Sebagai wujud kepedulian terhadap dunia pendidikan khususnya pendidikan di daerah 3T, sebanyak 157 Guru Garis Depan di Kabupaten Karimun menginisiasi kegiatan Mengedukasi Anak Negeri (MeAN). MeAN merupakan turunan program kerja Yayasan Masyarakat SM-3T Institute (MSI) yang memiliki perhatian lebih terhadap pendidikan khususnya di wilayah 3T.
GGD dan alumni SM-3T yang tersebar di Kabupaten Karimun mengadakan kegiatan Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) selama dua hari yakni tanggal 01 sd 02 Maret, berlokasi di SD Negeri 007 Belat, Desa Sungai Asam, Kecamatan Belat, Kabupaten Karimun, Provinsi Kep. Riau.
Waktu tempuh perjalanan kurang lebih satu jam dari Ibu Kota Kabupaten Karimun (Tanjung Balai). Perjalanan dimulai dari Kota Tanjung Balai menggunakan transportasi moda air (kapal) melintasi lautan dan melawati pulau dan pulau.
Jumat, 01 Maret 2019
Pembukaan
Kegiatan pembukaan terlaksana pada pukul 15.00 WIB. Akhiruddin Haer, S. Pd., M. Pd., Gr., selaku Direktur Yayasan Masyarakat SM-3T Institute (MSI) mendapat kesempatan pertama menyampaikan kata sambutan. Pria yang disapa akrab Haru ini mengucapkan terima kasih kepada GGD Kabupaten Karimun yang menjadi pioner kegiatan MeAN khususnya di Provinsi Kepulauan Riau.
Layak untuk diketahui bahwa di Provinsi Kepulauan Riau ada empat Kabupaten yang di dalamnya terdapat GGD, yaitu (1) Kabupaten Karimun; (2) Kabupaten Anambas; (3) Kabupaten Natuna; dan (4) Kabupaten Bintan. Sebagai yang pertama diharapkan MeAN kali ini menjadi riak yang merembet ke kabupaten lainnya. Lanjut Akhiruddin menuturkan bahwa MeAN merupakan program khusus MSI dimana dalam pelaksanaannya terdapat bentuk kepedulian pendidikan. Akhiruddin juga menghimbau kepada seluruh peserta didik yang mengikuti pelaksanaan MeAN jangan melewatkan kesempatan terbaik ini sebagai wujud pembelajaran.
Sambutan selanjutnya oleh Ibu Salma, S. Pd., selaku Kepala Sekolah Negeri 007 Belat. Beliau menyampaikan rasa terima kasih kepada GGD Kabupaten Karimun atas kepeduliannya terhadap dunia pendidikan, khususnya memilih SD Negeri 007 Belat sebagai tempat dilangsungkannya kegiatan MeAN.
Acara MeAN di SD Negeri 007 Belat resmi dibuka ditandai dengan dipasangkannya Tanjak Melayu oleh Ibu Salma ke saudara Akhiruddin, S. Pd., M. Pd., Gr.
Bentuk olah kreativitas peserta didik dalam MeAN diantaranya adalah kegiatan Hasta Karya. Kegiatan ini berlangsung pukul 16.00 WIB. Peserta didik yang mendapat kesempatan hasta karya merupakan kelas tinggi, yakni kelas 4, 5, dan 6. Peserta didik mendapatkan pelatihan membuat berbagai kreasi, diantaranya; kreasi bunga, bingkai poto, dan pot bunga. Alat dan bahan yang diperlukan mudah didapat dan sederhana, seperti; plastik, kawat, lem, gunting, pisau cutter, dan karton. Peserta didik dibimbing langsung oleh Fajriah, S. Pd., Gr., dan Rani Wahyuni, S. Pd., Gr. Rani menjelaskan bahwa peserta didik sangat antusias mengikuti kegiatan hasta karya dan tujuan dari kegiatan hasta karya tersebut adalah memotivasi siswa untuk kreatif dalam menghasilkan karya.
Permainan Edukatif
Sore hari pukul 16.30 WIB, usai ISHOMA kegiatan MeAN kembali dilanjutkan dengan permainan edukasi. Wiku, S. Pd., Gr., dan Wisnu, S. Pd., Gr., langsung memimpin kegiatan yang sangat disukai oleh peserta didik karena acara berlangsung di lapangan. Baik Wiku dan Wisnu dalam kesempatan MeAN di SD Negeri 007 Belat memberikan enam jenis permainan edukasi, diantararnya; kapal karam, lingkaran api, tiup bola, lintasan bola, sarung air, dan transfer air. Permainan edukasi ini menjadi antusias diikuti karena menuntut gerak aktif tubuh dalam aktivitas menjadikan peserta didik riang. Tidak hanya bergerak, permainan edukasi juga dibungkus menjadi bemakna karena didalam setiap jenis permainan dimasukan unsur ketangkasan olah pikir dengan berbagai rintangan yang sudah diatur oleh GGD. Contohnya seperti permainan lingkaran api. Peserta didik dibagi dalam dua kelompok dengan jumlah masing-masing kelompok sama banyak. Kelompok dikondisikan berbaris dan satu sama lain anggota di dalam kelompok merentangkan tangan; sembari memegang tangan. Setiap kelompok diberikan satu media lingkaran yang akan dipasangkan di badan. Tuntutan dalam permainan lingkaran api tersebut bagaimana siswa dituntut memindahkan lingkaran yang terpasang di dalam kelompok tanpa jatuh ke bawah dan dipegang; hanya mengandalkan gerak badan lainnya, diantaranya adalah bagian kepala, badan, dan kaki. Dalam mengikuti kegiatan permainan edukatif tersebut tampak peserta didik bersemangat dan senyum riang terpapar dari wajah mereka.
