POHUWATO, Gorontalo – Sebanyak 47 guru dari berbagai sekolah di Kecamatan Wanggarasi mengikuti kegiatan Edukasi Literasi Guru (ELG) yang diselenggarakan oleh Yayasan Masyarakat SM-3T Institute pada 2 Maret 2026 di SDN 05 Wanggarasi, Desa Tuweya, Kecamatan Wanggarasi, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. Para peserta berasal dari sejumlah satuan pendidikan, di antaranya SDN 04 Wanggarasi, SMPN 2 Wanggarasi, SDN 05 Taluditi, SDN 03 Wanggarasi, SDN 03 Popayato Barat, SMPN 2 Taluditi, SDN 06 Wanggarasi, TK Negeri Dewi Sartika, serta TK Torsamba. Kegiatan ini merupakan titik kelima dari 22 lokasi sasaran program Masyarakat SM-3T Institute pada tahun 2026. Program ini digagas oleh Yayasan Masyarakat SM-3T Institute sebagai kontribusi para alumni program SM-3T yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, khususnya penguatan literasi pada jenjang pendidikan dasar.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Wanggarasi yang dalam sambutannya menekankan pentingnya penguatan literasi bagi guru sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Apresiasi terhadap kegiatan ini juga disampaikan oleh Pengawas Wilayah Sekolah Dasar yang menilai kegiatan tersebut dapat memperkuat kompetensi guru, memperluas wawasan, serta mendorong para pendidik untuk terus belajar dan berinovasi dalam pembelajaran. Melalui kegiatan ini, para guru didorong untuk memperkuat pemahaman serta keterampilan dalam mengembangkan budaya literasi di sekolah.
Para peserta memperoleh wawasan mengenai enam literasi dasar, pentingnya literasi dasar, strategi pembelajaran literasi yang menarik, serta cara mengintegrasikan kegiatan membaca dan menulis dalam proses pembelajaran di kelas. Dalam kegiatan Edukasi Literasi Guru tersebut, salah satu materi penting tentang enam literasi dasar disampaikan oleh Bapak Stenly, S.Pd., Gr, yang juga merupakan alumni program SM-3T yang pernah mengabdi di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Pengalaman beliau sebagai peserta program pengabdian di daerah 3T menjadi bekal berharga dalam membagikan praktik dan pemahaman tentang penguatan literasi di sekolah.
Selain itu, kegiatan juga menekankan penguatan pembelajaran mendalam, serta pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) sebagai media pendukung pembelajaran yang dipaparkan oleh Bapak Hendra Sucipto, S.Pd., Gr. Beliau merupakan salah satu alumni program SM-3T Angkatan I tahun 2012 yang pernah mengabdi di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. Setelah itu, ia melanjutkan penguatan kompetensi melalui Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan tahun 2013 di Universitas Negeri Makassar. Ia juga merupakan Guru Garis Depan (GGD) Angkatan I yang bertugas pada 2015–2024 di Manokwari, Papua Barat dalam program Guru Garis Depan. Pengalaman pengabdian tersebut membentuk komitmennya dalam mendorong inovasi pembelajaran, termasuk pemanfaatan teknologi seperti Papan Interaktif Digital (PID) untuk mendukung pembelajaran yang lebih interaktif dan bermakna.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang diskusi bagi para guru untuk saling bertukar pengalaman mengenai praktik baik yang telah diterapkan di sekolah masing-masing, sekaligus berbagi gagasan dalam mengembangkan kegiatan literasi yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah. Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan sebuah pesan motivasi kepada para peserta.
“Guru yang hebat bukan hanya mengajar, tetapi juga terus belajar dan menginspirasi.”
Pesan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan semangat para guru untuk terus meningkatkan kemampuan diri dalam memberikan pembelajaran terbaik bagi siswa. Para peserta memberikan respons positif terhadap kegiatan Edukasi Literasi Guru ini. Mereka menilai kegiatan tersebut memberikan banyak pengetahuan baru, terutama dalam penguatan literasi, pengembangan pembelajaran, serta menjadi ruang berbagi pengalaman antar guru dari berbagai sekolah.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah silaturahmi dan kolaborasi antar pendidik di wilayah Wanggarasi. Salah seorang peserta kegiatan menyampaikan bahwa program Edukasi Literasi Guru sangat bermanfaat karena memberikan inspirasi baru dalam mengajar. Melalui kegiatan tersebut, para guru dapat saling bertukar pengalaman, belajar bersama, serta memperoleh motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Melalui kegiatan Edukasi Literasi Guru (ELG) ini diharapkan para guru semakin termotivasi untuk terus mengembangkan diri, memperkuat budaya literasi di sekolah, serta berkontribusi dalam meningkatkan mutu pendidikan di wilayah Wanggarasi dan sekitarnya.
Selain kegiatan Edukasi Literasi Guru, rangkaian kegiatan juga diisi dengan kegiatan sosial melalui SM-3T Peduli yang dilaksanakan pada 3 Maret 2026 di SDN 05 Wanggarasi. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Desa Tuweya yang juga menjabat sebagai Komite Sekolah. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kegiatan sosial seperti ini sangat membantu masyarakat sekaligus memberikan motivasi bagi siswa untuk terus semangat menempuh pendidikan. Apresiasi juga disampaikan oleh Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Wanggarasi yang menilai program SM-3T Peduli tidak hanya memberikan bantuan kepada siswa, tetapi juga memperkuat rasa kepedulian sosial serta kebersamaan antara lembaga pendidikan dan masyarakat. Para siswa yang menerima bantuan menyambut kegiatan tersebut dengan penuh antusias dan rasa syukur. Salah seorang penerima bantuan bahkan menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan.
Dalam rangkaian kegiatan SM-3T Peduli, para siswa menerima bantuan perlengkapan belajar. Bantuan yang disalurkan berupa 88 tas sekolah dan 88 handbag untuk para siswa. Selain itu, setiap siswa juga memperoleh tiga buku tulis. Siswa kelas III, IV, V, dan VI mendapatkan tambahan satu pulpen, sementara siswa kelas I dan II menerima satu pensil sebagai perlengkapan belajar.
Rangkaian kegiatan Edukasi Literasi Guru dan program SM-3T Peduli diharapkan tidak hanya memperkuat budaya literasi di sekolah, tetapi juga memberikan dukungan nyata bagi siswa serta menumbuhkan kepedulian bersama dalam memajukan pendidikan di wilayah Wanggarasi.
Koresponden:
Tim Publikasi MSI











