Jumat, 21 September 2018 tim Masyarakat SM-3T Indonesia (MSI) dan tim Basecare Edukasi Sulawesi Utara melakukan perjalanan mengarungi laut menuju Kabupaten Kepulauan Talaud dan tiba di pelabuhan Beo pada hari Sabtu, 22 September 2018. Pukul 14.00 wita dilaksanakan koordinasi bersama antara GGD Kabupaten Kepulauan Talaud, GGD Dikmen Sulawesi Utara, tim MSI, dan tim Basecare Sulawesi Utara untuk persiapan kegiatan Mengedukasi Anak Negeri (MeAN).
Senin, 24 September 2018 bertempat di aula Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepulauan Talaud, Tim Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) dilepas menuju ke tempat kegiatan oleh Kepala Bidang Pendidikan Dasar. Dalam sambutannya, beliau mengatakan bahwa kegiatan SM-3T merupakan nawacita kelima dari Presiden RI sehingga sangat tepat dilaksanakan kegiatan MeAN di Kabupaten Kepulauan Talaud yang merupakan daerah pinggiran. Guru Garis Depan dan alumni SM-3T yang terlibat dalam kegiatan mengedukasi anak negeri bukan hanya sekadar mengajar, tetapi pasti ada ciri khas tertentu yang dikaitkan dengan pendidikan penguatan karakter sehingga nantinya peserta didik yang menerima edukasi mampu menjawab tantangan ke depan dalam menghadapi era persaingan global yang menuntut kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual yang merupakan kearifan lokal dan nilai luhur yang telah diwariskan oleh para leluhur sehingga nilainya tidak terkikis oleh arus modernisasi.
MeAN SDN Inpres Gemeh

Selasa, 25 September 2018. Pembukaan kegiatan dimulai pukul 09.00 wita. Lagu Indonesia Raya dan Mars SM-3T menjadi lagu pembuka kegiatan yang dipandu oleh Basmawati, S.Pd., Gr. Selanjutnya Risandy R. Tangkuna, S.Pd., Gr., selaku Ketua Basecare Sulawesi Utara memberikan laporan terkait persiapan kegiatan yang akan dilaksanakan selama tanggal 25-27 september 2018. Peserta MeAN adalah GGD Kabupaten Kepulauan Talaud, GGD Dikmen Sulawesi Utara, dan Alumni PPG SM-3T. Kegiatan MeAN ini adalah kegiatan yang ketiga kali dilakasanakan di Provinsi Sulawesi Utara, dan kedua kalinya untuk Kabupaten Kepulauan Talaud. Harapannya agar kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang baik bagi sekolah dan masyarakat.
Sambutan pertama mewakili GGD disampaikan oleh Heidi Kristian Repi, S.Pd., Gr., dengan harapan semoga tim MeAN bisa diterima oleh masyarakat dan sekolah selama berkegiatan disini. Peserta didik merupakan sentra dan tujuan utama pelaksanaan kegiatan ini dengan program-program untuk menebar energi positif sebagai guru profesional.
“Kegiatan MeAN ini merupakan kegiatan gotong royong yang telah dirancang yang terdiri dari program PAIKEM, kurikulum, sarasehan literasi, penguatan karakter, dan membangun semangat spiritual. Bukan hanya peserta didik sebagai sasaran utama kegiatan ini tetapi juga akan melibatkan masyarakat dalam beberapa kegiatan yang telah dijadwalkan”, ujar Syahrir, S. Pd., Gr., mewakili tim Masyarakat SM-3T Institute.
Sambutan ketiga disampaikan oleh perwakilan UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Gemeh bahwa harapannya kegiatan ini dapat memberi dampak yang baik dan sangat memotivasi pendidikan yang ada di Kecamatan Gemeh sehingga guru yang ada di wilayah ini dapat belajar dari setiap kegiatan yang berkaitan dengan proses pembelajaran disekolah.
“Terimakasih untuk semua pihak yang terlibat dalam kegiatan MeAN terutama untuk para GGD yang telah bersedia meninggalkan tempat tugasnya untuk mengedukasi anak negeri yang ada di kecamatan Gemeh” tambahnya.
Sambutan keempat mewakili pemerintah kecamatan Gemeh disampaikan oleh perwakilan dari Polsek Gemeh sekaligus membuka rangkaian kegiatan MeAN di SDN Inpres Gemeh.

