Setelah menyambangi korban bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Gowa (09/02/2019) dan Kabupaten Jeneponto (13/02/2019). Kali ini Kelas Berbagi dan SM-3T Peduli diadakan di Kabupaten Maros oleh PPG SM-3T melalui Masyarakat SM-3T Institute (MSI). Kegiatan ini sebagai komitmen dan dedikasi sebagai alumni PPG SM-3T Indonesia untuk senantiasa bersinergi mengabdi demi negeri.
Minggu, 17 Februari 2019, tim Masyarakat SM-3T Institute (MSI) kembali melaksanakan kegiatan yang sama di Kabupaten Maros dan merupakan irisan terakhir dari rangkaian kegiatan “Kelas Berbagi dan SM-3T Peduli” bagi korban yang terdampak bencana di Sulawesi Selatan. Sebelum berangkat ke lokasi, tepat pukul 09.30 WITA tim MSI terlebih dahulu melakukan pertemuan singkat terkait efektifitas kegiatan di lokasi tujuan. Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh direktur Masyarakat SM-3T Institute (MSI), Akhiruddin, S. Pd., M. Pd., Gr. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini harus dilakukan dengan maksimal agar menjadi inspirasi bagi semua alumni PPG SM-3T untuk melaksanakan kegiatan serupa. Selanjutnya, sebelum berangkat, tim menggelar doa bersama. Tepat pukul 10.00 WITA, tim berangkat ke lokasi menggunakan kendaraan roda empat dan beberapa roda dua.
Pukul 11.25 WITA, tim MSI tiba di lokasi kegiatan yang bertempat di SD Negeri 39 Kassi, Jl. A. P. Pettarani, No. 2, Pettuadae, Turikale, Kabupaten Maros. Sekolah ini merupakan salah satu sekolah yang terdampak bencana banjir dengan kondisi yang cukup memprihatinkan. Sisa-sisa banjir masih tampak sangat jelas di dinding-dinding ruangan serta buku-buku pelajaran yang dijemur karena terendam banjir.
Kedatangan tim MSI disambut antusias oleh pihak sekolah. Hal ini terbukti dari semangat peserta didik dan para guru untuk tetap hadir di sekolah walau kegiatan dilaksanakan pada hari libur (17/02/2019). Setelah menyapa pihak sekolah, tim MSI langsung mengarahkan peserta didik berkumpul di lapangan sekolah. Peserta didik diberikan pengarahan kemudian mereka dibagi menjadi dua kelompok, yakni kelas rendah dan kelas tinggi.
“Kami tidak hanya membagikan bantuan berupa materi, namun juga berbagi keceriaan bersama adik-adik peserta didik di SDN 39 Kassi, semoga ini bisa menjadi inspirasi bagi seluruh alumni PPG SM-3T Indonesia untuk terus berbagi dan menginspirasi” ungkap Muh. Subhan koordinator kegiatan Kelas Berbagi dan SM-3T Peduli.
Kegiatan Kelas Berbagi dilaksanakaan dalam ruangan yang berbeda. Dalam kegiatan tersebut, peserta didik diberikan pengetahuan tentang mitigasi bencana, ice breaking, dan beberapa permainan edukasi oleh alumni PPG SM-3T. Tampak keceriaan, tawa, dan semangat yang terpancar dari raut wajah peserta didik. Kegiatan ini bertujuan mengurangi trauma yang dialami peserta didik pasca bencana banjir. Selain itu, tim MSI juga memotivasi peserta didik untuk selalu menjaga kelestarian lingkungan dengan membiasakan membuang sampah pada tempatnya serta melakukan penghijauan di daerah sekitarnya.
“Saya mengajak kepada seluruh alumni PPG SM-3T seluruh Indonesia agar terus menggaungkan kepeduliaan terhadap sesama” ucap Randika Dhani Syaputra Ketua Basecare Edukasi Indonesia Pusat Koordinasi Makassar pada sela-sela berlangsungnya kegiatan. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh alumni PPG SM-3T yang telah ikut membantu terselenggarnya seluruh rangkaian kegiatan Kelas Berbagi dan SM-3T Peduli” tutupnya.
Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan Kegiatan SM-3T Peduli. Akhiruddin, S. Pd., M. Pd., Gr., selaku direktur Masyarakat SM-3T Institute (MSI) bersama para alumni PPG SM-3T menyalurkan sebanyak 150 paket perlengkapan sekolah berupa tas dan alat tulis kepada peserta didik. Rasa bahagia saat menerima perlengkapan sekolah baru tampak jelas terpancar dari raut wajah mereka.
