24 April – 1 Mei 2016. Penyaluran Bantuan SM-3T Peduli Kabupaten Berau dapat kami sampaikan sebagai berikut.
Penerima bantuan SM-3T Peduli di Kabupaten Berau terdiri atas enam sekolah dengan rincian masing-masing bantuan yang dapat direalisasikan berdasarkan pengajuan dari pemohon (SM-3T angkatan V, Kabupaten Berau) yang diterima tim SM-3T Peduli sebagai program dari Masyarakat SM-3T Institute:
- SD 001 Tabalar
Buku bacaan = 180 Eksamplar
Buku pelajaran = 53 Eksamplar
Buku dan alat tulis = 20 Paket
Seragam merah putih = 20 Pasang
- SD 002 Tabalar
Buku bacaan = 185 Eksamplar
Buku pelajaran =281 Eksamplar
Buku dan alat tulis = 42 Paket
Seragam merah putih = 42 Pasang
- SD 006 Tabalar
Buku bacaan = 185 Eksamplar
Buku pelajaran = 418 Eksamplar
Buku dan alat tulis = 96 Paket
Dasi dan topi = 96 Buah
Seragam pramuka = 53 Buah
- SD 001 Segah
Buku bacaan = 185 Eksamplar
Buku pelajaran = 138 Eksamplar
Buku dan alat tulis = 42 Paket
Seragam pramuka = 42 Buah
- SD 006 Segah
Tas = 16 buah
Sepatu = 16 pasang
Dasi dan topi = 16 buah
Seragam merah putih = 16 pasang
- SD 004 Derawan
Buku bacaan = 185 Eksamplar
Buku pelajaran = 260 Eksamplar
Buku dan alat tulis = 26 Paket
Seragam merah putih = 26 Pasang
Perjalanan Panjang Penyaluran Bantuan
Pengemasan barang donasi di Base Camp of Agus Susilohadi Education Care (Base Care) baru selesai dinihari sebelum tim berangkat menyalurkan donasi. Bantuan yang berasal dari para donatur dikemas menjadi sembilan belas dus dan dua karung berdasarkan jenis bantuan yang diangkut menggunakan dua buah mobil ke pelabuhan Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Tim meninggalkan Base Care pada Minggu, 24 April 2016 pukul 09.18 Wita dan tiba di pelabuhan pukul 12.36 Wita. Selang beberapa menit, barang-barang donasi diangkat ke atas kapal KM. Adhitya yang akan digunakan tim ke Samarinda, Kalimantan Timur.
Perjalanan panjang menuju enam sekolah sasaran SM-3T Peduli di Kabupaten Berau sebagai penerima donasi periode April dimulai dengan perjalanan laut oleh tim SM-3T Peduli. Lelah pasti mendera sebab sejak beberapa hari sebelum tim berangkat, tenaga sudah diforsir mengumpulkan donasi dari para donatur terutama buku bacaan dan buku pelajaran dengan mendatangi beberapa sekolah dan dinas terkait untuk memperoleh bantuan buku.
Perjalanan 20 jam melalui jalur laut diakhiri dengan penjemputan yang dilakukan oleh alumni PPG SM-3T Prajabatan Dikti Komisariat Kalimantan Timur di pelabuhan berkat koordinasi yang apik antara mereka dengan tim Masyarakat SM-3T Institute. Dengan bantuan para alumni barang donasi diturunkan dari kapal untuk diangkut menggunakan mobil pick up ke Gang Ring Road 3 Jalan Pangeran Suryanata Kota Samarinda, Kalimantan Timur, kontrakan salah satu alumni di Kota Samarinda untuk dikemas kembali per sekolah sehingga memudahkan penyaluran bantuan.