Usai kegiatan pembukaan, Sesi pertama dimulai pukul 10.00 wita yakni pembagian kelas untuk menerima materi yang disiapkan. “Pijak Huruf” dengan sasaran peserta didik kelas satu dan dua disampaikan oleh Henny M. Sondak, S.Pd., Gr. Dengan menggunakan alat berupa karpet huruf, kegiatan ini bertujuan untuk mengajarkan peserta didik agar lebih cepat mengenal huruf. Kegiatan didalam kelas dimulai dengan guru menyebutkan satu kata dan peserta didik mengeja huruf-huruf dari kata tersebut dengan cara berpijak pada karpet huruf tersebut dan juga menyebutkan huruf apa yang dipijakinya. Dalam kegiatan ini juga dinilai kecepatan peserta didik dalam mengeja tiap huruf.
Kelas tiga dan empat diisi dengan materi “Math is Fun” oleh Dian Mega Indah Lestari, S.Pd., Gr. Tujuan kegiatan ini agar peserta didik menguasai perkalian tanpa hafalan, tanpa kertas maupun pena dan pensil. Peserta didik diajarkan untuk menghitung hasil perkalian 6 – 10 dengan menggunakan jari-jari tangan. Metode ini berbeda dengan metode yang digunakan sehari-hari sehingga peserta didik kelihatan begitu antusias belajar matematika tanpa harus menghafal. Tidak hanya peserta didik, para guru yang mengikuti kegiatan itu pun sangat antusias.
Yosima Apena, S.Pd., memberikan pembelajaran “Menulis Puisi” kepada peserta didik kelas lima dan enam. Kegiatan ini awalnya dilaksanakan didalam kelas dengan menjelaskan kepada peserta didik pengertian tentang puisi dan bagaimana cara menulis puisi. Setelah itu peserta didik diajak keluar kelas untuk melihat lingkungan sekitar. Selanjutnya peserta didik diberikan kertas yang sebelumnya sudah digunting berbentuk buah untuk mengekspresikan apa yang mereka lihat dan rasakan ketika berada di alam sekitar kedalam bentuk karya sastra puisi sesuai dengan cara menulis puisi pada kertas yang dibagikan tersebut.
Setelah kegiatan sesi pertama selesai, tim MeAN dan peserta didik beristirahat selama kurang lebih enam puluh menit untuk makan siang sebelum melanjutkan kegiatan.

Pukul 13.00 wita dimulai sesi kedua dengan kegiatan “Menggambar” untuk kelas satu dan dua oleh Ismawardi, S.Pd., Gr. Menggambar dalam sesi ini menggunakan media pasir pantai yang merupakan suatu inovasi dalam dunia menggambar yang bisa dipakai sebagai media pengganti alat gambar konvensional pada umumnya dan bahannya sangat mudah didapatkan.
Kelas tiga dan empat mengikuti kegiatan “Hasta Karya” yaitu pembuatan bross dengan menggunakan siput oleh Basmawati, S.Pd., Gr. Peserta didik diarahkan untuk menyiapkan alat dan bahan terlebih dahulu seperti mencari rumah siput, gunting, lem tembak dan kain flanel. Selanjutnya peserta didik dibimbing membuat konsep bross, kemudian rumah siput diberi lem tembak dan ditempelkan pada kain flannel dan digunting bagian tepi kainnya. Bagian belakang bros ditempel peniti yang sudah diberi lem.
Megawati, S.Pd., Gr., memberikan materi English is Fun untuk kelas lima dan enam dengan cara mengajarkan huruf A – Z dan perkenalan warna-warna lewat lagu yang berisi ejaan kata dan warna dalam bahasa inggris. Selain itu, penyampaian materi pun dilakukan melalui games dengan cara membisik huruf dalam bahasa inggris yang nantinya akan dirangkai menjadi sebuah kata yang artinya mudah dipahami.
Sesi ketiga dihari ini berlangsung pada pukul 15.00 – 17.00 wita. Peserta didik kelas satu dan dua mengikuti pelatihan gerak dan lagu yang dilatih oleh Riawani Saraung, S.Pd. Beliau mengawalinya dengan memberikan contoh gerakan-gerakan sambil menyanyikan lagu Mars PPK yang kemudian diikuti oleh seluruh peserta didik. Setelah peserta didik berhasil menirukan gaya dan menghafal lagu tersebut, mereka diarahkan keluar kelas untuk menuju ke pantai dan melakukan kembali gerak dan lagu yang telah dilatih sebelumnya.
Di tempat yang berbeda, peserta didik kelas tiga dan empat dilatih dalam kelas Vocal Group oleh Cristin S. Esing, S.Pd. Diawali dengan pemanasan seperti melatih mimik wajah, menulis lirik lagu, mengajarkan lagu yang kemudian diikuti oleh peserta didik, mengoreksi nada yang belum sesuai, mengatur pembagian menyanyi grup dan solo, diakhiri dengan mengenalkan koreografi. Kegiatan ini bertujuan melatih kemampuan peserta didik dalam bernyanyi.
Pelatihan Tarian Katrili berlangsung dikelas lima dan enam. Sebagai penanggung jawab kegiatan, Fransisca L. Rasuh, S.Pd., Gr., dan Anfike Mentu, S.Pd., Gr., merasa terkesan dengan peserta didik yang begitu antusias mengikuti latihan tari ini. Tarian Katrili merupakan tarian yang sering ditampilkan oleh muda-mudi yang ada di tanah Minahasa. Tujuan pelatihan ini agar peserta didik bisa mengenal tarian dari daerah lain yang nantinya akan dipentaskan. Kegiatan ini berakhir pukul 17.00. Malam harinya tim MeAN melakukan evaluasi untuk kegiatan yang telah dilaksanakan selama sehari dan membahas persipan kegiatan dihari selanjutnya.

