Guru Garis Depan Kabupaten Sumba Barat Daya mengadakan kegiatan Mengedukasi Anak Negeri yang mengusung tema “KANCIL MEMBERI”. KANCIL MEMBERI sendiri merupakan singkatan dari “Langkah Kecil Membangun Negeri“. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 6 November 2018. Kegiatan ini terbagi menjadi tiga kegiatan yaitu: Pertama, sosialisasi kesehatan dan kebersihan gigi dan mulut, Kegiatan ini diikuti oleh 150 peserta yang berasal dari 21 sekolah dasar yang berada di Kabupaten Sumba Barat Daya. Guru Garis Depan (GGD) Kabupaten Sumba Barat Daya menyiapkan 150 buah sikat gigi dan 18 buah pasta gigi. Kedua, lomba mewarnai yang dibagi menjadi 2 kategori yaitu kategori kelas atas dan kategori kelas bawah. Peserta pada masing-masing kategori adalah sebanyak 50 orang. Ketiga, Fun Games yang terdiri dari lomba menyusun puzzle dan menjawab pertanyaan dengan cepat. Jumlah peserta Fun Games adalah sebanyak 50 orang.
Kegiatan dibuka dengan doa oleh salah satu perwakilan GGD Kabupaten Sumba Barat Daya, Adrianus Dominggus Peny. Kemudian sambutan oleh direktur MSI (Masyarakat SM-3T Institute), Akhiruddin, S. Pd., M. Pd., Gr. Dalam sambutannya pria yang akrab disapa bang Haer itu memberikan apresiasi atas penyambutan yang diberikan oleh GGD Kabupaten Sumba Barat Daya. Lebih lanjut bang Haer memberikan wejangan agar GGD di Kabupaten Sumba Barat Daya lebih solid dan tidak mudah terpecah belah. Menurut beliau membangun pendidikan di Kabupaten Sumba Barat Daya bukan hanya mengandalkan satu elemen tetapi semua elemen harus bekerja. Selanjutnya, sambutan oleh koordinator pengawas SMP, Gemardus Tena Bulu. Dalam sambutannya beliau berharap kegiatan MeAN yang mengusung tema “Langkah Kecil Membangun Negeri” bukan hanya menjadi langkah kecil untuk membangun kabupaten Sumba Barat Daya tetapi bisa melebar menjadi sebuah langkah besar untuk menjadikan kabupaten Sumba Barat Daya mampu bersaing dengan kabupaten lain di Indonesia.

Setelah acara pembukaan dilakukan pemberian donasi buku kepada sekolah sasaran. Adapun sekolah yang dijadikan sasaran adalah 3 sekolah yang ada di kecamatan Wewewa Tengah yaitu: SD Masehi Tenggaba, SD Negeri Lolo Wanno dan SD Masehi Letewungana. Pemberian donasi diberikan oleh MSI kepada ketiga kepala sekolah yang menjadi sekolah sasaran. Selanjutnya adalah sosialisasi kesehatan dan kebersihan gigi dan mulut.

Latar belakang diadakan sosialisasi kesehatan dan kebersihan gigi dan mulut adalah sebagai bentuk kepedulian GGD Kabupaten Sumba Barat Daya terhadap kesehatan dan kebersihan gigi dan mulut peserta didik. Kepedulian peserta didik terhadap kebersihan dan kesehatan gigi dan mulut sangat minim. GGD merasa perlu untuk mengadakan sosialisasi yang bertujuan untuk meningkatkan kepedulian peserta didik terhadap kesehatan dan kebersihan gigi dan mulut. Narasumber untuk kegiatan ini adalah perawat gigi dari Puskesmas Tenggaba. Kegiatan ini dibagi menjadi 2 sesi yaitu: sesi teori di dalam ruangan dan sesi praktik di luar ruangan.

Acara berikutnya adalah lomba mewarnai kelas atas dan kelas rendah. Adapun tujuan diadakan lomba mewarnai adalah untuk menumbuhkan jiwa kompetitif yang sehat antara sesama siswa SD di kabupaten Sumba Barat Daya. Peralatan berupa krayon disiapkan oleh GGD. Selain itu GGD juga membuatkan piagam penghargaan bukan hanya kepada pemenang lomba tetapi juga untuk 100 peserta yang mengikuti lomba mewarnai. Tujuannya adalah menghargai partisipasi peserta didik. Lomba mewarnai diadakan selama 30 menit. Setelahnya diadakan penilaian oleh juri untuk pemenang lomba. Adapun juara lomba untuk kelas atas berasal dari SD Inpres Kanelu sedangkan juara untuk kelas bawah berasal dari SSD Masehi Tenggaba.
Kegiatan terakhir pada kegiatan MeAN yang dilaksanakan di SD Masehi Tanggaba, Kecamatan Wewewa Tengah, Kabupaten Sumba Barat Daya adalah Fun Games. adapun kegiatan Fun Games yang dilakukan adalah lomba menyusun puzzle yang bertujuan untuk mengasah kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan masalah. Puzzle terdiri dari 25 potongan gambar yang harus disusun oleh kelompok siswa. Setiap kelompok siswa terdiri dari 5 orang. Pemenang dari lomba puzzle ini ditentukan dengan kelompok mana yang mampu menyusun gambar dengan utuh dengan waktu paling singkat. Dalam lomba ini pemenangnya berasal dari SD Masehi Tenggaba.
Setelah penutupan kegiatan MeAN diadakan ramah tamah antara GGD Sumba Barat Daya dengan direktur MSI. Ada sesi diskusi antara GGD dengan bang Haer membahas banyak hal tentang GGD kabupaten Sumba Barat Daya. Salah satu poin yang penting dalam diskusi tersebut adalah bang Haer berbagi bagaimana cara menjalin komunikasi yang baik antar sesama GGD. Komunikasi yang baik sangat diperlukan agar tidak terjadi kesalahpahaman yang bisa memicu ketidakharmonisan antar sesama GGD. Maka cara terbaik untuk menghindari masalah tersebut adalah membangun komunikasi dari lingkup kecamatan (GGD yang berada di satu kecamatan) baik bertatap muka langsung secara berkesinambungan maupun melalui media sosial.

Setelah sesi diskusi berakhir, diadakan sesi ramah tamah, salam-salaman dan foto bersama antara GGD dengan bang Haer. Jarak yang jauh memisahkan kita membuat sesi salam-salaman dan foto bersama adalah sesi yang paling ditunggu-tunggu karena kita tidak pernah tahu kapan kita akan bertemu lagi. GGD sangat antusias melaksanakan sesi foto sambil melepas kerinduan dengan bang Haer. Namun seperti sebuah pepatah “Jauh di mata namun dekat di hati” seperti itu juga rasa yang dimiliki GGD kepada bang Haer. Pesan terakhir dari bang Haer sebelum berpisah, “tetaplah mengabdi walau banyak ujaran kebencian yang kamu terima, cepat atau lambat mereka akan tahu kualitas diri GGD”, tandasnya.
Reportase: Tim reportase GGD Sumba Timur
Editor: Tim editor MSI