Di Kota Tepian Samarinda, tim SM-3T Peduli juga melakukan kunjungan ke Universitas Mulawarman sebagai bentuk silaturahmi kepada pimpinan FKIP dan keluarga besar UPT PPG SM-3T UNMUL sekaligus mendapatkan petunjuk mengenai teknis penyaluran donasi. Saat itu, pihak UNMUL memfasilitasi komunikasi dengan pemda Berau dalam hal ini dinas pendidikan sebagai tujuan donasi. Komunikasi intensif dengan pihak-pihak yang dimaksud dilakukan oleh tim donasi namun beberapa persoalan yang dikhawatirkan membuat penyaluran donasi tidak maksimal menjadikan tim donasi mengambil inisiatif sendiri dengan langsung menyalurkan ke sekolah-sekolah sasaran.
Kamis, 28 April 2016
Setelah berkumpul di kota Samarinda, tim berangkat ke Berau dengan menggunakan dua mobil sewaan untuk mengangkut tim dan dua puluh tujuh dus bantuan setelah dikemas per sekolah. Tim meninggalkan kota Samarinda di pukul 07.15 Wita menyusuri hutan sawit melewati beberapa kota kecil di antaranya Bontang, Sangatta, dan Wahau serta perkampungan termasuk menyusuri daerah Kelay, melewati hutan dengan jalan yang menanjak dan menurun dengan medan sisi-sisi kiri-kanan terjal dilengkapi dengan tikungan yang tajam. Tim mesti ekstra hati-hati saat melintasi daerah Kelay karena hujan turun cukup lebat yang berakibat jarak pandang hanya sekitar 2 meter yang diperparah dengan angin kencang sehingga banyak pohon tumbang. Deretan kejadian-kejadian alam ini membuat tim SM-3T Peduli baru tiba di Tanjung Redeb, Kota Berau pada pukul 23.42 Wita, agak sedikit lambat dari biasanya. Perjalanan lebih kurang + 600 km diisi dengan beberapa kali singgah di tempat peristirahatan untuk mengisi perut, beribadah, maupun meluruskan badan. Sesampainya di Tanjung Redeb, tim langsung berkoordinasi dengan alumni PPG komisariat Berau dan peserta SM-3T yang kebetulan berada di kota kabupaten untuk menghitung dan menentukan perjalanan ke sekolah penerima donasi di hari berikutnya agar efektif dan efisien. Pada malam itu juga, tim donasi yang terdiri atas enam orang dipecah menjadi 3 tim berdasarkan rute dan akses ke sekolah yang secara simultan bergerak ke sekolah sasaran.
Jumat, 29 April 2016
Tim bergerak meninggalkan sekretariat sementara yang disediakan oleh peserta SM-3T angkatan V (Labarik Andy Saguny Andy Sagoni) pada pukul 08.46 Wita setelah kendaraan datang. Tim pertama (Fitriani Anwar) dibantu alumni PPG wilayah Berau (Supardi Rudi) dan tim kedua yang terdiri atas Akbar Hasman SiLvia dan Aksar Kahar secara bersama menyusuri hutan dengan akses darat menggunakan mobil yang sama karena wilayah sekolah penerima donasi untuk tim pertama dan kedua searah. Perjalanan darat di tempuh selama tiga jam ke dermaga Semurut yang merupakan dermaga untuk tim kedua harus berpindah transportasi menggunakan ketinting menuju SD 006 Tabalar dan SD 002 Tabalar. Tim pertama harus melanjutkan perjalanan lebih kurang satu jam lagi untuk sampai di dermaga Tabalar Muara juga untuk berpindah transportasi menggunakan ketinting menuju SD 001 Tabalar. Sedangkan tim ketiga yang terdiri atas Riant Harianto Rosalez, Sudarwin Win, dan Nasruddin Nasn harus membelah gunung dan hutan menuju SD 001 Segah di Long Laai dan SD 006 Segah di Long Ayap.
Tim pertama (Fitriani Anwar dan Supardi Rudi)
Setelah tiga jam perjalanan darat dari kota Tanjung Redeb menyusuri hutan berkelok-kelok, tim donasi SM-3T Peduli tiba di dermaga Tabalar Muara. Ditemani guru lokal yang menjemput di daratan, tim menumpang speed boat menuju SD 001 Tabalar Muara menyusuri sungai selama 45 menit. Siswa bersama orangtua dan guru SM-3T telah menunggu dan menyambut tim di dermaga sekolah, meski dengan jumlah yang tak banyak karena memang siswa di sekolah tersebut hanya dua puluh orang. Sambutan sederhana nan bersahaja tergambar dari wajah para orangtua dan siswa yang sempat hadir.