Rabu, 26 September 2018. Hari kedua pelaksanaan MeAN di SDN Inpres Gemeh. Kegiatan diawali dengan senam pagi bersama seluruh peserta didik dan GGD pada pukul 07.00 wita. Hijriyanti, S.Pd., Gr., selaku penanggungjawab kegiatan memberikan senam anak gembira dengan tujuan untuk meregangkan otot, merefleksikan tubuh, melancarkan peredaran darah, dan membangkitkan semangat peserta didik sebelum melaksanakan kegiatan berikutnya.
Sesi pertama dimulai pukul 08.00 wita dengan kegiatan Dongeng yang diikuti oleh peserta didik kelas satu dan dua. Fransiska Rasuh, S.Pd., Gr., dan Henny M. Sondakh, S.Pd., Gr. Kegiatan yang dilakukan adalah mereka menceritakan dongeng kepada peserta didik dengan menggunakan media gambar agar mempercepat daya tangkap peserta didik terhadap cerita yang disampaikan. Setelah cerita selesai, peserta didik ditantang untuk menceritakan kembali dongeng tersebut dengan versi mereka masing-masing.
Kelas tiga dan empat dilatih membuat hasta karya berupa bunga yang terbuat dari gelas plastik oleh Bunga Koeryniawahti, S.Pd., Gr., dan Ismawardi, S.Pd., Gr., dengan tujuan menambah pengetahuan dan meningkatkan kreativitas peserta didik dalam berkarya. Kelas lima dan enam melanjutkan dengan kegiatan menulis puisi.
Sesi kedua pukul 10.00 – 12. 00 wita bertempat ‘bangsal’ diadakan pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi guru dan kepala sekolah yang hadir di lokasi kegiatan MeAN. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah pemahaman tentang cara menerapkan kurikulum 2013 pada perangkat pembelajaran yang nantinya akan diaplikasikan dalam proses pembelajaran di kelas. Materi yang disampaikan antara lain tentang pemetaan KD, silabus, RPP, dan penilaian. Guru dan Kepala Sekolah yang hadir dalam kegiatan tersebut terlihat sangat antusias mengikuti materi yang disampaikan oleh Riawani Saraung, S.Pd., dan Heidi Kristian Repi, S.Pd., Gr.
Di dalam ruangan berlangsung kegiatan “Math is Fun” yang diberikan oleh Eigel Krisfando Mamuli, S.Pd., Gr., yang adalah alumni SM-3T dengan materi pengenalan bangun datar kepada peserta didik kelas satu dan dua. Kegiatan pembelajaran ini diawali dengan ice breaking kemudian dilanjutkan dengan pengenalan bangun datar dalam kehidupan sehari-hari untuk lebih memudahkan peserta didik memahami konsep bangun datar. Setelah itu diadakan permainan edukasi berupa penyusunan puzzle bangun datar. Untuk kelas tiga dan empat dilanjutkan dengan latihan vocal grup yang disertai dengan gerakan. Yunike Andasia, S.Pd., selaku pendamping memberikan juga penguatan agar mereka tetap mencintai lagu anak-anak dan lagu-lagu nasional. Kelas lima dan enam berlanjut dengan kegiatan latihan Tari Katrili.

