Jum’at, 14 Oktober 2016. Ibu Rini Tri Hastuti, satu-satunya peserta GGD 2015 yang bertugas di SMP Satap YPPK Edagotadi, Distrik Tigi Timur, Deiyai. Atas informasi yang kami peroleh dari Beliau, sekolah yang ditempatinya mengabdi tersebut baru berusia 3 tahun dengan jumlah siswa 53 orang. SM-3T Peduli berangkat kebagian Timur Indonesia itu agar kiranya dengan pertemuan itu, telah menarik simpati yang lebih besar dari pemerintah dan khlayak umum untuk ikut menginjak tanah pijakan anak-anak negeri yang penuh ketertinggalan. Rute yang dilalui untuk sampai ke lokasi sekolah sasaran donasi, kita harus menempuh perjalanan darat menggunakan mobil sekitar delapan jam dari Nabire ke pusat kota Deiyai kemudian dilanjutkan dengan kendaraan sepeda motor selama 30 menit.
Siswa di sekolah ini berasal dari luar Kampung Edagotadi, dengan jarak rata-rata kurang lebih 20 km dari sekolah. Semangat anak-anak menuntut ilmu sangat luar biasa, mereka rela berjalan tanpa alas yang seharusnya membungkus kaki mereka menuju rumah belajar yang mencerdaskannya. Dalam perjalanan ke sekolah, tidak jarang kaki mereka terluka akibat terkena pecahan kaca dan tajamnya kerikil yang menjadi duri yang berserakan dijalanan.
Setelah beberapa hari membuka kesempatan bagi rekan-rekan yang ingin berpartisipasi, akhirnya pada 14 Oktober 2016, atas kerjasama yang baik dari Masyarakat SM-3T Indonesia, Tim SM-3T Peduli, Yayasan Masyarakat SM–3T Institute telah melaksanakan langsung penyaluran bantuan Sepatu, Goody Bag, Buku Tulis dan ATK sebanyak 54 Paket. ke SMP Satap YPPK Edagotadi, Distrik Tigi Timur, Deiyai, Papua
Terima kasih kami haturkan atas dukungan dan koordinasi berbagai pihak dalam menyukseskan agenda ini. Semoga program ini bisa menjadi inspirasi gerakan kepedulian kita bersama bagi penanganan dan penumbuhan kemandirian pendidikan daerah 3T Indonesia.







