oleh Sri Rahayu, S.Pd., Gr,. Siswa begitu semangat mempelajari gerakan-gerakan yang dilatihkan oleh masing-masing pendamping
Pada tempat yang berbeda, satu kelompok siswa mengikuti pelatihan hasta karya. Ferawati, S.Pd., Gr sebagai penanggung jawab kegiatan ini memperkenalkan kepada siswa pemanfaatan koran bekas menjadi keranjang buah. Diharapkan melalui kegiatan ini mampu membelajarkan kepada siswa pemanfaatan berbagai barang bekas menjadi sebuah barang yang bernilai estetika dan memiliki nilai ekonomis ketika dibuat sekreatif mungkin. Sementara satu kelompok lagi, siswa dilatih paduan suara oleh Nurhikmah, S.Pd., Gr. Lagu nasional dipilih sebagai lagu yang diajarkan sekaligus memperkenalkan kepada mereka lagu-lagu nasional.
Sore hari setelah pelaksanaan shalat Ashar, siswa langsung mendapatkan materi kerohanian dari Muh. Ikhtifar Kautzar DM, S.Pd.,Gr. Siswa diajarkan beberapa materi semisal Shalawat Nabi, Sifat Wajib bagi Allah, Wudhu, Praktik Sholat dan Tata Cara masbuk. Bersamaan dengan kegiatan kerohanian, di tempat berbeda juga sedang berlangsung kegiatan pelatihan Tari Pangadakkang yang dilatih oleh Ardianto, S,Pd., Gr.
Kegiatan tidak hanya menyentuh siswa, tapi juga masyarakat. Kegiatan kemasyarakatan yang dilaksanakan adalah memberikan pelatihan “Tari Maumere” kepada warga terkhusus kepada ibu-ibu. Kegiatan ini dipandu oleh Dwi Wahyu Lestari, S.Pd.,Gr. dan sekaligus menutup kegiatan di hari pertama. Mereka sangat antusias mengikuti setiap gerakan meski terkadang masih terlihat sedikit bingung. Kegembiraan nampak jelas terlihat dari mereka, bahkan tak jarang terdengar riuh tawa di sela-sela keseriusannya mengikuti gerakan dari instruktur
Jum’at, 7 April 2017 kegiatan Mengedukasi Anak Negeri di SMP Negeri 4 Sinjai Barat berlanjut, pagi ini diawali dengan senam bersama. Setelah senam, dilanjutkan dengan kegiatan kepramukaan yang dipadukan dengan pelatihan upacara. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari kegiatan hari sebelumnya yang masih didampingi oleh Sulaeman, S.Pd., Gr, Andi Muamar Qadri, S.Pd., Gr, Muh. Danial, S.Pd., Gr. Dalam kesempatan ini para pendamping terfokus pada pemantapan materi atau kegiatan sebelumnya, mengingat ini adalah pertemuan terakhir untuk kegiatan kepramukaan dan pelatihan upacara demi mencapai hasil maksimal yang menjadi harapan para pendamping
Selain kegiatan kepramukaan, di tempat yang berbeda juga sedang berlangsung kegiatan pelatihan tari Nusantara. Beberapa siswa yang tergabung dalam tari Nusantara ini sengaja tidak diikutkan dalam kepramukaan. Hal ini dikarenakan Dwi Wahyu Lestari, S.Pd., Gr sebagai pendampingnya merasa masih perlu memberikan latihan tambahan kepada siswa dampingannya untuk mempermantap gerakannya
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan English Fun. Konsep yang digunakan kali ini adalah menjadikan lagu sebagai media pembelajaran. Siswa diperdengarkan lagu berbahasa Inggris yang berjudul “One Big Family”. Sembari mendengar lagu, siswa diminta mengisi beberapa kata pada teks lagu yang sengaja dikosongkan. Setelah lagu diulang sampai tiga kali, siswa diminta secara bersama-sama untuk mendiskusikan jawaban mereka, lalu maju ke depan dan menuliskan jawabannya pada papan tulis. Sebelum menutup pembelajaran, siswa bersama-sama menyanyikan lagu One Big Family sesuai teks yang benar setelah dilengkapi. Bersamaan dengan itu, kelompok siswa yang tergabung alam Tari Padduppa dan Tari Pangadakkang mempermantap gerakan tarinya melalui bimbingan dari para pendamping masing-masing. Terlihat keseriusan para siswa dalam berlatih dan mendengarkan arahan dari para penampingnya.