SD 001 Tabalar Muara hanya terdiri atas dua rombel yaitu kelas I dan kelas II sementara siswa kelas III, Kelas IV, Kelas V, dan Kelas VI harus melanjutkan sekolah di sekolah induk yang terdapat di daratan. SD 001 Tabalar Muara merupakan sekolah di atas air karena memang perkampungan warga berada di atas air tepat di mulut laut dengan hutan bakau sebagai landscapenya. Berburu dengan waktu sebelum air surut, tim dibantu guru SM-3T bergegas mengemas bantuan berupa seragam dan alat tulis ke dalam goodie bag khas Masyarakat SM-3T Institute untuk diserahkan langsung kepada para siswa sedangkan bantuan buku pelajaran dan buku bacaan diserahkan secara simbolis kepada guru yang mewakili. Antusias siswa sangat nampak dari wajah-wajah penuh rasa ingin tahu mereka.
Acara penyerahan yang dihadiri perwakilan orangtua siswa, guru lokal, guru SM-3T, dan siswa dilakukan secara seremonial sederhana yang diawali dengan pembukaan oleh Fitriani Anwar yang memberikan motivasi kepada siswa untuk terus belajar dan memanfaatkan dengan baik dan bijaksana fasilitas yang ada. Penyerahan donasi berlangsung lebih kurang satu jam yang diakhiri dengan foto bersama.
Di tengah sukacita saling berbagi, tim menemukan fakta miris yang mesti dipikirkan bersama oleh seluruh Masyarakat SM-3T Indonesia yakni beberapa siswa di SD 001 Tabalar Muara terancam putus sekolah di kelas II sekolah dasar karena tidak bisa melanjutkan pendidikan kelas III ke sekolah induk yang berjarak tempuh selama 45 menit menggunakan speed boat. Latar belakang ketiadaan sanak keluarga di daratan lokasi sekolah induk menjadi salah satu penyebab karena di usia kelas III sekolah dasar, anak-anak masih butuh dekapan orangtua dan masih banyak yang belum bisa hidup mandiri, jauh dari orangtua. Jika memaksakan diri bolak-balik ke daratan untuk bersekolah, mereka terkendala dibiaya solar ketinting/speed boat.
Sebelum meninggalkan perkampungan terapung tersebut, lima orang siswa yang melihat tim berjalan dengan guru SM-3T menganggap tim akan membawa guru mereka ikut ke daratan. Siswa tersebut langsung mengatakan “Ibu mau pergikah?” “Kami mau mengaji” “Ibu tidak boleh pergi!” kata mereka yang tidak memberi kesempatan pada guru SM-3T menjawab. Pertanyaan anak-anak itu, menjadikan tim menyimpulkan bahwa peserta SM-3T benar-benar mewakafkan diri di lokasi tugas. Mereka menjadi guru yang benar-benar patut ditiru. Selain menjadi guru kelas yang mengajar di jam sekolah, mereka juga mengajar mengaji di luar jam sekolah. Kesimpulan lain yang muncul adalah para siswa tidak ingin dan takut sang guru pergi sebab jika sang guru pergi, mereka tidak ada guru lagi.
Dengan menumpang speed boat yang sama, tim pertama kembali ke daratan Tabalar yang di tengah perjalanan disajikan dengan pemandangan kemunculan buaya muara di sisi kanan sungai. Buaya muara menjadi momok bagi masyarakat sekitar karena telah berkali-kali memakan korban. Menjelang magrib tim tiba ke daratan lalu melanjutkan perjalanan dengan menggunakan mobil menjemput tim kedua di dermaga Semurut sebelum bersama-sama kembali ke pusat sekretariat sementara tim donasi SM-3T Peduli di Berau yang disediakan oleh peserta SM-3T angkatan V (Labarik Andy Sagoni). Perjalanan penyaluran bantuan memakan waktu seharian sehingga tim baru kembali ke sekretariat pukul 21.30 untuk beristirahat mempersiapkan diri pada perjalanan keesokan paginya menuju sekolah penerima donasi berikutnya.
