Sebuah Mozaik Pengabdian di Sudut Nusantara. Konsep penyusunan buku Suluh Yang Tak Kenal Peluh; Sebuah Mozaik Pendidikan di Sudut Nusantara disesuaikan dengan tujuan buku ini sendiri yaitu untuk memberikan perspektif lain kepada masyarakat mengenai program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM-3T). Pendekatan bentuk buku yang sesuai dengan tujuan penyusunan tersebut adalah jenis buku yang mampu menyajikan kisah serta tampilan visual yang informatif, objektif dan personal. Salah satu format buku yang mampu menyajikan ketiganya (Informatif, Objektif dan Personal) adalah buku bunga rampai fotografi, maka dari itu tersusunlah buku ini dalam bentuk bunga rampai yang berisikan tulisan essai yang disajikan bersama dengan fotografi reportase.
Guna memperoleh cara pandang yang objektif terkait keberlangsungan program SM-3T, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi menyertakan para jurnalis, pengamat pendidikan, guru bantu asing, insan kreatif, penulis lepas dan fotografer lepas sebagai pengisi buku ini. Dengan meminjam mata serta rasa yang dimiliki oleh pengisi buku ini, Ditjen Pendidikan Tinggi berharap gambaran serta kisah yang disuguhkan akan lebih objektif karena dihasilkan dari sudut pandang publik eksternal.
Tahapan penyusunan buku ini sendiri, sangat sederhana. Pertama dalah pembentukan tim yang berisikan satu orang penulis, satu orang fotografer dan satu orang pendamping. Kemudian tim tersebut dikirim ke daerah pengabdian selam empat hari tiga malam untuk merasakan pengalaman baik dari aspek sosiologi maupun aspek psikologi yang ditemui oleh masing-masing tim. Baik itu penulis maupun fotografer memiliki kebebasan untuk memaknai segala hal yang mereka temui di daerah pengabdian, oleh karenanya dalam buku ini sangat dimungkinkan terdapat sudut pandang yang berbeda baik tulisan maupun foto dari satu daerah yang sama.
Untuk hasil penulisan dan fotografi sendiri Ditjen Tinggi memberikan keleluasaan bagi penulis dan fotografer untuk bertutur secara jujur ikhwal keberlangsungan program dan menyajikannya sesuai dengan kekhasan mereka masing-masing. Kebijakan ini diharapkan mampu memperkaya substansi sekaligus beragam warna yang menarik bagi buku ini.
Semoga buku Suluh Yang Tak Kenal Peluh; Sebuah Mozaik Pendidikan di Sudut Nusantara ini dapat menjadi inspirasi bagi para pembaca.







