Novel ‘Siluet Sejak Mahakam’ terinspirasi dari pengalaman penulis menjadi Guru SM-3T di Mahakam Ulu, pedalaman Kalimantan Timur. Novel ini berusaha mengangkat potret pendidikan, kondisi alam, dan juga budaya Dayak Bahau dan Makassar
Penulis novel ini adalah S. Marindra, pria kelahiran Bantaeng tanggal 10 Oktober 1990 ini memiliki nama asli Hendra Hermawan. Penulis merupakan alumni Prodi PGSD Unismuh Makassar dan PPG SM-3T UNM 2017 sekaligus pegiat di Forum Lingkar Pena Sulawesi Selatan. Pada November 2017, penulis terpilih menjadi pemenang pertama dalam Lomba Menulis Artikel Ilmiah Populer Kategori Feature yang diselenggarakan oleh DITPSD Kemendikbud di Yogyakarta

Sinopsis
Akibat dicibir warga kampung karena menganggur setelah sarjana, Awan Mangngerangi memutuskan merantau ke pedalaman Sungai Mahakam di Pulau Kalimantan untuk mendidik anak-anak di daerah pelosok. Di perantauan, ia dihadapkan pada keadaan yang tidak pernah ia hadapi sebelumnya. Kondisi alam begitu berbeda dan anak-anak sekolah yang sebagian besar belum bisa membaca dan berhitung meski sudah bertahun-tahun belajar. Ia juga harus menghadapi orangtua siswa yang selalu membela anaknya saat menentang guru.
Beberapa bulan kemudian, ia mendapat kabar bahwa Riati, perempuan yang ingin diperistrinya sepulang dari rantau, dilamar oleh lelaki lain. Sementara itu, adiknya terancam tidak bisa melanjutkan sekolah. Padahal sejauh ini, Awanlah yang senantiasa mengajak warga kampung untuk melanjutkan sekolah setinggi-tingginya.
Awan jatuh. Seperti seharusnya, awan yang jatuh selalu saja membuat basah. Namun, bila jatuh kepada luka, hanya akan membuat sakit semakin perih.
Bagaimanakah Awan menghadapi ujiannya yang bertubi-tubi? Temukan jawabannya dalam novel ‘Siluet Sejak Mahakam’ ini.
Bagi sahabat msi atau siapapun yang berminat membeli buku dimaksud, bisa langsung menghubungi penulis di akun IG @s.marindra
Editor: HaeR