Tim Kedua (Akbar Hasman dan Aksar)
Pendidikan adalah pilar utama dalam membagun sebuah negara menjadi lebih baik untuk menghasilkan produk-produk berupa manusia yang berdaya saing tinggi dan memiliki SDM yang layak untuk diperhitungkan. Anehnya, di negeri ini segelintir orang sedang asyik terlena oleh tahta dan kekayaan yang mereka miliki sehingga tak sadar bahwa masih banyak anak negeri yang belum merasakan kekayaan negeri ini. Terbukti dengan masih banyaknya sekolah berfasilitas minim seperti di SD 006 Tabalar dan SD 002 Tabalar yang pada April 2016 ini menjadi penerima donasi Program SM-3T Peduli Masyarakat SM-3T Institute.
Mereka sebagai penerima bantuan SM-3T Peduli periode April berkata “Mimpi apa kami hari ini, ternyata masih ada saudara dan bapak-ibu guru yang peduli.” Mereka sangat tahu bahwa tim harus menerobos medan jauh demi menyalurkan bantuan dari para donatur di seluruh Indonesia. Mereka sangat tahu bahwa tim harus melalui pelayaran dari selat Makassar selama 20 jam ditambah menempuh akses darat selama +15 jam menuju Kota Berau tetapi perjalanan itu belum cukup karena kembali harus berjuang dari Tanjung Redeb (Ibukota Berau) menuju Tabalar dengan perjalanan darat selama tiga jam dan perjalanan laut selama 30 menit yang dihantui oleh kekhawatiran karena mobil yang digunakan sangat tidak normal dan tidak layak untuk perjalanan jauh apalagi medan yang harus dilewati adalah hutan belantara yang dikelilingi jurang yang sewaktu-waktu bisa membahayakan jika kurang berhati-hati. Tim sewaktu-waktu harus siap untuk mengambil ganjalan batu semisal mobil yang ditumpangi tidak mampu menanjak.
Setiap kekhawatiran dapat hilang begitu membayangkan senyuman anak-anak di sekolah sasaran. Bayangan senyuman itu membuat semua bersemangat dan harus mengatakan “Ini hal biasa” karena diyakini bahwa lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa membersamai perjalanan penyaluran bantuan para donatur. Hal yang membuat kami tim lelaki kagum dan bangga adalah sosok perempuan Fitriani Anwar yang tidak pernah kelihatan cemas dan lelah selama perjalanan panjang penyaluran donasi periode April ini. Kami bahkan berpikir bahwa dia adalah sosok perempuan dengan jiwa lelaki di dalam dirinya.
Hamparan langit dan hutan belantara Kalimantan menjadi saksi bisu perjalanan penyaluran donasi periode April. Segenap tantangan menjadi tak berarti apa-apa saat tim tiba di lokasi SD 006 Tabalar dan 002 Tabalar yang mengembangkan baliho dan untaian kegiatan penyambutan tulus. Mereka bahkan rela menunggu kedatangan tim berjam-jam sebelum akhirnya tiba di lokasi. Lagu Indonesia Raya dan tari kipas menyambut kedatangan tim yang membuat hati siapa saja bergetar dan seketika mampu menghilangkan rasa lelah. Senyuman mereka sangat berharga, untuk itu segenap para donatur melalui SM-3T Peduli datang untuk menjangkau anak negeri di pelosok nusantara. Tim SM-3T Peduli mewakili masyarakat SM-3T Indonesia datang membawa sedikit yang bisa membuat mereka tersenyum. Harapan kami, suatu saat nanti mereka lahir menjadi pemimpin yang mengantarkan negeri ini menjadi lebih baik. Dapat terlihat jelas teriakan dari sorot mata mereka “Terima kasih Masyarakat SM-3T, terima kasih SM-3T Peduli telah meluangkan waktu, pikiran, dan tenaga untuk menjangkau kami.”
