Kamis, 10 Oktober 2016. Lantang suara dari Bapak Pengawas Sekolah Taman Kanak-Kanak Kecamatan Jagoi Babang Kabupaten Bengkayang yang dalam awal sambutannya mengucapkan ”Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata” yang kemudian dibalas dengan gemuruh yang hadir, ”Arus… Arus… Arus”
Kalimat penuh makna Masyarakat Dayak ini berarti “sebagai manusia kita wajib bersikap adil dan toleran terhadap sesama, dalam menjalani kehidupan kita harus bercermin dari surga dan setiap nafas kehidupan yang kita miliki berasal dari Tuhan Yang Maha Esa”. Jawaban dari salam tersebut adalah Arus…Arus…Arus yang berarti mengiyakan ucapan tersebut (Amin).
Bulan November 2016, Tim SM-3T Peduli telah kembali menyalurkan bantuan dari hasil Donasi Masyarakat SM-3T Indonesia ke TK Negeri Pembina Kecamatan Jagoi Babang Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat.
Menuju kota Bengkayang, Tim SM-3T Peduli harus menempuh perjalanan selama kurang lebih enam jam dari kota Pontianak. Tim SM-3T Peduli beristirahat sembari menyusun persipan penyaluran bantuan di Mes Pendidikan Kabupaten Bengkayang yang difasilitasi oleh kordinator SM-3T Angkatan VI (Arif Munandar) asal LPTK UNY. Tepat pukul 07.00 pagi, Tim SM-3T Peduli kembali melanjutkan perjalanan menuju sekolah sasaran donasi SM-3T Peduli selama 2 jam perjalanan dari Ibu Kota Bengkayang. Di sanalah kami temui generasi emas di Batas Nol Indonesia-Malasyia yang kelak menjadi pahlawan menjaga daerah terdepan untuk mengusir jajah ketertinggalan mereka. Setelah sampainya di sekolah sasaran telah nampak dari wajah-wajah lugu yang ria bernyanyi “Selamat Datang Kakak” menyambut kedatangan Tim SM-3T Peduli di Sekolah TK Negeri Pembina Kecamatan Jagoi Babang telah menghilangkan efek letih perjalanan panjang kami. Setelah melakukan rangkaian penyambutan, TIM langsung menyalurkan bantuan berupa : Tas, Tempat Pensil, Buku Gambar, Buku Bergambar, Buku Tulis, Tas Pensil dan ATK masing 15 Paket serta White Boar, Spidol dan tempat sampah.
Di sekolah ini, ada satu pahlawan Pendidikan SM-3T angkatan VI LPTK UNY yang mengabdikan dirinya sebagai pendidik yang akan mencetak generasi emas Indonesia yang tiap hari harus berhadapan dengan 15 orang siswa yang lucu dan lugu. Ada semangat yang terpancar dari binar suci karakter mereka yang telah menjadi penyemangat bagi rombongan SM-3T Angkatan VI dan Tim SM-3T Peduli sehingga 3 jam keberadaan kami di sekolah tersebut terasa singkat dan menjadi kekuatan baru bagi TIM untuk menmpuh perjalanan kembali pulang ke kota Pontianak.
Tim SM-3T Peduli menghaturkan limpah terima kasih atas partisipasi dan koordinasi Masyarakat SM-3T Indonesia dalam kegiatan kemanusiaan dan peduli pendidikan di daerah terdepan, terluar dan tertinggal sehingga Program SM-3T Peduli Bulan ini, tepatnya tanggal 10 November 2016 ini dapat terlaksana dengan baik. Mari tetap peduli, menjadi peserta dan alumni SM-3T tetap tak berhenti mengabdi, teruslah mengaliri kebaikan pada anak negeri di pelosok Indonesia