Sesi ketiga berlangsung pukul 13.00 – 15.00 wita. Kelas satu dan dua melanjutkan latihan gerak dan lagu di ruang kelas. Kelas tiga dan empat melaksanakan kegiatan simulasi gunung meletus yang merupakan fenomena alam sekitar yang bertujuan agar peserta didik dapat mengetahui proses terjadinya gunung meletus melalui praktik dengan bahan sederhana yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari seperti gelas plastik bekas air mineral, pasir pantai sebagai bahan dasar, rumput dan batuan kerikil untuk hiasan, serta beberapa bahan dasar untuk proses meletusnya gunung seperti cuka, soda kue dan pewarna makanan yang berfungsi sebagai contoh cairan lava yang keluar dari dalam gunung ketika meletus. Adapun proses simulasi ini dimulai dengan cara membentuk tumpukan pasir agar kelihatan seperti gunung yang ditengahnya sudah berisi gelas air mineral. Setelah itu bagian tepi gunung dihiasi dengan rumput dan batuan kerikil. Langkah selanjutnya dengan menuangkan pewarna kedalam wadah yang sudah disiapkan, tuangkan soda kue dan diakhiri dengan asam cuka yang membuat efek terjadinya semburan lava ketika gunung meletus.
Untuk kelas lima dan enam dipilih tiga peserta didik yang akan dilatih menampilkan musikalisasi puisi. Kegiatan ini berutjuan untuk membiasakan peserta didik berekspresi lewat puisi dengan penuh penghayatan dan diiringi nada-nada dari musik yang disiapkan.

Sesi keempat adalah kegiatan kepramukaan yang diikuti oleh peserta didik kelas tiga sampai kelas enam. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 15.30 – 17.00 wita. Anfike Mentu, S.Pd., Gr., mengenalkan kegiatan pramuka dengan membuka wawasan peserta didik tentang kegiatan yang aktif dilaksanakan di Indonesia seperti Pesta Siaga dan Jambore baik ditingkat ranting, cabang, daerah maupun nasional. Selain itu, alumni SM-3T ini melatih beberapa tepuk untuk membuat suasana menjadi lebih aktif dan menarik. Materi selanjutnya diisi dengan pelatihan Semaphore, latihan dasar baris berbaris dan hymne pramuka oleh David Larenggam, S.Pd., Gr.
“Tujuan diadakannya kegiatan kepramukaan ini adalah untuk mengenalkan gerakan pramuka kepada peerta didik dan melatih disiplin, kerjasama, cinta tanah air dan rasa tanggung jawab” jelasnya.
Kegiatan hari kedua ini berlanjut sampai pemutaran film edukasi yang dimulai pukul 19.00 wita. Sebagai pendahuluan, peserta didik dan masyarakat yang hadir ditempat pemutaran film secara bersama menonton film dokumenter perjuangan Guru SM-3T melaksanakan tugas di berbagai pelosok negeri mulai dari Aceh sampai Papua. Dengan durasi waktu kurang lebih sembilan puluh menit, film edukasi “Jembatan Pensil” mampu membuat peserta didik dan masyarakat meneteskan air mata karena terharu dengan perjuangan dari para peserta didik untuk bersekolah ditengah keterbatasan dan tantangan yang selalu dihadapi mereka setiap hari. Kegiatan hari kedua ditutup dengan evaluasi dan orientasi kegiatan.

Kamis, 27 September 2018 diawali dengan senam pagi bersama pukul 07.00 wita untuk memicu semangat peserta didik mengawali rangkaian aktivitas dihari terakhir MeAN SDN Inpres Gemeh. Setelah senam berakhir, dalam sesi pertama peserta didik dituntun ke lapangan tepi pantai untuk melaksanakan kegiatan permainan edukasi diantaranya untuk mengajarkan kebersamaan dan kekompakan kerja, peserta didik diarahkan mengikuti permainan mengisi paku dalam botol yang dilakukan secara berkelompok. Untuk melatih tanggung jawab peserta didik terhadap tugas yang diberikan dan melatih kesabaran, peserta didik diarahkan mengikuti permainan estafet telur menggunakan bambu, serta untuk melatih kecepatan dan melestarikan permainan tradisional peserta didik mengikuti permainan balap ban yang menggunakan ban motor yang sudah tidak terpakai. Welhelmina Amalo, S.Pd., Gr., selaku penanggung jawab kegiatan ini mengatakan bahwa seluruh peserta didik kelas satu sampai kelas enam sangat menikmati permainan edukasi ini dan banyak belajar untuk kebersamaan dan tanggung jawab disetiap permainan yang diikuti mereka.
Sesi kedua berlangsung pukul 10.00 – 12.00. Ni Kadek Maepin, S.Pd., Gr., menuntun peserta didik kelas satu dan dua untuk membuat pohon literasi sebagai bagian dari pengembangan kemampuan membaca dan menulis. Peserta didik diberi arahan untuk menuliskan cita-cita dan harapan mereka yang akan digantungkan pada pohon literasi. Kelas tiga sampai kelas enam mengikuti kegiatan pembuatan majalah dinding.
Terinspirasi dari alam sekitar, Oliviani Wuisan, S.Pd., Gr., mengajak peserta didik ke pantai untuk menyiapkan bahan pembuatan majalah dinding. Beberapa peserta didik diarahkan untuk menulis puisi, cita-cita, dan harapan. Peserta didik lainnya diarahkan untuk menggambar dan menggunting kertas berbentuk kerang, buah-buahan, bentuk hewan dan kreasi lainnya. Setelah semuanya disiapkan, peserta didik kembali ke lingkungan sekolah dan langsung berkreasi membuat mading.
Sesi ketiga diisi dengan pemantapan latihan bakat peserta didik yang akan ditampilkan dalam penutupan kegiatan MeAN yaitu gerak dan lagu, vokal grup, musikalisasi puisi dan tarian katrili, dilanjutkan dengan pemberian donasi berupa baju olahraga kepada peserta didik sebagai bagian dari program SM-3T Peduli.

