NUNUKAN, Kalimantan Utara – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Yayasan Masyarakat SM-3T Institute menggelar kegiatan Edukasi Literasi Guru di SMA Negeri 1 Sei Menggaris, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, pada 2 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti sekitar 50 guru dari berbagai satuan pendidikan di Kecamatan Sei Menggaris, yakni SMA Negeri 1 Sei Menggaris, SD Negeri 004 Sei Menggaris, SD Negeri 005 Sei Menggaris, SMP Negeri 003 Sei Menggaris, SD Fangiono II, dan SMP Fangiono II.
Kegiatan tersebut menjadi wadah kolaborasi bagi para pendidik untuk memperkuat budaya literasi sekaligus meningkatkan kompetensi guru dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih berkualitas dan bermakna bagi peserta didik.
Mengangkat semangat peningkatan kapasitas pendidik di wilayah perbatasan, kegiatan Edukasi Literasi Guru menghadirkan tiga narasumber dengan latar belakang dan pengalaman yang beragam. Tantriani, S.Pd., Gr., selaku Fasilitator Daerah Pembelajaran Mendalam bagi Guru, menyampaikan materi tentang Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang menekankan pentingnya pembelajaran yang bermakna, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik.
Materi berikutnya disampaikan oleh Alumni Program SM-3T, Endriyan Sumaili, S.Pd., M.Pd., Gr., mengenai Pemanfaatan Digitalisasi dalam Pembelajaran. Melalui materi tersebut, peserta memperoleh wawasan tentang pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan efektivitas sekaligus kreativitas dalam proses belajar mengajar.
Sementara itu, Ahmad Abdur Rohman, S.Pd., Gr., Pendamping PPG Guru Tertentu Papua Tengah, memaparkan materi tentang Konsep Dasar Literasi. Ia menegaskan pentingnya penguatan budaya literasi sebagai fondasi dalam membangun kemampuan berpikir kritis dan karakter peserta didik.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta tampak antusias mengikuti sesi diskusi, berbagi praktik baik, serta bertukar pengalaman mengenai tantangan dan peluang pendidikan di wilayah perbatasan.
Panitia pelaksana kegiatan, Endriyan Sumaili, S.Pd., M.Pd., Gr., mengatakan bahwa Edukasi Literasi Guru merupakan bagian dari komitmen MSI dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).
“Melalui kegiatan ini, guru diharapkan mampu mengimplementasikan berbagai konsep dan strategi pembelajaran yang diperoleh selama pelatihan ke dalam praktik mengajar di sekolah masing-masing,” ujarnya.
Usai pelaksanaan Edukasi Literasi Guru, MSI melanjutkan pengabdiannya melalui program sosial SM-3T Peduli pada 3 Mei 2026. Sebanyak 55 paket bantuan pendidikan disalurkan kepada siswa di wilayah Sei Menggaris dari berbagai satuan pendidikan di Kecamatan Sei Menggaris, Kabupaten Nunukan, yakni SMA Negeri 1 Sei Menggaris, SD Negeri 004 Sei Menggaris, SD Negeri 005 Sei Menggaris, dan SMP Negeri 003 Sei Menggaris.
Paket bantuan tersebut berisi tas sekolah, alat tulis, makanan ringan, susu, serta buah-buahan. Bantuan diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan pendidikan anak-anak sekaligus upaya untuk menumbuhkan semangat belajar mereka.
Salah satu penerima bantuan, Asma Aulia, siswi SMA Negeri 1 Sei Menggaris, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas bantuan yang diterimanya.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Masyarakat SM-3T Institute atas bantuan yang telah diberikan. Tas dan peralatan tulis ini sangat berguna untuk kegiatan pembelajaran saya di kelas. Bantuan ini membuat saya semakin semangat untuk belajar dan meraih cita-cita,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan selama dua hari tersebut menjadi bukti nyata bahwa semangat pendidikan terus tumbuh dan berkembang di wilayah perbatasan Indonesia. Melalui Edukasi Literasi Guru dan program SM-3T Peduli, MSI tidak hanya menghadirkan ruang belajar bagi para guru, tetapi juga menebarkan harapan bagi generasi muda di daerah perbatasan.
Dari Sei Menggaris, Kabupaten Nunukan, semangat kolaborasi, literasi, dan kepedulian terus digaungkan demi mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata bagi seluruh anak bangsa.
Koresponden:
Tim Publikasi MSI