Di hari kedua ini ada dua tari baru yang diajarkan yakni tari Sajojo yang didampingi oleh Emmi Salman, S.Pd., Gr. Tari Sajojo berasal dari Papua yang bernuansa ceria karena gerekan-gerakannya yang energik. Tarian ini menggabungkan antara laki-laki dan perempuan. Sementara tari Dinding Badinding berasal dari Padang, Sumatera Barat didampingi oleh Muh. Abdi, S.Pd., Gr. Meskipun pada umumnya tari ini dilakukan oleh laki-laki dan perempuan, tetapi kali ini pendamping mengambil keseluruhan penarinya adalah laki-laki. Kedua tari ini diajarkan untuk memperkenalkan berbagai tarian yang ada di Indonesia.
Kegiatan selanjutnya adalah Mathemathic is fun. Untuk pertemuan yang kedua ini, Satriana S.Pd., gr bersama Hikmawati Amin, S.Pd., Gr berkolaborasi membawakan materi. Metode yang digunakan pun berbeda dari sebelumnya. Kali ini metode yang digunakan adalah games twister. Permainan ini dilaksanakan dalam kelas dengan memanfaatkan ubin lantai sebagai medianya. Setiap ubin berisi tulisan-tulisan angka yang merupakan jawaban dari soal yang akan diberikan. Nantinya siswa akan berlomba menyentuh ubin dengan tangan atau kakinya setelah soal dibacakan.
Hari kedua MeAN yang sekaligus bertepatan hari Jum’at, warga meminta kepada kami untuk bersedia membawakan khutbah jum’at. Saudara Muh. Ikhtifar Kautzar DM, S.Pd.,Gr yang telah menyanggupi permintaan warga tersebut
Setelah istirahat, kegiatan dilanjutkan dengan kerohanian. Kali ini Muh. Ikhtifar Kautzar DM, S.Pd., Gr membawakan materi kerohanian ‘Bengkel Hati’ dengan tema “Aku bukan Pemuda Palsu. Materi yang diberikan untuk memahamkan kepada siswa bahwa masa muda adalah waktu untuk berkarya demi agama, bangsa, dan negara.
Hasta karya menjadi kegiatan selanjutnya. Pada pertemuan yang kedua, Ferawati, S.Pd.,Gr membuat hasta karya yang baru yakni membuat lampion dari botol air mineral bekas. Siswa dibagi ke dalam 5 kelompok. Selanjutnya pendamping mendemonstrasikan di depan kelas cara pembuatan lampion tersebut. Siswa begitu bersemangat dalam mengikuti kegiatan ini, terlihat ketika pendamping telah selesai menjelaskan cara pembuatan spontan siswa berebut mengambil bahan meskipun belum mendapat arahan dari pendamping kelas. Kerjasama mereka terlihat saat pengerjaan, mereka saling berbagi tugas
Sore hari panitia membangun panggung untuk pementasan pada malam puncak penutupan. Kali ini warga turut berpartisipasi. Setelah mendapatkan arahan langsung dari Kepala Desa Turungan Baji, warga beramai-ramai datang membantu. Mereka turut serta mulai dari mengambil bambu sampai kepada pengerjaan panggung. Warga sangat mendukung kegiatan yang dilaksanakan oleh Masyarakat SM-3T Indonesia di kampung ini. Hingga akhirnya kegiatan di hari kedua di tutup dengan kegiatan selanjutnya latihan senam Maumere oleh ibu-ibu dan masyarakat setempat. Kali ini yang datang lebih banyak dibanding hari sebelumnya. Mereka terlihat begitu bersemangat mengikuti senam Maumere ini
Sabtu, 8 April 2017. Hari ketiga MeAN di SMP Negeri 4 Sinjai Barat sekaligus hari terakhir dari keseluruhan rangkaian kegiatan. Pagi ini kegiatan dimulai Pukul 07.30 dilaksanakan pelatihan tari nusantara, tari kreasi Sajojo, tari Indang, tari Paduppa, tari Pangadakkang dan paduan suara. Keseluruhan kegiatan ini berlangsung bersamaan. Mengingat ini adalah hari terakhir untuk latihan sebelum mereka memperlihatkan hasilnya dalam pementasan pada malam puncak kegiatan, maka pemantapan gerakan menjadi fokus utama
Kegiatan selanjutnya adalah outbond atau games edukatif, di mana kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa dan siswi SMP Negeri 4 Sinjai Barat. Beberapa permainan yang dibagi dalam pos-pos akan mengisi kegiatan. Permainan yang akan dilakukan nantinya adalah air berantai, menara impian, simpul hati, kertas berjalan, dan sundul balon. Permainan yang dirancang sedemikian rupa agar menarik dan menyenangkan tanpa menghilangkan nilai-nilai positif di dalamnya seperti menumbuhkan kerjasama, ketelitian, semangat, kelincahan, tanggung jawab, kesabaran, keseimbangan, dan kemampuan menyusun strategi. Permainan yang dimulai pukul 09.00 pagi ini berakhir pukul 12.00 siang. Terlihat jelas kegembiraan dari para siswa dalam mengikuti kegiatan ini