Penutupan MeAN SDN Inpres Gemeh dimulai pada pukul 19.00 wita dipandu oleh alumni SM-3T Dita O. Dindahati, S.Pd., Gr., dan Anfike Mentu, S.Pd., Gr. Mengawali kegiatan tersebut, secara bersama-sama seluruh tim MeAN, peserta didik, tamu undangan dan masyarakat yang menghadiri kegiatan tersebut menyanyikan lagu Indonesia Rayai tiga stanza dan mars SM-3T sebagai penyemangat para pengabdi di pelosok negeri. Selanjutnya semua menonton video cuplikan kegiatan yang telah berlangsung selama tiga hari Mengedukasi Anak Negeri di Desa Gemeh.
Eigel Krisfando Mamuli, S.Pd., Gr., selaku Ketua Panitia Pelaksana memberikan laporan dan menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya MeAN di SDN Inpres Gemeh. Dalam kesempatan ini, Risandy R. Tangkuna, S.Pd., Gr., juga memberikan ungkapan terimakasih dari tim MeAN yang diterima oleh kepala sekolah SDN Inpres Gemeh. Direktur Yayasan Masyarakat SM-3T Insititute Akhiruddin, S.Pd., M.Pd., Gr., dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada pelaksana kegiatan MeAN yang melibatkan partisipasi aktif dari Guru Garis Depan yang bertugas di wilayah Kabupaten Kepulauan Talaud dan alumni SM-3T yang tergabung dalam Satgas Mengedukasi Anak Negeri. Dalam kegiatan penutupan ini, ditampilkan hasil karya para peserta didik seperti pohon literasi, majalah dinding, lukisan yang terbuat dari pasir dan juga media pembelajaran kreatif yang diinisiasi oleh GGD dan alumni SM-3T seperti puzzle bangun datar. Selain itu juga para siswa menampilkan bakat mereka yang telah dilatih sebelumnya.
MeAN SMP N 3 Gemeh dan SMA N 2 Gemeh