Pemutaran film edukasi
Malam harinya, Ana Suryani, S. Pd., Gr., mengarahkan peserta didik berkumpul di halaman sekolah dan mengkondisikan mereka agar tertib dan memperhatikan dengan sungguh tayangan film yang segera diputar. Selaku penanggung jawab kegiatan pemutaran film edukasi, Ibu Ana memberikan gambaran dan mengarahkan peserta didik untuk bisa memetik pesan dan kesan positif dari film yang akan disaksikan. Film edukasi yang diputar berjudul “Tanah Surga, Katanya” dan setelah selesai menonton film tersebut, peserta didik diharapkan mampu mengungkapkan kesannya tentang film tersebut. Nilai apa yang bisa diambil. Dingin malam menjadi hangat kala di lapangan tak hanya peseta didik yang menonton film, namun juga masyarakat Desa Sungai Asam.
Sabtu, 02 Maret 2019
Senam Pagi
Pelaksanaan kegiatan MeAN di hari kedua dimulai dengan kegiatan senam. Penanggung jawab kegiatan Alfiandri S, Pd., Gr., menjelaskan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan olah gerak kepada peserta didik agar sehat bugar baik secara jasmani dan rohani. Senam bersama ini juga diikuti oleh GGD dan alumni bersama seluruh peserta didik. Maju sebagai pemandu senam adalah Zul Ikram, S. Pd., Gr. Udara dan mentari pagi menjadi energi untuk gerak yang dipandu oleh Pak Zul kepada peserta didik SD Negeri 007 Belat.
Talk Show Motivasi Pendidikan
Usai melaksanakan senam pagi bersama, GGD, alumni SM-3T, pihak sekolah, dan beserta masyarakat bersiap menyambut kedatangan rombongan Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun. Iring-iringan alunan suara kompang bertalu-talu menyambut kedatangan rombongan Dinas Pendidikan beserta unsur Kecamatan Belat. Sebelum dimulainya kegiatan “Talk Show”, rombongan Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun dan Kecamatan Belat diarahkan langsung menuju satu ruang kelas untuk meresmikan pojok baca SD Negeri 007 Belat. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun Pak H. Bakri Hasyim S. Pd., M. Pub., dalam kesempatan ini memotong pita merah yang menandakan diresmikannya pojok baca. Pojok baca ini merupakan inisiatif GGD yang merespon kebutuhan peserta didik akan literasi. Mengambil sedikit bagian sudut ruangan kelas lantas diberikan peralatan sederhana beserta sumber bacaan diharapkan menumbukan iklim literasi di ruang kelas tersebut mampu menarik minat baca peserta didik SD Negeri 007 Belat.
Berangkat dari ruangan kelas, rombongan Dinas Pendidikan dan Kecamatan Belat diarahakan GGD menuju luar ruangan guna menandatangani dan menuliskan tekad semangat kepedulian pendidikan pada spanduk sebagai bagian dari mengkampanyekan sinergitas membangun pendidikan secara bersama.
Dalam kesempatan MeAN ini juga dilakukan aksi penanaman pohon kehidupan sebagai bagian mengkampanyekan peduli lingkungan. Jenis pohon yang ditanam adalah ketapang cendana (Terminalia mantaly). Bersama-sama pihak sekolah, GGD, dan rombongan dinas Pendidikan Kabupaten Karimun melaksanakan kegiatan penanaman. Tanam tak henti pohon untuk kehidupan.
Pembukaan acara talk show diawali dengan penyampaian kata sambutan. Dihadapan tamu undangan, Tomi Japaris, S. Pd., Gr., selaku ketua pelaksana dan Zul Ikram, S. Pd., Gr., sebagai Koordinator GGD wilayah Kabupaten Karimun menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang membantu terlaksananya kegiatan ini. Acara talk show resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan, dalam sambutan awalnya Pak H. Bakrie Hasyim mengapresiasi kegiatan MeAN yang dimotori oleh GGD Kabupaten Karimun.
“Semua acara terlaksana karena adanya kebersamaan, GGD yang terpencar di beberapa pulau di wilayah Kabupaten Karimun dapat bersatu di satu titik hadir di Belat dalam rangka kegiatan MeAN. Untuk itu saya yakin dan percaya bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi dunia pendidikan secara umumnya dan pendidikan di SD Negeri 007 Belat (guru, peserta didik, dan masyarakat) khususnya,” terang beliau.
