Setelah terjadi bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan beberapa saat yang lalu, Alumni SM-3T Indonesia melalui Masyakarat SM-3T Institute menginisiasi kegiatan “Kelas Berbagi dan SM-3T Peduli”.
Kegiatan ini dilaksanakan di Dusun Parang-Parang, Desa Buakkang, Kecamatan Bongaya, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (09/02/2019). Sekolah ini berjarak kurang lebih 50 kilometer dari ibu kota Kabupaten, dengan akses jalan berbatu dan berlumpur sebab sisa longsor yang menyapu perumahan warga dan akses jalan.
Pemberangkatan tim Masyarakat SM-3T Institute ke lokasi dimulai pukul 11.00 WITA, setelah sempat tertunda dikarenakan cuaca yang kurang bersahabat di Basecare Edukasi Indonesia Pusat Koordinasi Makassar yang terguyur hujan sejak malam harinya. Namun mengingat tim telah dinantikan oleh masyarakat di lokasi, maka tim tetap berangkat meskipun dengan guyuran hujan. Tim dipimpin langsung oleh Direktur Masyarakat SM-3T Institute (MSI) Akhiruddin, S. Pd., M. Pd., Gr. Tim menuju lokasi dengan menggunakan mobil pick up dan kendaraan roda dua.
Tim berangkat dengan guyuran hujan, pukul 13.30 WITA tiba di ceck point pertama. Dimana mobil pick up harus disimpan karena adanya longsoran yang menghalangi kendaraan roda empat. Dari titik ini, barang diangkat oleh tim melalui jalan menanjak dan sedikit berlumpur. Sedangkan kendaraan roda dua harus melalui tanjakan penuh lumpur sisa longsoran yang masih menutupi jalan.
Setelah kurang lebih 30 menit mengendarai motor untuk digunakan ke lokasi tujuan, tim dijamu terlebih dahulu oleh Daeng Siala, salah seorang warga yang menjadi penunjuk jalan tim menuju Desa Buakkang. Menurut penuturan beliau, relawan yang menembus langsung ke Desa Buakkang masih sangat kurang, terlebih yang menyentuh pendidikan.
Tim akhirnya melanjutkan perjalan menuju Desa Buakkang, rintik hujan menemani tim dalam perjalanan, kondisi jalan yang berlumpur sisa longsoran menjadi riak saksi perjalanan tim, jalan menanjak dan menurun penuh lumpur pun tak luput dari menamani perjalanan.
Sepanjang perjalanan, tim benar-benar disuguhi sisa longsoran yang menyapu perumahan warga. Sisa-sisa reruntuhan rumah terlihat jelas bersatu dengan tanah, bangkai mobil, kerikil, dan batu besar menjadi kokoh di pinggir jalan. Kurang lebih tujuh kali tim melewati jalanan penuh longsoran yang harus membuat kendaraan tergenang oleh lumpur.
Pukul 15.40 WITA, tim akhirnya tiba di SD Inpres Parang Beru, Dusun Parang-Parang, Desa Buakkang, Kecamatan Bongaya, Kabupaten Gowa, sebagai lokasi kegiatan Kelas Berbagi untuk para peserta didik yang terdampak bencana. Sekolah ini patut bersyukur, sebab tak disapu oleh longsoran tanah dan bebatuan dari atas bukit, karena tepat di samping sekolah tersebut tiga rumah diratakan oleh geliat longsor tanah dan bebatuan.
Kelas Berbagi dilaksanakan di dalam ruang kelas yang dihadiri 34 peserta didik yang terdampak bencana tersebut. Tim melihat betul wajah-wajah ceria yang terpancar dari mereka, wajah-wajah yang menyimpan trauma sebab menyaksikan langsung bagaimana geliat bencana longsor menyapu rumah mereka.
Setelah kegiatan Kelas Berbagi, dilanjutkan dengan program SM-3T Peduli. Peserta didik diberikan paket alat tulis dan tas untuk mereka gunakan ke sekolah. Senyum merekah terhampar jelas dari raut wajah para peserta didik.
“Saya akan lebih rajin dan bersemangat lagi mengejar cita-cita saya,” tutur salah seorang peserta didik. Tak lupa ia juga mengucapkan terima kasih kepada MSI telah membagikan tas di sekolahnya.
“Bantuan yang menyasar langsung ke peserta didik setelah bencana ini terjadi, merupakan yang pertama di sekolah kami”, ungkap Hastawati, S. Pd., salah seorang pendidik di SD Inpres Parang Beru. Beliau juga merupakan korban yang rumahnya roboh karena pergeseran tanah sebelum longsor di daerah tersebut.
Beliau berharap agar semua alumni SM-3T dimanapun berada bisa kembali mengabdi lagi. “Terima kepada alumni SM-3T” tutupnya.
Di lokasi itu juga, tim membagikan sembako kepada warga sekitar sekolah yang terdampak bencana. Tidak berhenti disitu, tim lalu menyasar rumah-rumah warga yang terdampak bencana dan memberikan sembako kepada mereka.
“Kegiatan ini menunjukkan komitmen dan dedikasi kami sebagai alumni SM-3T Indonesia untuk tetap tak berhenti, termasuk terhadap harapan kami bersama bahwa semoga alumni SM-3T kiranya bisa menunjukan semangat, bisa kembali mengabdi, bisa kembali menorehkan kemampuan terbaiknya dalam melayani kemanusiaan dan memberikan yang terbaik dalam ranah kepeduliaan” ungkap Akhiruddin, S. Pd., M. Pd., Gr.
Ini adalah irisan pertama dalam rangka menyasar tiga kabupaten yang terdampak bencana, setelah kabupaten Gowa, tim akan menyambangi kabupaten berikutnya yaitu Kabupaten Jeneponto. Semua pemberian donasi ini merupakan hasil urunan dari seluruh masyarakat SM-3T Indonesia.
Reportase: Tim reportase MSI
Editor: Tim editor MSI