Jumat, 28 September 2018 tim MeAN bersama dengan GGD Kabupaten Kepulauan Talaud dan GGD Dikmen Sulut melanjutkan perjalanan dari Desa Gemeh ke Desa Bannada pukul 08.00 wita. Selama kurang lebih 30 menit melakukan perjalanan, tim MeAN tiba di lokasi kegiatan dan dijemput secara adat oleh masyarakat dan peserta didik SMP dan SMA Gemeh. Memasuki ‘bangsal’ tempat kegiatan, dewan adat pun melakukan beberapa acara penyambutan dengan menggunakan dialeg Talaud. Alex Lumeeda, S.Pd., Gr., dalam sambutannya memohon partisipasi aktif semua warga masyarakat untuk memotivasi peserta didik agar aktif mengikuti rangkaian kegiatan MeAN ini. Kepala Desa Apan yang mewakili pemerintah setempat mengharapkan apa yang dibawa dan disiapkan untuk mengedukasi semoga dapat ditularkan kepada anak-anak dan masyarakat agar apa yang diajarkan akan selalu dikenang. Selain itu beliau juga mengajak masyarakat untuk berikap ramah dan menciptakan kebersamaan dengan tim MeAN. Selain itu beliau berpesan agar tim MeAN dapat melaksanakan tugas mengedukasi anak negeri dengan penuh rasa tanggung jawab.
Selanjutnya sambutan dari bidang pendidikan disampaikan oleh wakil kepala sekolah SMA sekaligus membuka kegiatan MeAN secara resmi di Gemeh dan SMA N 2 Gemeh SMP N 3 Gemeh di Bannada, Kab. Kepulauan Talaud. Anak-anak sangat butuh inovasi terbaru dari para guru garis depan. Sekolah SMA hanya memiliki beberapa guru PNS dan guru-guru honorer. Sebagai pegawai negeri pun masih kekurangan pengalaman terbaru karena jarang dilibatkan dalam berbagai pelatihan. Sarana prasarana juga masih sangat kurang disekolah. Terlaksananya kegiatan ini atas kerjasama pemerintah desa, masyarakat dan sekolah yang juga sudah mengatur konsumsi selama kegiatan untuk menopang seluruh rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan. Selain itu, ucapan terimakasih juga disampaikan oleh Kepsek SMP mengakhiri rangkaian acara pembukaan kegiatan MeAN dengan harapan agar supaya tim dapat memberikan kontribusi yang baik mengingat kegiatan ini telah didukung penuh oleh seluruh elemen masyarakat bahkan para pemangku adat yang ada. Selesai pembukaan, tim MeAN dijamu dengan makanan yang telah disiapkan oleh masyarakat.
Pukul 15.00 wita, kegiatan diawali dengan seminar Wawasan Kebangsaan dan Cinta Tanah Air yang dibawakan oleh Lina Anggriani, S.Pd., Gr., dan Heidi Kristian Repi, S.Pd., Gr., yang bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan jiwa nasionalisme pada peserta didik. Kegiatan ini berlangsung selama kurang lebih dua jam yang diikuti oleh seluruh siswa SMP dan SMA. Selanjutnya tim MeAN membagi siswa yang ada kedalam beberapa kelompok olah kreatif seni dan budaya. Kegiatan hari pertama diakhiri dengan evaluasi dan orientasi kegiatan pada malam harinya.

Kegiatan hari kedua dimulai pukul 07.00 wita dengan kegiatan senam pagi bersama seluruh siswa SMP dan SMA. Selanjutnya kegiatan dimulai pukul 08.00 wita hingga 17.00 wita. Peserta didik diarahkan untuk mengikuti beberapa kegiatan seperti seminar penguatan karakter tentang Anti Narkoba dan HIV AIDS yang disampaikan oleh Muhammad Fahruzy, S.Pd., Gr. Kegiatan ini memberikan informasi seputar peringatan dini tentang bahaya narkoba dan bahaya HIV AIDS dan cara pencegahannya. Cindy Claudia Latul, peserta didik SMP setelah mengikuti seminar tersebut merasa senang karena bisa mengetahui hal-hal apa saja yang tidak boleh dilakukan agar terhindar dari bahaya HIV AIDS. Kris Daniel Suku yang juga adalah peserta didik SMP menyampaikan manfaat yang didapatkannya setelah mengikuti kegiatan tersebut diantaranya menjauhi obat-obatan terlarang.
Diruang yang berbeda, berlangsung beberapa kegiatan olah kreatif. Untuk peserta didik SMA, musikalisasi puisi dilatih oleh Ismawardi, S.Pd., Gr. Kelas musikalisasi puisi bertujuan melatih mentalitas peserta didik, merangsang psikomotor peserta didik agar mampu tampil berani di depan banyak orang, dan melatih kemampuan peserta didik dalam berpuisi dengan menghayati isi puisi diiringi musik.

Tarian Nusantara memadukan beberapa tarian dari berbagai daerah di Indonesia dengan tujuan mengenalkan ragam tarian daerah kepada siswa. Tarian Kecak yang berasal dari Bali dilatih oleh Ni Kadek Maepin, S.Pd., Gr., tarian Mbok Jamu yang berasal dari Jawa dilatih oleh Dian Mega Indah Lestari, S.Pd., Gr., dan tarian Papua dilatih oleh Giovani Manein, S.Pd., Gr.
Vokal grup yang beranggotakan delapan orang dilatih oleh alumni SM-3T Anfike Mentu, S.Pd., Gr., dengan memberikan pengenalan ragam bahasa daerah melalui lagu-lagu daerah dari berbagai pulau di Indonesua seperti Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur dan Papua.