“Yayasan Masyarakat SM-3T Institute sebagai wadah, walaupun menjadi alumni akan tetap berusaha memberikan pengabdian. Salah satu programnya yaitu SM3T Peduli khusus Februari ini kami menyasar ke daerah yang terdampak bencana di Sulawesi Selatan, setelah sebelumnya di Lombok dan Palu” ungkap Akhiruddin, sebelum menyerahkan donasi secara simbolis berupa perlengkapan sekolah kepada kepala SD Negeri 39 Kassi.
Sementara itu, Hj. Andi Nengsih, kepala SD Negeri 39 Kassi mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh tim MSI. Beliau sangat terharu karena kunjungan alumni PPG SM-3T merupakan kunjungan pertama yang memberikan bantuan ke sekolah mereka.
“Saya mewakili sekolah yang terdampak banjir terparah di Kabupaten Maros sangat berterima kasih kepada kelas Berbagi SM-3T yang peduli terhadap para korban banjir. Mungkin ini sentuhan yang pertama di luar institusi pemerintah. Terima kasih semuanya yang telah peduli. Saya tidak bisa membayangkan betapa gembiranya peserta didik kami pada hari ini mendapat bantuan dari adik-adik semua. Mudah-mudahan adik-adik semua ke depannya bisa lebih peduli dengan hal-hal yang seperti ini. Lebih menyentuh kepada pendidikan” ungkap Ibu Hj. Andi Nengsi sambil mengusap air matanya.
Berdasarkan observasi tim MSI, SD Negeri 39 Kassi memang merupakan salah satu sekolah yang terkena dampak banjir terparah. Banyak fasilitas sekolah yang rusak dan tidak layak digunakan lagi, seperti buku-buku pelajaran, printer, dan laptop sekolah.
“Harapan ke depan, adakah yang bisa memberi seperti ini dan lebih dari pada itu? Karena kami di sekolah sangat butuh. Kami kembali dari nol untuk semua prasarana yang kami butuhkan di sekolah. Terutama berupa buku pelajaran dan buku-buku cerita. Yang kedua guru sangat membutuhkan media untuk pembelajaran, terutama laptop dan printer yang ada beberapa buah yang rusak karena banjir. Boleh dikata sekolah kami ini adalah sekolah yang paling dekat dari kantor Bupati Maros tapi belum ada yang datang menjenguk. Kepada pemerintah daerah, kami mohon bantuannya,” lanjut beliau dengan penuh harap.
Selain memberikan perlengkapan sekolah kepada peserta didik, tim MSI juga menyalurkan donasi berupa sembako kepada warga sekitar yang terdampak bencana banjir. Donasi tersebut diserahkan secara simbolis oleh Akhiruddin, kepada salah satu korban bencana banjir.
“Saya perwakilan dari warga di sekitar sekolah yang terkena banjir. Yang ingin saya sampaikan adalah terima kasih atas bantuannya dari alumni PPG SM-3T, semoga ke depannya menjadi lebih baik dan berguna bagi sesama. Harapan kami bagi pemerintah, agar ada bantuan selain dari teman-teman alumni PPG SM-3T ini” ucap salah satu warga.
“Assalamu’alaikum Wr. Wb. Salam Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia. Saat ini kami alumni PPG SM-3T Indonesia berada di SD Negeri 39 Kassi di kabupaten Maros bersama Ibu kepala sekolah dan Bapak Ibu guru di sini salah satu sekolah yang tiap tahun memberikan prestasi, tiap tahun memberikan yang terbaik kepada kabupaten Maros namun kali ini mengalami kondisi yang sifatnya tidak kita harapkan bersama yaitu dampak banjir. Maka dari itu, sebagai bagian dari tanggung jawab alumni PPG SM-3T Indonesia, kami memilih terlibat untuk setidaknya berpartispasi memberikan bantuan berupa tas dan alat tulis untuk peserta didik beserta sembako untuk warga setempat. Ke depannya kami berharap elemen pendidikan di seluruh Indonesia mari untuk tetap tak berhenti memberikan kepedulian berkaitan dengan pendidikan dan kemanusiaan. Di sini masih butuh buku begitu pun beberapa sekolah yang terdampak lainnya. Mari kita tunjukkan ke khalayak seluruh Indonesia, ketika kita berada dalam entitas pendidikan maka notabene kita harus peduli dan peka terhadap kebutuhan sekitar. Sekali lagi kami perlu tegaskan bahwa kami alumni PPG SM-3T Indonesia senantiasa bersinergi mengabdi demi negeri. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.” ungkap Akhiruddin menutup kegiatan tersebut.
Karena sejatinya bahagia adalah ketika tuhan memampukan kita menjadi sebab kebahagiaan orang lain dan memberi arti bagi kehidupan mereka
Reportase: Tim reportase MSI
Editor: Tim editor MSI












