Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tingkat nasional yang dipusatkan di alun-alun Aimas, Kabupaten Sorong, diselenggarakan agenda penulisan pada media baju tentang manfaat program SM-3T (Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) yang berhasil masuk rekor MURI (Museum Rekor Indonesia). Kegiatan ini tak lain untuk memberikan apresiasi kepada para guru SM-3T. Selain dari kalangan pelajar di Kabupaten Sorong, para guru juga turut serta menulis dengan media baju dengan berbagai tulisan serta nama penulis. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Moh. Nuh didampingi istri tercinta mendatangi sejumlah peserta untuk melihat langsung sejumlah tulisan yang dibuat oleh para peserta sekaligus menyalami para peserta, termasuk berfoto bersama dengan bebarapa peserta. Dikesempatan berbeda kepada wartawan, Mendikbud Moh Nuh mengatakan, kegiatan menulis manfaat SM-3T yang mana masuk rekor Muri itu sebagai bentuk apreasiasi kepada para guru SM-3T yang mengabdi dan menyalurkan ilmu yang dimiliki kepada para anak didiknya. Para guru SM-3T adalah guru-guru yang bertugas di tempat-tempat terpencil, terluar yang tersebar di sejumlah daerah di Indonesia, ujar Mendikbud Moh Nuh. Kegiatan ini merupakan salah satu apresiasi yang diberikan kepada para guru di SM-3T, termasuk yang betugas di Papua, Papua Barat termasuk di Kabupaten Sorong juga terdapat para guru SM-3T, terang Kabag Humas Setda Kabupaten Sorong Marthen Nebore, S.Sos M.Si. Puncak Hardiknas secara nasional yang dilaksanakan di Kabupaten Sorong merupakan kegiatan pertama kali yang dilaksanakan di luar Jakarta atau Jawa. Dengan digelarnya kegiatan puncak Hardiknas yang dilaksanakan di Kabupaten Sorong merupakan satu penghargaan tersendiri bagi Pemkab dan Masyarakat Kabupaten Sorong. Penulisan kesan kebermanfaatan SM-3T ini yang dilakukan 1.500 orang yang masing-masing menulis pada media baju yang berlangsung 15 menit. Dari baju yang bertuliskan manfaat SM-3T juga akan disampaikan langsung kepada Presiden RI terkait kegiatan yang dilaksanakan tersebut.
Tak hanya itu, Program SM-3T juga diganjar penghargaan lain dari Muri yakni Pengiriman Sarjana Pendidikan Terbanyak dalam kurun waktu 3 tahun program berjalan ke daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal Indonesia. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Dewan Senior Muri, Paulus Pangka bertepatan pada acara Silaturahmi SM-3T Papua dan Papua Barat kepada Mendikbud dan Ditjen Dikti sebagai pelaksana program