Siswa SMP pun mengikuti kegiatan olah kreatif yang sama. Kelas musikalisasi puisi dilatih oleh Eigel K. Mamuli, S.Pd., Gr dengan tujuan memberikan pengalaman baru kepada siswa terutama penghayatan akan puisi dengan memadukan irama musik dari gitar. Tarian Cakalang yang merupakan salah satu tarian adat yang berasal dari Sulawesi Utara tepatnya Kota Bitung dilatih oleh Risandy R. Tangkuna, S.Pd., Gr., dan Henny Sondak, S.Pd., Gr. Kelas vokal grup oleh Maykel Memah, S.Pd dengan tujuan melatih kreativitas peserta didik dalam bidang vokal. Kegiatan tersebut diawali pemanasan, latihan penguasaan nada, mempelajari bersama lirik lagu dan membagi vokal peserta didik. Siswa SMP juga belajar senam olahraga poco-poco bersama Oliviani Wuisan, S.Pd., Gr. Dalam senam tersebut ditampilkan beberapa gerakan olahraga atletik. Selain itu kegiatan ini bertujuan untuk menyiapkan instruktur senam di SMP.
Selain kelas seni dan budaya, ada juga siswa yang mengikuti kelas kreatifitas lainnya seperti pembuatan apotik hidup atau yang lebih dikenal dengan tanaman obat keluarga (toga). Melalui kegiatan ini, Welhelmina Amalo, S.Pd., Gr., dan Nurhayati Pinilas, S.Pd menanamkan sejak dini akan kesadaran melestarikan keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia khususnya di desa Bannada dalam hal tanaman tradisional yang dapat dijadikan obat-obatan. Pelatihan olah kreatif yang lainnya berupa pemanfaatan barang bekas yang dikresikan oleh peserta didik dan guru garis depan. Hiasan Dinding yang terbuat dari gelas plastik bekas dengan tujuan mengasah keterampilan, kreativitas, inovasi, dan kerjasama kelompok dilatih oleh Satryes Welan, S.Si. Dengan menggunakan peralatan dan bahan yang mudah ditemukan, Anggriani Bambulu, S.Pd., mengajak peserta didik berkreasi membuat hiasan Bunga dengan memanfaatkan barang bekas untuk didaur ulang menjadi sesuatu yang bermanfaat dan melatih peserta didik untuk bekerjasama. Di luar kelas, peserta didik juga dilatih untuk membuat pot dari handuk bekas yang sudah tidak terpakai. Pelatihan ini dibimbing oleh Yunike Andasa, S.Pd.

Pukul 15.00 wita kegiatan pelatihan bakat peserta didik terus berlanjut. Sebagian peserta didik SMP mengikuti pelatihan Pramuka yang diberikan oleh Deby M. Saraung, S.Pd., dan Sintike Maalua, S.Pd mengenalkan kegiatan kepramukaan sedunia dan Indonesia serta mengajarkan cara mengirim dan menerima pesan melalui Semaphore. Kelas English Is Fun untuk SMP juga diberikan oleh Megawati, S.Pd., Gr., dengan melatih siswa mengingat kosakata secara cepat dan tepat. Selain itu juga dilatih introduction dan vocabulary. Beberapa peserta didik SMP juga mengikuti kelas bimbingan konseling dengan materi motivasi oleh Basmawati, S.Pd., Gr. Kegiatan malam hari kembali dilaksanakan evaluasi kegiatan dan orientasi kegiatan untuk hari selanjutnya.

Minggu, 30 September 2018 merupakan hari istirahat dan hari beribadah untuk umat kristiani sehingga tidak banyak aktivitas yang dilaksanakan oleh tim MeAN. Sebagian tim Mean yang beragama Kristen pun mengikuti Ibadah Minggu Pagi bersama masyarakat di Gereja GERMITA Shema Bannada. Pukul 15.00 wita, dilaksanakan kegiatan senam bersama masyarakat yang diikuti oleh anak-anak dan orang tua. Antusias warga terlihat ketika awalnya masih malu untuk bergabung sampai akhirnya senam poco-poco dan senam tobelo mampu menarik perhatian warga yang awalnya hanya menonton. Setelah kegiatan tersebut, dilanjutkan dengan kegiatan kreatifitas lainnya yaitu mengolah telur menjadi abon telur dengan bumbu yang mudah ditemukan. Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu yang adalah masyarakat desa Bannada.
Senin, 1 Oktober 2018 kegiatan pagi diawali pukul 08.00 dengan permainan edukasi. Kegiatan ini sangat terlihat sangat digemari oleh seluruh peserta didik yang ada. Antusias mereka sangat terlihat dalam melewati setiap pos permainan edukasi. Kerjasma tim, kepedulian, saling memberi semangat, kerja keras, dan kemampuan berpikir untuk memecahkan masalag merupakan tujuan dari pelaksanaan permainan edukasi ini. Kegiatan tersebut berakhir pukul 10.00 dilanjutkan dengan kegiatan seminar Indonesia Damai Anti Kekerasan yang disampaikan oleh Welhelmina Amalo, S.Pd., Gr., yang diikuti oleh peserta didik SMP yang bertujuan untuk menanamkan rasa cinta damai, kekerasan, dan sikap toleransi demi terwujudnya kehidupan yang rukun, tertib, dan damai. Peserta didik SMA mengikuti kegiatan seminar Stop Bullying yang disampaikan oleh Basmawati, S.Pd., Gr.

