Menulis dengan indah bukanlah monopoli para penyair dan sastrawan saja, bukan kapling orang-orang bahasa atau seni saja. Sejarah telah membuktikan, banyak orang sain dan engineering tidak hanya mampu menghasilkan tulisan-tulisan yang akademik-ilmiah, namun juga mampu menghasilkan karya-karya sastra yang indah. Ali As’ari membuktikan, meski baru sebuah karya sederhana, namun orang olah raga pun siap melahirkan banyak tulisan indah yang sangat menarik untuk dinikmati.
Nama-nama yang lain (yang saya sudah mencatatnya), setidaknya ada beberapa lagi, yang juga sebenarnya sangat potensial untuk menghasilkan buku kumpulan pengalaman dan catatan-catatan selama mengikuti program SM-3T Unesa di Sumba Timur, pada akhir tahun 2011-akhir 2012 yang lalu. Namun sampai saat ini, tulisan-tulisan mereka belum sampai di tangan saya, dan saya tetap bersabar untuk menunggu mereka datang menyerahkan kumpulan tulisan-tulisan yang pasti sangat menarik tersebut.
Membaca tulisan Ali As’ari, kita seperti dibawa pada situasi dilematis saat dia harus memutuskan mengikuti program SM-3T Unesa, pergolakan batinnya saat harus meninggalkan emak dan bapaknya di Lamongan sana, semangatnya untuk memberikan yang terbaik selama pengabdiannya di Sumba Timur, dan juga perjuangannya untuk mendapatkan belahan hati, yang tidak lain adalah teman seperjuangannya.
Membaca tulisannya, kita mungkin tidak mengira, Ali As’ari adalah lulusan program studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (Penjaskesrek). Untuk ukuran ‘orang Olah Raga’, dia terlalu lihai merangkai kata-kata, menjadi kalimat-kalimat yang indah penuh dengan gaya bahasa. Namun memang begitulah yang terjadi. Bahwa menulis dengan indah bukanlah monopoli para penyair dan sastrawan saja, bukan kapling orang-orang bahasa atau seni saja. Sejarah telah membuktikan, banyak orang sain dan engineering tidak hanya mampu menghasilkan tulisan-tulisan yang akademik-ilmiah, namun juga mampu menghasilkan karya-karya sastra yang indah. Hari ini, Ali As’ari membuktikan, meski baru sebuah karya sederhana, namun orang olah raga pun siap melahirkan banyak tulisan indah yang sangat menarik untuk dinikmati.
Saya sebagai Koordinator SM-3T Unesa sangat bangga dengan terbitnya buku ini, dan berharap Ali As’ari akan terus menulis dan menghimpun tulisan-tulisannya. Saya juga berharap, buku ini akan menjadi motivasi bagi rekan-rekan Ali, para peserta SM-3T Unesa yang lain, bahkan seluruh peserta SM-3T se-Indonesia, untuk selalu menulis dan menulis.
Apa pun yang kalian alami, apa pun yang kalian rasakan, apa pun yang kalian pikirkan, tulislah. Bagikan pada orang lain kalau kalian merasa semuanya itu layak dibagi. Itulah salah satu cara untuk membuat diri kita bermanfaat. Tulisan adalah salah satu hal paling berharga yang kalian bisa wariskan pada generasi sekarang dan generasi yang akan datang.
Maka, menulis, dan teruslah menulis….
Selamat, semoga Indonesia di bagian mana pun, semakin baik, dan mari Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia.
Oleh Ali As’Ary (Mahasiswa PPG SM-3T Unesa)
Surabaya, 2 Oktober 2013
Prof. Dr. Luthfiyah Nurlaela, M. Pd