Tim Ketiga (Riant Harianto Rosalez, Nasruddin, Sudarwin)
Perjalanan dengan menyusuri perkebunan sawit dan selanjutnya hutan belantara dengan kondisi jalan yang terjal dan kurang baik, bahkan jika hujan turun bisa saja membuat jalan tak dapat dilalui dibuktikan dengan hanya kendaraan khusus sejenis Hilux yang dapat mengakses jalan tersebut. Sekitar pukul 12 lebih beberapa menit, tim ketiga SM-3T Peduli tiba di lokasi SD Negeri 001 Segah yang terletak di Long Laai. Sebelum menyalurkan donasi, tim memutuskan untuk shalat jumat di Masjid An Nur Long Laai.
Setelah shalat jumat, penyaluran donasi di SD Negeri 001 Long Laai Kecamatan Segah dilaksanakan. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Sudarwin S.Pd., Gr mewakili tim SM-3T Peduli yang dilanjutkan dengan sambutan dari bapak Hang Long selaku kepala SD Negeri 001 Segah yang merespons kegiatan ini dengan sangat positif seraya berterima kasih kepada Pembina Yayasan Masyarakat SM-3T Institute bapak Agus Susilohadi dan penanggung jawab Yayasan Masyarakat SM-3T Akhiruddin Haer, S.Pd., Gr serta tim SM-3T Peduli Masyarakat SM-3T Institute, serta seluruh donatur yang berpartisipasi. Beliau sangat gembira sebab sebelumnya beliau merasa pesimis apakah donasi ini akan sampai di sekolah yang ia pimpin mengingat akses ke daerah ini begitu sulit.
Sebelum penandatanganan berita acara, tim diwakili Riant Harianto Rosalez dipersilakan oleh pembawa acara memberikan tambahan paparan dari tim SM-3T Peduli. Pada kesempatan tersebut, ia menyampaikan salam hangat dari bapak penanggung jawab Yayasan Masyarakat SM-3T Institute dan keinginan beliau untuk duduk bersama dalam kegiatan penyaluran donasi ini, namun karena suatu dan lain hal yang tak kalah pentingnya akhirnya beliau hanya mampu menitip salam untuk membangun pertautan hati dengan segenap warga Long Laai khususnya keluarga besar SD Negeri 002 Long Laai sebagai tanda bahwa beliau begitu peduli. Kegiatan selanjutnya adalah penandatanganan berita acara oleh Bapak kepala sekolah disaksikan peserta SM-3T dan Tim SM-3T Peduli Masyarakat SM-3T Institute dirangkaikan dengan penyerahan secara simbolik dan foto dokumentasi. Pukul 14.51 Wita kegiatan donasi di SD Negeri 002 Long Laai selesai.
Setelah makan siang pada pukul 15.15 Wita perjalanan tim ke lokasi kedua dimulai dari Long Laai menuju Long Ayap menjumpai siswa-siswa di SD Negeri 006 Segah dengan menggunakan transportasi air yang disebut katinting. Perjalanan menyusuri sungai Mahkam yang memiliki jiram dalam istilah lokal yaitu pertemuan arus yang deras sehingga kelihatan bak ombak di pantai dan ditambah batu-batuan yang ada di sungai tersebut begitu nampak sebab saat itu air sedang surut.
Pukul 16.17 Wita, tim donasi Masyarakat SM-3T Institute melalui Program SM-3T Peduli tiba di lokasi SD Negeri 006 Segah, Kampung Long Ayap. Suasana begitu haru melihat siswa-siswa berlarian ke arah perahu yang ditumpangi oleh tim donasi dan ternyata mereka sedari tadi menunggu tanpa perasaan bosan dan jenuh sedikitpun. Wajah bahagia dan perasaan senang mereka sangat jelas kelihatan oleh tim donasi.
