SERUYAN, Kalimantan Tengah – Yayasan Masyarakat SM-3T Institute terus menunjukkan komitmennya dalam menyebarkan kebaikan hingga ke wilayah pelosok Indonesia. Kali ini, kegiatan SM-3T Peduli dan Edukasi Literasi Guru 3T Indonesia dilaksanakan di Kabupaten Seruyan pada 29 – 30 April 2026. Program tersebut melibatkan 80 siswa dan 50 guru yang berlangsung di SDN 1 Tumbang Setoli, Kecamatan Suling Tambun, Kabupaten Seruyan, Provinsi Kalimantan Tengah.
Perjalanan menuju lokasi kegiatan berlangsung tidak mudah. Tim harus menempuh perjalanan panjang dengan medan yang cukup berat untuk dapat mencapai SDN 1 Tumbang Setoli yang berada di kawasan pinggiran anak Sungai Seruyan, di perbatasan Provinsi Kalimantan Barat sekaligus wilayah hulu Kalimantan Tengah.
Dari ibu kota kabupaten, tim membutuhkan waktu sekitar 17 jam perjalanan untuk tiba di lokasi kegiatan. Rute yang dilalui melintasi kawasan pegunungan dengan kondisi jalan terjal, licin, dan berlumpur. Namun, tantangan tersebut tidak menyurutkan semangat pengabdian tim dalam menjangkau peserta didik dan guru di wilayah pedalaman tersebut.
Kegiatan diawali dengan penyerahan bantuan SM-3T Peduli berupa paket seragam olahraga kepada 80 siswa SDN 1 Tumbang Setoli. Bantuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembukaan program yang disambut dengan penuh antusias oleh para siswa. Kepala SDN 1 Tumbang Setoli, Muliyadi, S.Pd., Gr., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepedulian Masyarakat SM-3T Institute yang telah menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan siswa. Ia mengungkapkan bahwa bantuan seragam olahraga tersebut sangat dinantikan oleh peserta didik.
“Terima kasih kepada Masyarakat SM-3T Institute. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi siswa kami dan kami berharap seluruh rangkaian kegiatan di sekolah ini dapat berjalan dengan baik dan lancar,” ujarnya.
Para siswa tampak gembira saat menerima bantuan tersebut. Salah satu siswa kelas IV, Marwah, juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Yayasan Masyarakat SM-3T Institute sebagai pihak penyelenggara.
“Terima kasih MSI sudah memberikan kami baju olahraga yang membuat saya tambah semangat belajar dan berolahraga,” ucapnya.
Keesokan harinya, Kamis, (30/04/2026), kegiatan Edukasi Literasi Guru (ELG) dilaksanakan dan dibuka oleh Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (KaBid PTK) juga sebagai Narasumber Literasi, Arvian Yuli Artha, M.Pd. Dalam sambutannya beliau memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, program yang digagas Masyarakat SM-3T Institute ini sangat membantu upaya pemerintah dalam pemerataan mutu pendidikan, khususnya di wilayah 3T. Ia menilai kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi pengembangan kompetensi guru, terutama dalam menambah wawasan dan memperkaya informasi untuk peningkatan profesionalisme pendidik. Ia juga berharap agar program-program serupa dari Kemendikdasmen dapat kembali dilaksanakan di Kabupaten Seruyan guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah tersebut.
Kegiatan Edukasi Literasi Guru ini dihadiri oleh 50 guru se-Kecamatan Suling Tambun dari berbagai jenjang satuan pendidikan, yakni PAUD, SD, SMP, dan SMA. Dalam 10 tahun terakhir, kegiatan Edukasi Literasi Guru yang diselenggarakan oleh Yayasan Masyarakat SM-3T Institute ini untuk pertama kalinya dilaksanakan langsung di wilayah 3T. Hal tersebut membuat antusiasme guru sangat tinggi, meskipun pada hari pelaksanaan cuaca hujan dan kondisi jalan berbukit serta licin tidak menyurutkan semangat peserta untuk menghadiri dan memenuhi ruang pertemuan.
Kepala SDN 1 Tumbang Salau yang juga turut sebagai peserta dalam kegiatan ini menyampaikan ucapan terima kasih kepada Masyarakat SM-3T Institute dan Dinas Pendidikan Kabupaten Seruyan atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menuturkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi guru-guru di daerah pedalaman dalam memahami literasi dan pembelajaran mendalam, serta menambah wawasan dan pengetahuan. Ia juga berharap ke depan dapat lebih banyak pelatihan serta perhatian yang diberikan kepada guru-guru yang berada di wilayah 3T.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai literasi dasar, pembelajaran mendalam (deep learning), serta pemanfaatan media Papan Interaktif Digital (PID) dalam pembelajaran. Tidak hanya menerima paparan teori, peserta juga mengikuti praktik langsung penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi.
Pendidikan di Indonesia akan lebih bermakna jika perhatian terhadap pengembangan guru dapat dirasakan secara merata hingga ke pelosok desa terpencil, sebagaimana telah diamanatkan dalam konstitusi dan peraturan perundang-undangan. Salah satu wujud nyata upaya tersebut ditunjukkan oleh Yayasan Masyarakat SM-3T Institute yang terus berperan sebagai wadah dalam mendorong kemajuan pendidikan hingga ke para abdi sunyi di Kecamatan Suling Tambun, Kabupaten Seruyan, Provinsi Kalimantan Tengah.
Koresponden:
Tim Publikasi MSI











