Selasa, 09 Februari 2016. Masih dalam kondisi duka kita sedalamnya, atas kehilangan sang sahabat Evie Restiawaty, menyempatkan sejenak melanjutkan perjalanan menyalurkan sumbangan dari para donatur masyarakat SM-3T Indonesia ke wilayah Timur Indonesia, Mamberamo Tengah
Transit pagi buta di Jayapura, kondisi sedih segera menyebar ke seluruh Masyarakat SM-3T Indonesia, tak lupa kita meneruskan informasi duka kita kepada Ayahanda pencetus program SM-3T, Dirjen GTK Kemdikbud, Kepala Biro Kepegawaian Kemdikbud, Direktur Pembelajaran Belmawa, Kemristekdikti. Berbagai bentuk rasa duka dan keprihatinan turut mengantar kepergian almarhumah. Tak lupa kami teruskan amanah rasa duka Dirjen Belmawa, Kemristekdikti untuk kami sampaikan kepada khalayak atas meninggalnya Saudara kita Evie Restiawaty. Mendapat pesan langsung dari salah satu direktur beliau “Turut berduka, semoga khusnul khatimah serta keluarga tabah menghadapi hal ini. Serta apresiasi yang tinggi atas semangat almarhumah yang luar biasa untuk mengabdi bagi kemajuan bangsa”
Sesampai di bandara Wamena, 8 Februari 2016, sebagian kawan GGD Lanny Jaya dan Jayawijaya beserta beberapa peserta SM-3T LPTK Unesa sudi menjemput dengan senyum semangat khas mereka. Mengawali perjumpaan, dengan menu utama kabar meninggalnya saudara kita dan kesedihan yang menyertainya serta menyisakan tenaga untuk mengemas barang yang akan kita donasikan.
Besok paginya, berselimut cuaca dingin pegunungan tengah Papua, mengantarkan kami berangkat menuju Distrik Ilugwa, Mamberamo Tengah, lokasi SMPN Ilugwa berada. Bersama kawan GGD, SM-3T dan pihak sekolah serta perwakilan Dinas pendidikan setempat, kami menempuh medan yang lumayan menantang dengan waktu tempuh 2-3 jam. Sempat terkejut dengan respons salah satu guru yang menemani kami di bak belakang mobil, dengan lantang dia memperingati pelan sang sopir sebab melaju dengan begitu kencang “Pak Sopir, pelan-pelanlah mengemudi, di belakang sini banyak orang penting, kalau saya tak masalah, tapi bagi mereka orang penting ini” Ucap sang guru yang kumaksud. Pasti yang dimaksud orang penting ini sama sekali bukanlah saya yang pengangguran ini, tapi para GGD dan SM-3T yang menemaniku di sela tumpukan barang. Merekalah yang senantiasa bertahan di dalam keterbatasan hidup, betah berjuang mencicil upaya memecahkan lingkar permanen ketakpedulian pelayanan pendidikan selama ini. Merekalah yang layak dimaksud sosok penting tersebut.
Sesampai di sekolah yang sebagian aktivitasnya begitu sangat ditunjang oleh peranan SM-3T ini, sekolah yang berada di tengah pegunungan yang mengitarinya dan dengan fasilitas yang belum sepenuhnya memadai, kami masih menjumpai sambutan hangat para siswa dan pihak sekolah. Dengan suguhan perjabatan tangan dan tarian dari lincah nan lugu siswa yang terpilih, sudah sangat cukup menggetarkan hati ini.
Memasuki prosesi yang kita tunggu bersama, segera kami menyodorkan konsep acara berbeda dari lainnya; sebelum sambutan, sebelum laporan, sebelum penyerahan donasi, sebelum foto bersama, sebelum tanda tangan serah terima, sebelum kita makan bersama dan sebelum kita berpisah. Sebelum itu semua, kita bersama-sama dengan keyakinan, retorika dan diplomasi masing-masing memanjatkan doa atas berpulangnya saudara kita semua, Evie Restiawaty. Surga untuknya dan kesabaran bagi keluarga yang ditinggalkan. Amin ya Tuhan
Sebanyak 70 pasang sepatu, 70 buah tas, 70 buah sabun mandi, 70 buah sikat gigi dan 70 buah pasta gigi merupakan hasil pembelian dari donasi yang terkumpul melalui program SM-3T Peduli, Masyarakat SM-3T Institute untuk kami serahkan ke sekolah ini. Prosesnya berlangsung sederhana dan dengan tampak nyata kami saksikan tatapan tajam terkandung potensi masa depan siswa-siswi yang hadir menerima bantuan.
Harapan dari Ibu Kepala Sekolah SMPN Ilugwa dan Perwakilan Dinas Pendidikan Mamberamo Tengah, bahwa kegiatan ini semoga bisa berlanjut menjadi semacam kerjasama pembangunan pendidikan yang berkepanjangan di kabupaten ini. Begitupun harapan dari para peserta SM-3T di sekolah ini agar kegiatan seperti ini bisa terus diperadakan begitupun Program SM-3T agar terus berlanjut, karena apa jadinya sekolah yang sangat kekurangan guru ini ketika tak mendapatkan sentuhan kepengasuhan guru-guru SM-3T??!







