Kegiatan Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) Lombok Tengah yang berlokasi di SMPN 2 Praya Barat Daya, Desa Batu Jangkih, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat dimulai dari hari Jumat, 21 september 2018 hingga Minggu, 23 september 2018. Kegiatan MeAN di SMPN 2 Praya Barat Daya merupakan MeAN yang ke-33 dari rangkaian kegiatan yang telah terlaksana.

Pembukaan Kegiatan Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) Lombok Tengah yang berlokasi di SMPN 2 Praya Barat Daya, pada Jumat 21 September 2018. Kegiatan dimulai dengan tari sambutan khas Lombok Tengah yaitu tari Ngiring Simpang yang dibawakan dengan sangat anggun oleh peserta didik SMPN 2 Praya Barat Daya. Sembilan peserta didik dengan balutan baju adat daerah Lombok Tengah tampil dengan sangat luar biasa, ditandai dengan tepuk tangan meriah seluruh tamu undangan. Setelah persembahan tari, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan pembawa acara oleh peserta GGD Lombok Tengah, Rely Mariana Hafis, S,Pd., Gr. Kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars SM-3T.

Figian Dienea Rola, S.Pd.,Gr., selaku ketua panitia melaporkan beberapa penjelasan tentang kegiatan Mengedukasi Anak Negeri Lombok Tengah. Beliau menambahkan ucapan terima kasih kepada semua pihak terkhusus Bapak Kepala SMPN 2 Praya Barat Daya yang telah memberikan izin untuk berkegiatan di lokasi sekolah yang dipimpinnya.
Kegiatan kembali dilanjutkan dengan penampilan Tari Zaman oleh peserta didik SMPN 2 Praya Barat Daya. Dilanjutkan dengan sambutan oleh Kepala SMPN 2 Praya Barat Daya, Junaedi, S.Pd., yang menyambut dengan baik kedatangan seluruh sahabat Masayarakat SM-3T Indonesia baik dari tim MSI dan GGD Lombok Tengah. Bapak kepala sekolah sangat mengapresiasi kegiatan MeAN ini dan juga sangat berterima kasih telah memilih SMPN 2 Praya Barat Daya.

“Saya berharap agar kerjasama antara kita semua yang terlibat dalam kegiatan ini, bisa memberikan warna baru bagi pendidikan di Lombok Tengah khususnya di SMPN 2 Praya Barat daya”, tambah beliau menutup sambutannya.
Peserta didik turut menyambut kedatangan tim MeAN dengan menampilkan tarian Arabic Dance. Dalam balutan baju tari perpaduan Lombok Tengah dan Arab, mereka tampil dengan sangat baik. Kegiatan Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) Lombok tengah secara resmi dibuka oleh Kepala Desa Batu Jangkih, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

“Saya berharap agar kiranya peserta didik serius mengikuti kegiatan ini sampai selesai karena kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat baik untuk pendidikan di daerah kita”, ucap beliau usai membuka kegiatan.
Pembukaan MeAN ditutup oleh pembawa acara dengan harapan kegiatan MeAN di SMPN 2 Praya Barat Daya, Desa Batu Jangkih, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat, bisa berlangsung dengan aman dan sukses.

Setelah acara pembukaan, kegiatan kembali dilanjutkan dengan pembagian kelas khusus oleh GGD yang bertugas di SMPN 2 Praya Barat Daya, Yuyun Setiawati, S.Pd., Gr. Peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelas antara lain, kelas tari, kelas musikalisasi puisi, kelas menulis, kelas drama dan kelas hasta karya. Di kelas tari, peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok tari, seperti tari Manuk Dadali, Tari Mandalika, dan Tari Bosara.