Setelah ishoma, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan latihan seni. Pelatihan untuk mempermantap apa yang akan dipentaskan oleh para siswa pada malam penutupan. Sementara beberapa panitia bekerjasama denga guru dan masyarakat melanjutkan pembuatan panggung. Latihan para siswa berakhir pukul 17.00 karena akan dilanjutkan dengan pemasangan kostum dan make up. Seperti hari-hari sebelumnya, sore ini ibu-ibu masih berkumpul di sekolah ingin melanjutkan latihan senam. Mereka tetap antusias datang
Sekitar pukul 19.30 warga sudah mulai berdatangan. Panitia melakukan pengecekkan akhir panggung sekaligus menunggu para siswa selesai melakukan persiapan akhirnya. Tepat pukul 20.30 acara dimulai. Acara malam ini diawali dengan pembukaan. Melalui sambutannya, Kepala Sekolah yang diwakili oleh Wakasek SMP N 4 Sinjai Barat, Pak Ruslan, S.Pd menyampaikan “banyak hal baru yang kami dapatkan. Bukan hanya siswa tapi juga stakeholder pendidikan di SMP N 4 Sinjai Barat mendapatkan semangat baru untuk terus berjuang berkat kerjasama, bimbingan, maupun pelajaran-pelajaran yang kami dapatkan dari rekan-rekan Masyarakat SM-3T Indonesia.” Selanjutnya beliau pun menyampaikan harapannya kepada rekan-rekan MSI “saya mohon sekiranya ada waktu kita bisa kembali hadir di sini, kita bisa kembali bertemu di sini karena kami sangat butuh kegiatan seperti ini. Bukan hanya siswa-siswa, tapi juga seluruh elemen SMP N 4 Sinjai Barat utamanya guru-guru sangat membutuhkan kehadiran dari seluruh rekan-rekan untuk kemudian bagaimana memberikan kami semangat baru untuk mendidik.” Terakhir beliau menitipkan pesan “teruslah berjuang untuk mencerdaskan anak bangsa.”
Sementara di lain kesempatan, bapak Kepala Desa Turungan Baji melalui sambutannya juga menyampaikan “Ada desa tertinggal yang kalian datangi, itulah SMP Negeri 4 Sinjai Barat yang membutuhkan relawan pendidikan seperti Masyarakat SM-3T Indonesia. Sekiranya masih bisa menambahnya, tambah lagi sekitar 20 hari, kami masih rindu dengan suara anak-anakku semua. Masyarakatnya sudah terinspirasi, anak-anaknya sudah diedukasi, maka kami yakin ke depan desa Turungan Baji bukan lagi desa tertinggal tetapi desa terdepan di dalam bidang pendidikan”. Beliau pun tak lupa menyampaikan kebahagiaanya dengan dipilihnya SMP 4 ini sebagai sasaran MeAN “bisa dibayangkan dari 12 SMP di Kabupaten Sinjai cuma SMP N 4 Sinjai Barat yang diberi kesempatan seperti ini”.
Acara inti pada kegiatan penutupan malam ini diisi beberapa pementasan yang merupakan hasil latihan siswa selama 3 hari seperti Tari Paduppa, Tari Inang, Tari Nusantara, Tari Sajojo dan Tari Pangngadakkang. Selain kesenian, bidang kerohanian seperti hafalan surah dan sifat wajib Allah ditampilkan. Paduan suara juga tidak ketinggalan mengisi pementasan malam ini. Lagu yang dibawakan para siswa ini adalah ‘One Big Family” yang dipopulerkan oleh Maher Zain. Pementasan malam ini menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat dan siswa. Malam penutupan ini berakhir pada pukul 23.00 Wita.
Akhirnya rentetan kegiatan Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) Sinjai Barat berakhir penuh suka cita oleh warga serta tim MeAN dan tentunya berjalan dengan sangat sukses jauh dari ekspektasi dari tim sebelumnya. Ini tak lepas dari kerja sama dari tim Base care pusat koordinasi Makassar bersama Ikatan Alumni PPG SM-3T Sinjai, serta bantuan dari warga Desa Turungan Baji. Satu hal yang tim selalu percayai bahwa setiap ada kemauan dan niat yang baik, maka akan selalu ada jalan untuk melakukan yang terbaik serta mendapat hasil yang terbaik pula.
Reportase:
Tim Publikasi MeAN Sinjai