Beliau percaya terhadap kemampuan yang dimiliki oleh para pendidik muda ini, sebab mereka adalah guru profesional yang sebagian besarnya telah ditempa oleh program SM-3T.
“Selain itu, saya berharap GGD di Kabupaten Karimun menjadi penggerak utama, tidak hanya kegiatan MeAN selanjutnya tetapi juga penggerak di Kerja Kelompok Guru (KKG) baik di kecamatan dan kabupaten untuk mutu pendidikan di Kab. Karimun,” tambahnya.
Mengambil tema “Student Today, Leader Tomorrow” diharapkan kegiatan Talk show dapat memotivasi tamu undangan khususnya siswa untuk mengambil nilai semangat kemajuan pendidikan dari pembicara. Kavita Siregar, S.Pd., Gr memoderatori ketiga pembicara yang ada di depannya, yaitu; Bapak H. Bakrie Hasyim, S.Pd., M. Pub., selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun; Bapak Sarial selaku camat Belat, dan Akhiruddin, S. Pd., M. Pd., Gr., Direktur Yayasan Masyarakat SM-3T Institute (MSI).
Pak Kadis dan Pak Camat memotivasi peserta didik dengan menceritakan latar belakang kehidupan mereka hingga sejauh ini sukses telah diberikan kepercayaan menjabat sebagai Kadis Pendidikan dan Ka. Camat.
“Sukses adalah berkat doa orang tua dan guru. Kunci sukses ialah menghormati orang tua dan guru,” terang kedua pembicara tersebut.
Sedang dari pembicara ke tiga, saudara Akhiruddin menuturkan bahwa keterbatasan bukan hal yang melemahkan kita untuk mencapai hal yang terbaik “keterbatasan menggali potensi kita untuk tumbuh dan berkembang lebih baik.”
Acara talk show ditutup dengan pementasan tari tradisional Aceh, yaitu tari Saman. Tari ini dibawakan oleh peserta didik yang dilatih oleh GGD Kabupaten Karimun.
Mewarnai dan Membaca cerita
Peserta didik kelas kecil, diantaranya kelas 1, 2, dan 3 diberikan kesempatan mengikuti kegiatan mewarnai. Ibu Fauziah, S. Pd., Gr., dibantu ibu Masni, S. Pd., Gr., membimbing pesert didik mewarnai. “Mewarnai sebagai aktivitas untuk mengolah rasa dan mempertajam intuisi dalam pemilihan warna,” terang Fauziah.
Sementara itu di kelas tinggi, diantaranya kelas 4, 5, dan 6 dilangsungkan aktivitas membaca cerita. Peserta didik diberikan kesempatan membaca cerita dan mementaskan cerita di depan kelas kepada teman-temannya. Rozi, S. Pd., Gr., berkeyakinan membacakan cerita kepada peserta didik secara rutin di kelas dapat meningkatkan kemampuan membaca, menulis, dan berkomunikasi yang baik. Selain itu, peserta didik juga belajar untuk memahami struktur cerita yang akan meningkatkan kemampuannya untuk menceritakan ulang cerita secara lisan.
Training for SMP: Perilaku Generasi Emas Indonesia
Selain peserta didik SD Negeri 007 Belat, peserta kegiatan MeAN juga berasal dari SMP Satu Atap 2 Belat. Kepada peserta didik SMP tersebut, oleh Pak Ihsanool Amrullah, S. Pd., Gr., memberikan gambaran kondisi terkini perilaku remaja. Peta demografis penduduk Indonesia yang melihatkan trend usia produktif lebih banyak memberikan dua tafsir apakah hal tersebut sebagai bonus demografi untuk bangkit atau petaka bagi Indonesia. Untuk meminimalisir terjadinya kenakalan remaja dan meningkatkan gejala positif remaja maka dalam kegiatan training ini diberikan motivasi untuk bangkit.
“Jadilah kalian insan yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar,” Pak Ihsan memberi semangat.
Penutup
Agenda penutupan MeAN berlangsung pukul 15.00 WIB. Sebelum ditutupnya acara, dilaksanakan terlebih dahulu penyerahan hadiah dan bingkisan kepada seluruh peserta didik sebagai bentuk apresiasi kesungguhan mengikuti kegiatan MeAN.
Laporan Koordinator GGD Kab. Karimun Zul Ikram, S. Pd., Gr., mengucapkan rasa terima kasih untuk semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini. Ucapan terima kasih terkhusus untuk Bapak/Ibu SD Negeri 007 Belat. Ibu Salma, selaku Kepala SD Negeri 007 Belat turut mengucapkan banyak terima kasih atas ketulusan Bapak Ibu GGD telah bersedia membantu memberikan ilmunya kepada peserta didik kami terkhusus juga kepada kami selaku pendidik sendiri.
“Saya baru tahu ada pojok baca setelah adanya kegiatan MeAN ini, sekali lagi terima kasih,” tutup Ibu Salma.
Acara ditutup dengan doa, dan usai kegiatan MeAN ditutup secara resmi disempurnakan dengan pelaksanaan sesi poto bersama.
Reportase: Reby Oktarianda
Editor: Tim editor MSI