Tari Manuk Dadali dikoordinir langsung oleh Nila Wahyu Ning Ati, S. Pd., Gr. Beliau menjelaskan tujuan dari tari ini adalah untuk membuat peserta didik agar lebih mencintai dan melestarikan budaya yang ada di Indonesia. Pada tari Bosara yang merupakan tari khas Sulawesi Selatan dilatih langsung oleh alumni PPG SM-3T Ervina Sari, S.Pd.
“Tari Bosara adalah tari sambutan yang dilakuan ketika akan menjamu tamu yang hadir di suatu acara. Tujuan pelatihan tari ini adalah untuk mengenalkan budaya khas Sulawesi Selatan kepada peserta didik di SMPN 2 Praya Barat Daya”, ungkap Ervina.
Yuyun Setiawati, S. Pd., Gr., selaku penanggung jawab tari Mandalika menjelaskan tujuan dari tari ini adalah untuk melestarikan budaya lokal sehingga peserta didik lebih mencintai budaya asli daerah mereka.
Pada kelas menulis yang berlangsung bersamaan dengan kelas khusus yang lain, peserta didik dibimbing langsung untuk lebih memahami cara menulis puisi dan cerpen. Kelas ini dibimbing langsung oleh salah satu GGD Lombok Tengah, Ramadhan, S. Pd., Gr. “Salah satu tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dasar peserta didik dalam menulis” ungkap Pak Ramadhan.
Di kelas drama, peserta didik dilatih untuk meningkatkan rasa percaya dirinya untuk tampil di depan banyak orang dengan memerankan karakter sesuai dengan peran yang mereka dapatkan. Mereka dibimbing oleh Rely Mariana Hafis, S. Pd., Gr, selaku penanggung jawab kelas drama. Kegiatan ini menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan yang baru pertama kali didapatkan oleh peserta didik, sehingga mereka terlihat sangat antusias untuk mengikuti semua arahan dari pembimbing mereka.

Muhammad Rusdi, S. Pd., Gr., selaku penanggung jawab kegiatan hasta karya menjelaskan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan dan menumbuhkan kemampuan peserta didik dalam merencanakan, membuat, dan mempertunjukkan hasil karya tangannya yang kreatif, bernilai seni, dan bernilai jual tinggi. Dalam pelatihannya, peserta didik diajarkan bagaimana membuat layang-layang khas Lombok Tengah.
Kelas yang terakhir adalah kelas musikalisasi puisi yang dibimbing oleh Khaeruddin, S. Pd., Gr. Beliau membimbing peserta didik dalam memadukan pembacaan puisi dengan lantunan musik dan gitar. Semua kelas khusus berlangsung bersamaan dan berakhir tepat pukul 15.00 Wita.
Sabtu, 22 September 2018 kegiatan hari kedua dimulai dengan Seminar Wawasan Kebangsaan dan Cinta Tanah Air. Onny Chandra firdaus, S. Pd., Gr., GGD Kabupaten Lombok Tengah ialah pemateri. Kegiatan berlangsung tepat pukul 07.30 Wita dan diikuti oleh puluhan peserta didik yang ada di SMPN 2 Praya Barat Daya.
“Sebagai bangsa yang baik, kita harus mencintai negara kita. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang unik dengan keragaman baik suku, budaya, dan bahasanya”, kata beliau dalam penyampaian materinya.
Setelah kegiatan Seminar Wawasan Kebangsaan dan Cinta Tanah Air, kegiatan dilanjutkan dengan penguatan pendidikan karakter yang lain yaitu Sosialisasi Anti Narkoba, HIV/AIDS, dan bahaya pernikahan dini. Kegiatan dibawakan langsung oleh Muthmainnah Wahyuning Tyas, S. Pd., Gr., dan Ibnu Dwi Prasetyo, S. Pd., Gr. Dalam meteri yang dibawakan, Mutmainnah menjelaskan tentang bahaya Narkoba dan HIV/AIDS bagi pemuda khususnya pelajar. Ibnu yang membawakan materi tentang bahaya pernikahan ini, menjelaskan bahwa pernikahan dini sangat berbahaya untuk mereka yang di bawah umur.
“Salah satu masalah yang diakibatkan oleh pernikahan dini adalah ketidaksiapan dalam berumah tangga dan tentunya merusak masa depan peserta didik”, tambah Ibnu.