Cepat-cepat barang donasi diangkat menuju sekolah, dimasukkan ke dalam goodie bag dan setelah semuanya rampung agenda kegiatan pun dimulai. Kegiatan diupayakan singkat dalam durasi namun tetap padat dalam maknanya. Setelah sambutan dari Riant Harianto Rosalez mewakali tim yang sekali lagi menyampaikan salam hangat dari penanggung jawab Yayasan Masyarakat SM-3T Institute dan permohonan maaf beliau karena tak sempat hadir dalam kegiatan ini dan juga menitipkan pesan yang selalu disampaikan bahwa pola pikir kita yang ada di daerah 3T harus kita ubah jangan merasa karena kita di daerah yang serba terbatas maka kita tidak bisa seperti orang-orang yang ada di daerah yang lebih maju, justru hal ini harus kita jadikan kesempatan untuk dapat sejajar dengan mereka bahkan melampau jika Tuhan mengizinkan. Mengakhiri sambutan tak lupa disampaikan permohonan maaf atas keterlambatan dan membuat warga sekolah menunggu begitu lama dan berterima kasih atas kesabaran dan keikhlasan mereka dalam menunggu tim SM-3T Peduli.
Kesempatan sambutan selanjutnya oleh Ibu Hermino mewakili pihak SD Negeri 006 Segah, menghatur terima kasih yang sebesar-besarnya kepada segenap pihak yang terlibat di dalam donasi ini terutama Pembina Yayasan Masyarakat SM-3T Institute bapak Agus Susilohadi dan penanggung jawab Yayasan Masyarakat SM-3T AKhiruddin, S.Pd., Gr serta Tim Masyarakat SM-3T Institute melalui Program SM-3T Peduli. Mereka tidak menyangka dan tidak mengetahui jika tim donasi akan tiba di sekolah dan mampu menjangkau mereka yang begitu jauh terpencil sebelum diberitahu oleh peserta SM-3T yang bertugas di sekolah tersebut. Beliau meminta agar kerjasama ini bisa diteruskan mengingat mereka memang sangat terisolasi.
Pukul 17.35, tim kembali ke Long Laai menggunakan ketinting, menyusuri kembali sungai Mahkam dengan melawan arus. Setelah menandatangani buku tamu, tim kemudian bergegas menuju posko awal di Tanjung Redeb, Kota Berau menggunakan mobil hilux yang sejak pagi disewa. Tepat pukul 21.46 Wita, tim tiba di posko awal dengan selamat dan begitu bahagia sebab mampu berbagi buat sesama anak negeri, seraya berharap semoga kegiatan ini mulai dari awal hingga akhir dapat bernilai ibadah di sisi Sang Tuhan Penguasa alam raya dan implementasi nyata wujud tanggung jawab moral pada kehidupan ber-Indonesia bagi semua yang terlibat.
Sabtu, 30 April 2016
Setelah penyerahan donasi di lima sekolah di Jumat, 29 April 2016, tim kembali melanjutkan penyaluran bantuan SM-3T Peduli ke SD 004 Derawan yang terletak di muara Derawan, pemukiman di atas air. Tim yang terjun langsung sebanyak lima orang yang terdiri atas Fitriani Anwar, Akbar Hasman, Riant Harianto Rosalez, Nasruddin, dan Supardi Rudi berdasarkan daya muat speed boat. Dua orang tim lainnya Aksar Kahar dan Sudarwin mempersiapkan barang-barang di sekretariat sementara dibantu oleh SM-3T angkatan V (Labarik Andy Sagoni) untuk kembali ke kota Samarinda setelah tim tiba kembali dari SD 004 Derawan.
Tim meninggalkan sekretariat pukul 08.00. Perjalanan menyusuri sungai nan luas serupa lautan lengkap dengan ombak di bawah terik matahari ditempuh selama satu jam tiga puluh menit ke SD 004 Derawan Muara dari dermaga pangkalan speed boat di Tanjung Redeb, Berau. Transportasi mahal menjadi kendala yang mengisolir masyarakat. Sambutan hangat warga di dermaga yang secara responsif membantu mengangkat dus-dus berisi bantuan. Tim dibantu peserta SM-3T segera mengemas bantuan ke dalam goodie bag untuk kemudian diserahkan kepada siswa-siswa yang telah lama menunggu kedatangan tim.