Pukul 13.00 wita, peserta didik kembali dibagi kedalam beberapa kelas kegiatan pelatihan minat bakat peserta didik. Pelatihan difokuskan untuk penampilan peserta didik yang akan ditampilkan dalam penutupan kegiatan MeAN. Sementara itu, beberapa peserta didik SMA dan SMP mengikuti sarasehan literasi yang bertujuan untuk mengenalkan gerakan literasi sekolah kepada peserta didik. Disaat yang bersamaan, beberapa peserta didik SMA mengikuti pembuatan majalah dinding yang dibimbing oleh guru garis depan. Peserta didik diarahkan untuk menuangkan hasil karyanya yang didahului dengan pembuatan cerpen dan kata-kata mutiara. Hijrianti, S.Pd., Gr., Di tempat berbeda mengenalkan bimbingan konseling kepada peserta didik dengan tujuan agar peserta didik memahami pentingnya cita-cita dan cara meraihnya melalui pohon harapan yang disiapkan. Kaligrafi Huruf Kanji dikenalkan Fransisca Rasu, S.Pd., Gr. Siswa kelas IX menggunakan alat seadanya seperti kertas cover, cat air dan kuas. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan bahasa jepang bagi peserta didik SMP. Peserta didik sangat tertarik dengan kegiatan ini karena merupakan pertamakalinya mereka mempelajari bahasa jepang. Bukan hanya huruf tapi diajarkan cara membaca dan arti dari beberapa kata yang dikenalkan pada peserta didik. Seluruh kegiatan dan aktivitas disekolah berakhir pada pukul 16.00 wita dilanjutkan dengan persiapan penutupan kegiatan MeAN.
Penutupan kegiatan Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) Talaud dilaksanakan pukul 19.00 wita. Kegiatan ini dihadiri oleh pemerintah desa Bannada dan desa sekitarnya, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, perwakilan UPTD Dinas Pendidikan Kec. Gemeh yang juga menutup rangkaian kegiatan secara resmi, masyarakat dan peserta didik SMP dan SMA. Dalam kegiatan penutupan, seluruh bakat siswa yang telah dilatih seperti tarian, vokal grup, musikalisasi puisi, pidato bahasa inggris, senam poco-poco olahraga, vokal grup tim MeAN, duet GGD bahkan Puisi yang dibacakan oleh Direktur Masyarakat SM-3T Institute Akhiruddin, S.Pd., M.Pd., Gr. Masyarakat bertahan sampai pukul 23.00 wita dengan banyaknya tampilan bakat yang ditunjukkan oleh peserta didik SMA.

Kepala Desa Bannada dalam sambutannya mengungkapkan rasa terimakasih kepada tim MeAN yang sudah berkesempatan memberikan diri dan tenaga untuk memberikan inspriasi bagi anak-anak yang bersekolah di SMP dan SMA. Banyak hal yang telah dipelajari oleh anak-anak walupun hanya beberapa hari berada di Bannada. Beliau juga mengungkapkan agar kegiatan seperti ini terus dilaksanakan bahkan mengusulkan untuk mengadakan kegiatan ini kembali di SMP dan SMA yang berada di Bannada. Banyak manfaat yang didapatkan. Bukan hanya siswa tapi juga masyarakat mendapatkan banyak inspirasi dari kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih tiga hari MeAN berlangsung.
Dalam kegiatan penutupan ini pun, tim MeAN memberikan penghargaan dan ucapan terimakasih kepada SMA dan SMP yang diterima oleh wakil kepala sekolah. Selain itu juga diberikan penghargaan kepada kelompok pemenang games edukasi dan kepada ketua osis dari masing-masing sekolah. Sebelum berakhir kegiatan, tokoh adat yang sudah menyambut tim MeAN kembali memberikan kata-kata adat sebagai bentuk syukur dan melepas kembali tim MeAN untuk beraktifitas ditempatnya masing-masing.
Reportase: Tim reportase MeAN Talaud
Editor: Tim editor MSI