Setelah kegiatan penguatan pendidikan karakter, peserta didik mengikuti kelas literasi. Dalam kelas literasi ada dua poin penting yang ingin disampaikan kepada peserta didik yaitu sosioalisasi gerakan literasi sekolah dan pembuatan pohon literasi. Pada kegiatan sosialisasi Gerakan Literasi Sekolah, Akbar, S. Pd., Gr, selaku penanggung jawab menjelaskan bahwa kegiatan literasi sangat penting khusunya diterapkan di sekolah. Beberapa jenis kegiatan literasi yang bisa diterapkan di sekolah adalah penataan sudut baca, pemberdayaan mading sekolah, dan tentunya sumber baca yang cukup untuk peserta didik.
Setelah sosisalisasi GLS, kegiatan kembali dilanjutkan dengan kegiatan pembuatan pohon literasi oleh peserta didik. Wahyu Febriantiwi, S. Pd., Gr., dan Eva Ratna Mustikasari, S. Pd., Gr., selaku penanggung jawab kegiatan menjelaskan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan wadah kepada peserta didik menampilkan hasil tulisannya, baik itu puisi maupun cerpen yang telah dibuat.
Setelah istirahat, kegiatan kembali dilanjutkan dengan kelas khusus seperti di hari pertama, khusus untuk kelas menulis peserta didik dibimbing untuk menata majalah dinding yang telah mereka buat.

Pada malam hari, kegiatan dilanjutkan dengan malam pentas untuk memperlihatkan hasil pelatihan selama dua hari khusunya bagi mereka yang ikut dalam beberapa kelas. Tidak seperti MeAN sebelumnya yang kegiatan puncak diadakan di malam terkahir kegiatan, MeAN di Lombok Tengah dilaksanakan di malam kedua kegiatan karena mempertimbangkan kondisi peserta didik dan kebiasaan yang ada di wilayah tersebut.
Sebelum kegiatan peserta didik diperlihatkan film dokumenter yang berisi hasil dokumentasi kegiatan selama dua hari. Kegiatan malam pentas dimulai dengan pembukaan oleh pembawa acara dilanjutkan dengan penampilan tari Bosara asal Sulawesi Selatan. Dengan baju adat khas Sulawesi Selatan, peserta didik yang asli Lombok Tengah tampil dengan sangat anggun dan tampil sangat memukau penonton. Setelah penampilan tari, kegiatan dilanjutkan dengan pembakaran api unggun oleh Kepala Sekolah SMPN 2 Praya Barat Daya.
Kegiatan kembali dilanjutkan dengan pertunjukan drama yang bertemakan perselisihan serta perdamaian dalam sepak bola. Tema ini sengaja diangkat untuk memberikan pesan kepada penonton bahwa perdamaian lebih indah dari segalanya, karena di sekitaran lokasi MeAN masih sering terjadi kekerasan dalam lomba khususnya sepak bola.

Penampilan tari Manuk Dadali merupakan persembahan selanjutnya yang ditampilkan oleh peserta didik SMPN 3 Praya Barat Daya. Tari yang berasal dari Provinsi Jawa Barat berhasil dibawakan dengan sangat baik oleh peserta didik. Kegiatan kembali dilanjutkan dengan penampilan musikalisasi puisi bertema Ibu yang dipadukan dengan lagu yang berjudul Bunda. Malam pentas ditutup dengan penampilan tari Mandalika tari lokal Lombok Tengah.

Pada hari ketiga minggu 23 september 2018 setelah shalat subuh, peserta didik bersiap untuk menuju ke bukit Ale-ale untuk mengikuti kegiatan senam, pembagian donasi, serta penutupan kegiatan MeAN Lombok Tengah. Setelah sampai di bukit Ale-ale, peserta didik melaksanakan kegiatan senam untuk meningkatkan kebugaran peserta didik.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Aan Bagos, S. Pd., Gr., GGD Lombok Tengah. Setelah kegiatan senam, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada peserta didik yang dianggap sangat aktif selama mengikuti kegiatan MeAN dan pemberian donasi berupa alat tulis kepada semua peserta didik SMPN 2 Praya Barat Daya.
Kegiatan MeAN ditutup oleh perwakilan guru SMPN 2 Praya Barat Daya Bapak Rahman. Ucapan terima kasih diberikan kepada tim satgas MeAN yang telah memberikan banyak pengalaman baru bagi peserta didiknya. Harapan beliau agar kegiatan seperti ini terus dilakukan di sekolahnya dan berkelanjutan untuk masa yang akan datang. Kegiatan MeAN Lombok tengah ditutup dengan acara foto bersama di bukit Ale-ale yang merupakan puncak tertinggi di kecamatan Praya Barat Daya lokasi kegiatan MeAN.
Reportase: Tim reportase GGD Lombok Tengah
Editor: Tim editor MSI