Acara penyerahan diawali dengan sambutan dari kepala sekolah yang menyampaikan terima kasih mewakili siswa dan orangtua siswa penerima donasi sekaligus menyampaikan kebanggaannya pada peserta SM-3T di sekolah tersebut karena selama mendapatkan guru SM-3T, sekolah dapat berprestasi bahkan melebihi sekolah induk. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Fitriani Anwar mewakili tim SM-3T Peduli. Pada kesempatan tersebut, Fitriani Anwar menyampaikan gambaran tentang Yayasan Masyarakat SM-3T Institute sejak awal didirikan hingga berada dan menjangkau Berau di April 2016. Fitriani Anwar juga menyampaikan harapan agar anak-anak SD 004 Derawan dapat tetap berprestasi meski berada di daerah dengan akses transportasi yang sulit sebab tidak ada yang membedakan selain tekad. Tak lupa juga disampaikan salam kepada penerima donasi dari Ibu Paristiyanti Nurwardani selaku Direktur Pembelajaran Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kemristekdikti yang membawahi SM-3T angkatan V, Ayahanda Agus Susilohadi selaku pembina Masyarakat SM-3T Institute, Akhiruddin Haer selaku Direktur Masyarakat SM-3T Institute.
Penyerahan bantuan ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh ibu kepala sekolah. Suka cita jelas tampak di wajah anak-anak saat tim dibantu kepala sekolah membagikan paket bantuan. Mereka bahkan tak sabar ingin segera pulang memamerkan paket donasi yang mereka terima kepada keluarga masing-masing. Kegiatan diakhiri dengan foto bersama dan makan bersama.
Sebelum meninggalkan SD 004 Derawan, tiga orang siswa dengan malu-malu mendatangi tim SM-3T Peduli di rumah dinas peserta SM-3T untuk lebih lanjut saling bercengkrama santai. Mereka beserta beberapa warga dengan antusias mengantar tim ke dermaga tempat speed boat berlabuh. Pukul 13.00 tim meninggalkan SD 004 Derawan menuju dermaga di kota Tanjung Redeb untuk selanjutnya bersiap meninggalkan Kabupaten Berau menuju Kota Samarinda.
Pukul 15.00, tim tiba di dermaga Tanjung Redeb dari SD 004 Derawan, lebih lambat dari waktu berangkat yang hanya 1,5 jam dikarenakan ombak yang beberapa kali menerjang speed boat. Perjalanan kemudian dilanjutkan ke sekretariat sementara untuk menjemput tim lain yang tidak ikut ke SD 004 Derawan yang disebabkan daya muat speed boat. Tidak ingin berlama-lama beristirahat di sekretariat, tim lalu melanjutkan perjalanan untuk kembali ke Samarinda. Pukul 16.00, tim bergerak meninggalkan kota Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, kembali melintasi belantara Kalimantan. Empat jam perjalanan, tim memutuskan menginap di rumah warga yang direkomendasikan oleh Saudara Heni Widyastuti (alumni PPG SM-3T) di kota Wahau agar dapat tetap fokus berkendara karena memang jalan yang akan dilalui cukup ekstrim jika tidak dalam kondisi segar apalagi malam hari. Berkat persambungan silaturahmi tersebut, tim dapat beristirahat di sela perjalanan.
Minggu, 1 Mei 2016
Pukul 05.00 Wita, tim kembali segar untuk melanjutkan perjalanan menuju Kota Samarinda dengan harapan dapat tiba sebelum waktu shalat dzuhur. Pukul 13.45 Wita, tim tiba di Samarinda dan sempat beristirahat 2 jam sebelum kembali melanjutkan perjalanan ke bandara di Balikpapan untuk kembali ke Makassar di pukul 21.00 Wita. Menjelang pukul 00.00 Wita, tim SM-3T peduli tiba dengan selamat di Makassar tepatnya di Basecamp of Agus Susilohadi Education Care.
Terima kasih kepada para donatur SM-3T Peduli Masyarakat SM-3T Institute.
Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pengumpulan dan penyaluran donasi.







